Rabu, 19 September 2018 03:01 WIB
pmk

Nusantara

Adaloh, Destinasi Wisata Baru di Kaltim

Redaktur: Wahyu Sakti Awan

Wakil Ketua MPR RI, Mahyudin.

INDOPOS.CO.ID - Wakil Ketua MPR RI, Mahyudin mengatakan ada destinasi wisata baru di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Namun, hingga saat ini Karst Sangkulirang belom dikelola secara profesional oleh pemerintah. 

“Saya sempatkan diri mengunjungi Karst Sangkulirang Mangkalihat. Ini pertama kalinya. Pemandangan dinding, gua dan puncaknya luar biasa. Karena memiliki karakteristik relief dan drainase yang khas. Indah,” ujar Mahyudin usai melakukan Sosialisasi Empat Pilar MPR di Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur yang didampingi Ketua DPRD Kutim, Mahyunadi dan Ketua KNPI Kutim, Munir Perdana kepada wartawan, Selasa (20/2).

Mahyudin menganggap, destinasi wisata ini sangat potensial bila dikelola secara profesional. “Kutai Timur patut berbangga memiliki Karst Sangkulirang. Bila dipromosikan berkala dan dikelola secara lebih serius dapat mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD, red) yang tidak sedikit,” kata Mantan Bupati Kutai Timur itu. 

Menurut Mahyudin, Kutai Timur jangan lagi hanya bergantung pada hasil alam seperti Batubara dan Sawit tapi mulai beralih ke pariwisata, seni dan budaya.

Lebih lanjut, Mahyudin melihat banyak potensi yang dimiliki Karst Sangkulirang. “Sangkulirang setidaknya memiliki 4 potensi luar biasa, mulai potensi sejarah sebagai titik awal kemunculan manusia purba. Lalu potensi alam dan potensi fauna endemik hingga potensi ekonomi seperti sarang burung walet,” tutur politisi Partai Golkar itu.

Berdasarkan itulah, Mahyudin bersikeras agar Sangkulirang tetap dipertahankan masuk sebagai Kawasan Hutan Lindung. “Saya orang yang paling keras menolak hadirnya pabrik semen atau tambang di Sangkulirang. Bisa-bisa keindahannya terkikis habis, sungai-sungai tercemar, OrangUtan punah dan banyak dampak negatif lainnya,” kata Mahyudin.

Karenanya, Mahyudin mengimbau, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim untuk merencanakan yang terbaik bagi Karst Sangkulirang. “Pemkab Kutim harus melihat ini sebagai warisan yang harus dilestarikan. Pesona Sangkulirang harus dilindungi lewat perencanaan tata ruang, pemanfaatan lahan yang ekologis hingga pembangunan akses jalan untuk pembangunan berkelanjutan,” Pungkas Mahyudin. (aen)


TOPIK BERITA TERKAIT: #wisata-bahari 

Berita Terkait

IKLAN