Jumat, 17 Agustus 2018 12:23 WIB
pmk

Europa Ligue

Hadapi Oestersunds, Mkhitaryan Tertantang Bawa Arsenal Melangkah Jauh

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID - Henrikh Mkhitaryan paling berpengalaman di Liga Europa ketimbang rekan setimnya di Arsenal. Mkhitaryan satu-satunya pemain Arsenal yang pernah mengangkat trofi di Liga Europa musim lalu saat masih main di Manchester United. Nah mampukah Mikhi kembali mengulang kisah manisnya itu musim ini?

Bukan dengan United lagi. Tapi dengan The Gunners. Mikhi akan memulainya pada laga menghadapi Oestersunds di Jaemkraft Arena, Oestersund dini hari nanti WIB (Siaran langsung SCTV / beIN Sport pukul 01.00 WIB). ''Banyak yang bilang saya takkan bisa mengulang semua itu (juara Liga Europa), tapi saya masih yakin bisa,'' kata Mikhi kepada SFR Sport.

Selain juara dengan The Red Devils, pemain yang masuk skuad terbaik Liga Europa saat musim lalu itu juga pernah menembus perempat final semusim sebelumnya saat masih bermain di Borussia Dortmund. Cuma Santi Cazorla dan Mohamed Elneny yang nyaris sama dengannya prestasi Liga Europa-nya. Cazorla dan Elneny mentok sampai semifinal.

''Saat itu pun saya juga menemui kesulitan,'' imbuh winger 29 tahun itu. Mikhi tak hanya  ditantang dengan nomor jersey-nya yang berubah jadi 77 khusus di Liga Europa itu. Mikhi juga ditantang insting kreatornya untuk menyuplai serangan Arsenal. Apalagi, tak ada kolaborasi eks Die Borussen dengan Pierre-Emerick Aubameyang.

Auba tak bisa dimainkan karena terbentur aturan UEFA. Itu karena Dortmund juga main satu ajang dengan Arsenal di Liga Europa musim ini. Dengan Mesut Oezil, kreativitasnya bakal diharapkan menyuplai bola pada Danny Welbeck yang jadi pemain nomor sembilan. Itu yang di musim ini belum pernah dialami Mikhi di laga resmi.

Dari tiga kali main berkostum Arsenal, pemain timnas Armenia itu lebih sering memberi suplai bola pada Auba. Kalaupun tidak Auba, dia pernah sekali bekerja sama dengan Alexandre Lacazette pada debutnya di Premier League melawan Swansea City (30/1). Meski tidak mampu berjalan sempurna.

Apesnya, Lacazette tak bisa dimainkan karena mengalami cedera lutut. Begitu parahnya, bomber termahal kedua di London Colney itu pun harus absen sampai enam pekan. Tidak cuma absen pada leg pertama 32 Besar Liga Europa ini, Lacazette pun melewatkan final Piala Liga di Wembley, London, menantang Manchester City (25/2). ''Semoga saya bisa kembali lebih awal,'' ungkap Lacazette, pada statusnya di Instagram-nya @lacazettealex.

Bagi Welbeck, andai dia dimainkan maka ini jadi laga pertamanya main di fase knockout Eropa setelah kali terakhir mendapatkannya di 16 Besar Liga Champions 2015-2016. Ketika itu Arsenal disingkirkan Barcelona, dan Welbeck tak mampu mencetak satu gol pun dalam dua leg. Ini momennya Welbeck.

Karena itu pula pelatih Arsenal Arsene Wenger tak mau gambling dengan mereduksi dari sisi suplai lini tengahnya. Sekalipun Oestersunds yang dihadapinya kali ini tak bisa disejajarkan dengan kekuatan Laurent Koscielny dkk, termasuk potensi mengistirahatkan Oezil terlebih dulu di laga ini.

Demi suplai sempurna bagi Welbeck, Wenger tetap memainkan kekuatan terbaik timnya. ''(Komposisi) Tim akan tetap normal, karena ini kesempatan yang kami miliki (untuk mendapat trofi musim ini), terutama karena kami tak lagi bermain di Piala FA musim ini,'' beber tactician yang sekali mampu membawa Arsenal lolos ke final Piala UEFA 1999-2000, sebelum namanya berganti jadi Liga Europa. (ren)


TOPIK BERITA TERKAIT: #liga-europa 

Berita Terkait

IKLAN