Jumat, 21 September 2018 03:32 WIB
pmk

Liga Inggris

Liverpool vs West Ham, Super-Mane Kembali

Redaktur:

Sadio Mane

INDOPOS.CO.ID - MUSIM INI, menyebut Liverpool artinya menyebut nama Mohamed Salah. Roberto Firmino atau Sadio Mane yang di musim sebelumnya dielu-elukan bak pemberi support bagi Salah. Kini, Super Mane pun kembali.  Julukan itu kian komplet malam nanti WIB ia juga mencetak gol. ''Gol demi gol itu membuat saya lebih konfiden,'' ucap Mane, dikutip Liverpool Echo.

Kenapa Super Mane itu comeback? Itu dari koleksi gol-golnya bagi Liverpool sepanjang musim ini. Di balik performanya yang sempat menurun pada bulan kedua dan ketiga di Premier League, Pemain Terbaik Liverpool musim lalu itu mulai menggeliat pekan lalu. Dia menggeliat sejak mencatat hat-trick pertamanya musim ini ke gawang Porto (14/2) di Liga Champions.

Tiga gol itu sudah mengakumulasikan koleksi Mane jadi 12 gol dari 28 pertandingannya musim ini di semua ajang. Dia hanya terpaut satu gol untuk kembali seperti musim pertamanya. Musim lalu, musim pertama Mane bersama The Reds, dia mencetak 13 gol dari 29 kali bermain di semua ajang.

''Saya melihat ke depan, kembali melanjutkan memberi semua yang terbaik dari diri saya seperti yang sudah saya berikan sebelumnya. Meski nanti saya belum merasa sudah bisa berada di kemampuan terbaik saya,'' tutur striker timnas Senegal itu. Walau koleksi golnya tinggal satu gol lagi gap-nya, performa Mane di Premier League masih menurun.

Musim lalu, dia mencetak 13 gol dari 27 laga. Musim ini, dia baru mencetak enam gol di 19 laga Premier League. Tantangan Mane, West Ham salah satu klub Premier League yang bisa jadi ganjalannya mencetak gol. Baik ketika Mane masih memperkuat Southampton atau bahkan begitu dia jadi penggawa The Reds.

Ketika Liverpool menghajar The Hammers 4-1 di London Stadium, 4 November dia pun hanya menyumbang dua assist. Total, dari lima kali dia menghadapi West Ham, hanya 3 assist-nya yang jadi pembeda. Nah, pada bentrok keenam ini gelandang West Ham Cheikhou Kouyate  tak ingin tren sulit Mane itu terputus.

Dilansir Goal Kouyate menyebut dia sudah paham bagaimana cara meredam Mane pada laga nanti WIB. Selain pernah head to head dengan Mane, Kouyate pun rekan setim Mane pada saat membela timnas Senegal. ''Main melawannya itu seperti main melawan teman sendiri. Dan saya sudah paham seperti apa karakternya, dan cara meredamnya,'' ungkap Kouyate.

Jurgen Klopp

Yang jelas, musim ini, Liverpool memang memiliki empat opsi center back. Mulai Ragnar Klavan, Joel Matip, Dejan Lovren, dan Virgil van Dijk. Nah, dari keempat pemain itu, kolaborasi dua center back terakhir yang paling sering dipercaya Juergen Klopp. Hasilnya? Dibandingkan kolaborasi bek tengah lainnya di The Reds, keduanya lebih klop.

Lovren, seperti dikutip Sky Sports, terkesan dengan cepatnya Van Dijk adaptasi dengan dirinya dalam jantung pertahanan Liverpool. ''Saya tak pernah merasakan adaptasi secepat ini,'' sebut Lovren. Sebelum kedatangan Van Dijk, Lovren pernah menjajal berkolaborasi di jantung pertahanan dengan Matip atau Klavan.

Meski baru belum genap dua pekan, dan baru bersama dalam tiga pertandingan, Lovren dan Van Dijk sudah memberi efek bagus bagi defense Liverpool. Main tiga kali, dua laga yang terakhir Liverpool sukses clean sheet. Saat menang 2-0 atas Southampton (11/2) dan menyikat Porto dengan lima gol tanpa balas (14/2).

Lovren menyebut, itu bagusnya bekerja sama dengan bek terbaik. ''Virgil salah satu dari bek terbaik dunia itu,'' puji Lovren. Selain berkolaborasi dengan Lovren, sejak dibeli Liverpool sebagai bek termahal dunia dengan GBP 75 juta (Rp 1,43 triliun) Van Dijk juga pernah berduet dengan Matip.

Efeknya tak sebagus ketika bersama Lovren. Kolaborasi Van Dijk-Matip hanya satu kali mencatat clean sheet dari empat kali bermain bersama. Ketika keduanya bertugas, gawang klub asuhan Juergen Klopp itu kebobolan sampai lima kali. Selain dari faktor Van Dijk sendiri, cepat atau lambat adaptasi juga ditentukan dari strategi Kloppo.

''Terkadang saya juga masih mengingatkan dia (Van Dijk). Saya membantunya sebanyak yang saya mampu. Karena saya tahu, tak mudah untuk beradaptasi dalam periode tersulit ketika berada di posisi dia,'' kata bek 28 tahun itu. Striker West Ham Marko Arnautovic pun tertantang untuk mempecundangi duet Lovren-Van Dijk. ''Masih ada celah darinya (Van Dijk), kami bakal coba memanfaatkannya,'' kata Arnie, sapaan akrab Arnautovic. (ren)


TOPIK BERITA TERKAIT: #liverpool #liga-inggris 

Berita Terkait

Prediksi Liverpool vs PSG: Reuni Panas Mantan Dortmund

Liga Champions

Liverpool vs PSG, Klopp Dominasi Tuchel

Liga Champions

Prediksi Tottenham vs Liverpool, Si Merah Tak Boleh Panik

Liga Inggris

Prediksi Tottenham vs Liverpool, Si Merah Tak Boleh Panik

Liga Inggris

IKLAN