Nasional

BNN, TNI AL dan Bea Cukai Pamer Barang Bukti Sabu 1 Ton

Redaktur: Redjo Prahananda
BNN, TNI AL dan Bea Cukai Pamer Barang Bukti Sabu 1 Ton - Nasional

Barang bukti narkotika jenis sabu 1 ton 37,5 kg dipamerkan oleh BNN, TNI AL dan Bea Cukai saat konferensi pers bersama di kantor BNN Pusat, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (20/2). Yudha Krastawan/Indopos

INDOPOS.CO.ID - Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama TNI Angkatan Laut dan Ditjen Bea Cukai menggelar konferensi pers terkait kasus penyelundupan narkotika jenis sabu melalui kapal MV Sunrise Glory di kantor BNN Pusat, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (20/1).

Dalam konferensi pers bersama itu, barang bukti sabu seberat 1 ton 37,5 kilogram turut dipamerkan kepada wartawan.

"Ini adalah hasil penangkapan akhir daripada narkotika seberat 1 ton 37,5 kilogram. Lebih dari lima juta jiwa yang kita selamatkan," ujar Kepala BNN, Komjen Budi Waseso di kantor BNN Pusat, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (20/2).

Buwas menuturkan, narkotika jenis sabu yang diamankan oleh jajarannya apabila dipasarkan harganya bisa mencapai Rp 2 triliun lebih. "Karena kalau di pasaran, harga per kilogram sabu normalnya bisa lebih dari Rp 1 miliar. Tapi itu enggak penting. Yang terpenting sekarang, kita sudah menyelamatkan lima juta jiwa. Karena kalau lima juta jiwa telah terkontaminasi (narkotika), maka generasi kita ini akan hancur," tuturnya.

Buwas mengungkapkan, barang bukti sabu yang berhasil diamankan itu diperoleh berdasarkan hasil operasi gabungan antara BNN, TNI AL dan Bea Cukai. Operasi tersebut sebagai upaya menggagalkan penyelundupan barang haram tersebut oleh kapal MV Sunrise di perairan Selat Philip, perbatasan antara Singapura dan Batam, Kepulauan Riau, 7 Februari 2018 lalu. Saat itu, kapal berbendera negara Singapura itu diamankan oleh KRI Sigorut 864 milik TNI AL.

"Ini yang kedua kalinya BNN bersama TNI AL dan Bea Cukai mengungkap masuknya narkotika dari perairan. Ini adalah wujud sinergitas antara BNN, Bea Cukai dan TNI," ungkap Buwas.

Dia pun berharap agar sinergitas antara BNN, TNI AL dan Bea Cukai bisa terus dipertahankan dan ditingkatkan. "Dengan sinergitas yang baik ini, kita bisa memberikan signal kepada bandar-bandar internasional bahwa narkotika di Indonesia tidak hanya ditangani oleh Polri dan BNN saja, tetapi sudah ada Bea Cukai dan TNI, harap mantan Kabareskrim tersebut.(ydh)

Berita Terkait

Megapolitan / Gereja Katedral Jakarta Dijaga Ketat

Nasional / TNI Tambah Personel di Nduga

Banten Raya / Kota Tangerang Zona Merah Narkoba

Megapolitan / Terlibat Narkoba, Sipir Lapas Tangerang Dipecat


Baca Juga !.