Senin, 24 September 2018 05:18 WIB
pmk

Kesehatan

Usia 30, Rentan Pelambatan Regenerasi Kulit

Redaktur:

CANTIK-Para model yang tetap menjaga kesehatan kulitnya di usia 30 tahun ke atas. Foto: Dewi Maryani/ INDOPOS

INDOPOS.CO.ID – Bertambahnya usia membuat regenerasi kulit semakin melambat yang membuat sel kulit mati semakin menumpuk di permukaan. Inilah yang yang membuat wajah menjadi lebih kusam, kering dan kasar.

Dermatologis Dr. Melyawati Hermawan mengungkapkan, pelambatan regenerasi kulit mulai terjadi saat seseorang memasuki usia 30 tahun. Misalnya, elastisitas kulit wajah perempuan Indonesia, akan berkurang 0,5 persen setiap tahunnya. ''Ditambah lagi, di usia ini, beban hidup yang dirasa mungkin akan semakin berat, seperti merasa stres memikirkan berbagai hal, mulai dari anak, keluarga hingga pekerjaan,'' ujarnya dalam acara perayaan 10 tahun Pond's Age Miracle di SCBD, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Hasil riset yang dilakukan The Pond's Institute pada 2016 dan National Survey dari Accenture seakan menjadi menguatkan hal tersebut. Di mana, stres dan kurang tidur bisa melemahkan 70 persen kolagen kulit. ''Ini bisa meningkatkan resiko munculnya keriput pada wajah dan membuat wajah terlihat 2,5 tahun lebih tua. Apalagi jika ditambah dengan terlalu sering terpapar sinar matahari, polusi, atau asap rokok,'' kata Dermatolog dari Fakultas Kedokteran Universitas Atmajaya ini.

Dia menyebutkan ada beberapa tanda-tanda umum penuaan. Seperti kulit kasar, vlek semakin banyak dan munculnya garis-garis halus. ''Yang paling ringan gejalanya kulit kasar, lambat laun muncul garis-garis halus, flek makin banyak. Gejala-gejala yang kita mesti aware,'' tandasnya.

Melyawati menjelaskan, pada perempuan usia 30an, ada hambatan dalam pengelupasan pigmen pada sel kulit yng berfungsi untuk regenerasi kulit.

Dengan tidak terkelupasnya pigmen tersebut, maka wajah menjadi terlihat kusam dan kering sebab wajah dipenuhi oleh sel kulit mati. Pigmen ini setidaknya berganti setiap sebulan.

Di saat yang sama, kolagen pada kulit juga berkurang. Hal-hal itu lah yang menyebabkan kerutan wajah semakin tampak. Karenanya butuh treatment khusus yang bisa mengatasi hal itu.

Dermatolog dari Siloam Hospital itu menyarankan agar para perempuan usia 30an lebih cermat dan cerdas dalam mencari produk perawatan kulit yang tepat, yakni dengan memilih produk anti-aging dengan kandungan yang bisa merangsang regenerasi kulit. ''Rata-rata kalau mau anti-ageing kita butuh kandungan retinoic acid atau asam retinoat. Itu kayak holy grail-nya kalau kita perawatan kulit karena cuma dia yang bisa merangsang regenerasi kulit,'' tandasnya.

Salah satu cara mencegah penuaan adalah rutin menggunakan tabir surya untuk melindungi kulit dari paparan matahari. Sedangkan krim anti-aging untuk perawatan malam hari. ''Yang penting tepat dan konsisten pakainya,'' katanya.

Hal ini juga diungkapkan Marketing Manager Face Care Category PT Unilever Indonesia, Amarylis Esti Wijono. Selain kulit yang mulai menunjukkan tanda-tanda penuaan, kulit wajah perempuan usia 30an juga dipengaruhi oleh pola hidup. Pola hidup yang dimaksud seperti gaya hidup tidak sehat, stres, hingga kurang tidur.

Namun, wajah yang putih tak selalu memiliki kulit yang sehat. ''Bicara soal kulit yang sehat, bukan berarti kulit putih pasti sehat,'' kata Dr Melyawati.

Dia menambahkan, kulit yang sehat justru kulit yang bersinar alias glowing tanpa pemakaian produk makeup apapun. Rona tersebut biasanya terpancar dari penerangan atau lampu yang memantul ke sel kulit yang 'hidup'. ''Jadi tidak mesti putih. Kulit meskipun gelap tapi enggak kusam karena lampu mantulnya ke sel kulit yang hidup,'' pungkasnya. (dew)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #kesehatan 

Berita Terkait

Lawan Stigma dengan Lari Marathon

Lifestyle

Sunglasses Tangkal Katarak Dini

Kesehatan

Seksi Sixpack Tanpa Sit Up

Kesehatan

Ketua MUI : Vaksin MR Wajib

Nasional

Lasik, Tindakan Cepat Persiapan Lama

Kesehatan

IKLAN