Alexa Metrics

Sopir Online Mengaku Berniat Perkosa Penumpang karena Cantik

Sopir Online Mengaku Berniat Perkosa Penumpang karena Cantik
INDOPOS.CO.ID – Tim Penyidik Subdit Resmob Polda Metro Jaya terus memeriksa sopir taksi online Go-Car, Angrizal Noviandi, 30, yang mencabuli penumpangnya dan nyaris memperkosa.
 
 Namun pelaku mengaku spontan mencabuli korban dan hendak memperkosanya lantaran tak tahan melihat kecantikan dan kemolekan korban yang berinisial ABK, 26, yang menjadi penumpangnya.
 

”Jadi motifnya pelaku ini karena menurutnya melihat korban cantik, lokasi yang sepi, dan ada kesempatan,” ujar Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya AKBP Aris Supriyono di Mapolda Metro Jaya, Rabu (14/2).

Penangkapan terhadap pelaku sendiri setelah polisi bekoordinasi dengan pihak GoJek untuk mengungkap identitasnya. ”Dalam pengungkapan kasus ini, kami sangat dibantu oleh pihak manajemen GoJek,” imbuhnya.

Aris menegaskan saat melakukan asi bejatnya pelaku sama sekali tidak dipengaruhi narkoba atau minuman keras, alias sadar sepenuhnya. 

 
”Pelaku gak mabuk, dalam kondisi sadar seribu persen,” lontar Aris. Meski begitu, ditegaskannya kalau pelaku dijerat Pasal 289 KUHP tentang mencabuli seseorang dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. 

Pelaku Angrizal sendiri mengaku dirinya batal memperkosa korban lantaran pelaku berteriak-teriak sedang hamil dua bulan. ”Pelaku mengurungkan niatnya itu karena pelaku sadar sepenuhnya. Kalau dia mabuk, mungkin dia lanjut terus gak peduli korbannya hamil atau tidak. Tapi akhirnya dia melepas korban karena korban bilang sedang hamil,”beber Aris. 

Dalam kesempatan itu ia mengimbau agar para penumpang taksi online selalu waspada akan tindak kejahatan semacam itu. Sebab timbulnya kejahatan karena ada kesempatan. 

 
“Makanya setiap calon penumpang khususnya wanita yang akan menggunakan jasa taksi online wajib mengecek ulang identitas driver taksi online, juga catat nomor pelat mobilnya. Sebab kita gak tahu sopirnya itu joki atau bukan makanya harus dicocokkan di aplikasi,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Angrizal Noviandi alias Rizal, 30, terpaksa ditembak kakinya oleh polisi lantaran berusaha kabur saat dilakukan pengembangan penyidikan di kawasan Kalimalang Jakarta Timur. 

Rizal ditangkap di lokasi persembunyiannya di Perumahan Galaxy Kota Bekasi pada Senin malam (12/2) lalu. Polisi juga menyita barang bukti mobil Nissan Grand Livina warna putih B 1748 BLZ yang digunakan pelaku saat membawa penumpang, dan satu unit ponsel jenis iPhone 6s milik korban. 

 
Namun ketika pelaku digelandang ke kawasan Kalimalang Jakarta Timur untuk menujukkan dimana dia membuang ponsel korban, mendadak pelaku berusaha kabur sehingga terpaksa ditembak kakinya oleh petugas.

Peristiwa pencabulan itu sendiri terjadi terhadap penumpang wanitanya warga Gubeng Surabaya berinisial ABK, 26, pada Senin dini hari (12/2) pukul 04.45. Saat kejadian korban mengorder taksi online dari rumahnya di kawasan Bekasi dan meminta untuk diantarkan ke Bandara Sukarno Hatta karena hendak terbang ke kota Surabaya.

Setelah diorder, pelaku datang menjemput korban. Namun ketika mobil hampir mendekati gerbang Bandara Sukarno-Hatta, mendadak pelaku mengarahkan mobilnya ke luar tol menuju tempat sepi dan gelap. 

 
Namun saat itu korban belum curiga, ketika tiba-tiba pelaku menghentikan mobilnya dan langsung mendekati korban yang duduk di jok belakang. Sejurus kemudian pelaku langsung mencengkeram korban, lalu menciumi bibir korban. 

Bukan hanya itu, pelaku juga mengangkat baju korban dan langsung meremas payudara korban serta menciumnya, sambil membekap mulut korban. Kemudian pelaku membuka celana korban dan berusaha memperkosa korban. ABK yang terus melawan membuat pelaku urung memperkosa korban. 

 
Apalagi korban berkali-kali mengatakan kalau dirinya sedang hamil dua bulan. Ponsel korban Iphone 6S lalu dirampas pelaku dan korban diturunkan di kawasan Bandara Sukarno Hatta. Tak terima sudah diperlakukan biadab korban langsung melaporkannya ke Polda Metro Jaya. (ind)



Apa Pendapatmu?