Selasa, 20 November 2018 07:38 WIB
pmk

Nasional

Ketua Tim Advokat: Firman Wijaya Hanya Menggali Kebenaran Materiil

Redaktur: Redjo Prahananda

Tim Advokat Firman Wijaya saat menggelar konfrensi pers di Gesung LMPP, Menteng, Jakarta Pusat Selasa (20/2).

INDOPOS.CO.ID- Ketua tim advokasi Firman Wijaya, Junifer Gisang menyatakan bahwa Firman Wijaya hanya menggali kebenaran materiil dalam persidangan kasua proyek e-KTP. Hal tersebut disampailam Junifer Gisang saat konfrensi pers di Gesung LMPP, Menteng, Jakarta Pusat Selasa (20/2).

Ditegaskan Junifer, berkaitan laporan poliai oleh SBY terhadap Firman Wijaya ke Bareskrim dengan nomor LP:187/II/2018 pada tanggal 6 februari 2018 dengan dugaan tindak pidana pencemaran nama baik atau fitnah itu langkah yang salah. Pasalnya sesuatu hal yang wajar dilakukan seorang advokat tanya jawab dengan para saksi dalam persidangan.

"Perlu kami tegaskan, yang disampaikan rekan Firman Wijaya dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta dalam kasus proyek e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto secara  terbuka bertujuan untuk menggali kebenaran materiil dalam melaksanakan tugasnya sebagai advokat di dalam konteks kehakiman," ujarnya.

Dilanjutkan, laporan SBY bermula dari agenda persidangan perkara e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto di Pengadilan Tipikor Jakarta 5 Februari 2018. Saat itu Jaksa KPK menghadirkan saksi Mirwan Amir  mantan anggota DPR RI dari Partai Demokrat.

"Saat itu Firman Wijaya sebagai salah satu tim kuasa hukum Setya Novanto juga ikut bertanya pada saksi Mirwan. Saat itu saksi menyatakan pernah melaporkan kepada SBY adanya potensi masalah terhadap proyek e-KTP. Namun saat itu SBY berpendapat agar proyek e-KTP harus dilanjutkan, mengingat sebentar lagi pilkada," Sebut Junifer.

Lebih lanjut, terkait pernyataan Firman Wijaya di luar sidang yang disampailan kepada wartawan merupakan pengulangan yang mengutip sesuai yang terjadi dal ruang sidang seperti yang disampaikan aaksi Mirwan Amir yang menyebut nama penguasa partai pemenang tahun 2009. "Oleh karena itu, pernyataan Firman Amir tidak dapat dinyatakan sebagai fitnah dan pencemaran nama baik," jelasnya. (ndu)


TOPIK BERITA TERKAIT: #sby #korupsi-e-ktp 

Berita Terkait

IKLAN