Kamis, 20 September 2018 05:57 WIB
pmk

Nusantara

Melihat Air Terjun Tujuh Tingkat di Bukit Berantai, Batang Asai, Sarolangun

Redaktur:

WISATA: Air terjun tujuh tingkat di Bukit Berantai, Batang Asai, Kabupaten Sarolangun.

INDOPOS.CO.ID - Meski terletak paling ujung dan jauh di Kabupaten Sarolangun, Jambi, Desa Bukit Berantai, Batang Asai menyimpan sejuta keindahan alamnya. Ada air terjun tujuh tingkat yang memiliki ketinggian sekitar 100 meter.

HADI DAMANIK, Sarolangun

UNTUK menuju ke lokasi air terjun tujuh tingkat itu, membutuhkan waktu lumayan dan tidak mudah. Dari Kota Sarolangun, pengunjung dapat menempuh perjalanan menggunakan kendaraan roda dua selama kurang lebih empat jam. Sesampainya di Bukit Berantai menuju lokasi air terjun, pengunjung harus berjalan kaki selama satu jam lebih.

Masyarakat setempat  menyebutnya dengan sebutan  Air  Terjun Telun Tujuh Bukit Berantai. Lokasi tersebut  terletak di tengah-tengah hutan belantara yang sangat sejuk. Sembari menikmati keindahannya, pengunjung dapat mendengar kicau burung burung di waktu pagi, sehingga siapapun yang melihat keindahannya bisa langsung tertarik.

Usman, salah satu tokoh pemuda Batang Asai, saat bertemu koran ini mengatakan, bahwa air terjun tujuh tingkat tersebut masih sangat jarang dikunjungi. Pasalnya, selain jarak tempuh yang cukup jauh, akses menuju ke lokasi wisata tersebut juga masih sulit."Untuk akses jalan menuju ke sana masih sangat sulit, terutama pada saat musim penghujan. Jadi, karena jarang penggunjung k esana, tidak ada toko atau orang berjualan, sehingga siapa yang mau ke sana harus membawa bekal sendiri seperti makanan dan minuman,"ungkapnya.

Oleh sebab itu, dirinya mengharapkan pemerintah daerah (pemda) membangun fasilitas wisata dan mempromosikan keindahan air terjun itu agar diminati wisatawan lokal dan asing. Karena semenjak ditemukan hanya dikunjungi  masyarakat sekitar daerah saja."Kalau fasilitas wisata mendukung pasti air terjun tersebut ramai dikunjungi wisatawan, dampaknya akan mendongkrak perekonomian masyarakat setempat," jelas Usman.

Selama ini, lanjutnya, masyarakat setempat hanya mempromosikan keindahan alam Bukit Berantai melalui media sosial. Sementara usaha dari pemerintah setempat, terutama dari kecamatan disebut-sebut belum ada.

"Memang karena sulitnya menuju ke sana, jarang yang mau melihat. Jangankan yang jauh- jauh, masyarakat desa setempat atau masyarakat desa tetangga saja masih banyak yang belum datang langsung ke air terjun itu, karena memang terkendala akses,"pungkasnya. (*/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #wisata-bahari #boks 

Berita Terkait

Mengunjungi Museum Lukisan Tertua di Bali (2-Habis)

Nasional

Melihat Pesona Gunung Hidup Karangetang, Sulut

Nusantara

Hanya dengan Pejamkan Mata Lahir Karya

Nusantara

IKLAN