Minggu, 23 September 2018 08:00 WIB
pmk

Nusantara

Rel Tergenang Banjir, Perjalanan Lumpuh, Kereta Api Dialihkan

Redaktur:

MELUAP - Jalur Kereta Api Cirebon-Brebes. tepatnya diperbatasan Stasiun Ciledug Cirebon dan Ketanggungan Brebes, terdampak akibat banjir dari Sungai Cisanggarung, kemarin.

INDOPOS.CO.ID –   Tingginya intensitas hujan di sejumlah kawasan Pantura Cirebon menyebabkan Sungai Cisanggarung yang ada di kawasan Timur Cirebon meluap pada Jumat (23/2). Kondisi tersebut menyebabkan banjir di sejumlah permukiman termasuk jalur kereta api. Imbasnya, 33 kereta api yang berangkat atau tiba ke Jakarta dipastikan lumpuh.

Senior Manager Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Edy Kuswoyo menjelaskan titik genangan air berada di km 252+5/7 hingga Km 254+400 antara Stasiun Ketangguhan - Ciledug. Setelahnya, jalur utara juga ikut kena banjir. Tepatnya di antara Stasiun Tanjung dengan Stasiun Losari atau arah Tegal. "Banjir membuat gogosnya jalur kereta api," kata Edy saat dihubungi Jawa Pos kemarin.

Atas kejadian di dua lokasi ini mengakibatkan perjalanan KA yang melintas di wilayah Daop 3 Cirebon tidak bisa dilewati, dan berimbas pada keberangkatan KA dari Daop 1 Jakarta.

Banjir  membuat rel kereta terlalu bahaya untuk dilewati. Sebab batu dan tanah yang menyangga rel terbawa air. Dengan kata lain rel tergantungt. "Keberangkatan 33 KA dari Daop 1 Jakarta mengalami gangguan dan keterlambatan kedatangan," ucapnya.

Walaupun demikian, hingga berita ini diterbitkan seluruh kereta api tetap akan diberangkatkan. Kereta api yang melintas di jalur tersebut akan dialihkan atau memutar. Hal tersebut yang mengakibatkan adanya keterlambatan jadwal tiba di stasiun tujuan.

Berdasarkan pantauan di Stasiun Gambir, keterlambatan datang dialami tiga kereta. Ketiga kereta tersebut adalah Argo Lawu dari Stasiun Solo Balapan, Argo Bromo Anggrek dari Stasiun Pasar Turi Surabaya, dan Argo Parahyangan dari Bandung.

"Mohon maaf kepada seluruh pengguna kereta api atas terjadinya banjir, sehingga perjalanan beberapa KA terganggu dan mengalami keterlambatan. Dan, harapan kita semoga jalur KA yang terdampak bisa segera ditangani, sehingga perjalanan kereta api bisa berjalan normal kembali," kata  Edy.

Karena perjalanan kereta dari Jakarta yang menuju ke luar daerah tetap diberangkatkan dengan rekayasa jalur, maka tidak terjadi penumpukan penumpang di Gambir. Demikian pula pantauan di Stasiun Senen, tidak terdapat penumpukan penumpang.

Sementara itu Kepala Humas PT KAI (persero) Agus Komarudin menceritakan informasi mengenai banjir pertama kali diketahui warga. Kemudian mereka melaporkan ke pihak Stasiun Ciledug. "Kemudian pada pukul 00.44, KAI membatasi kecepatan kereta. Sampai pada pukul 02.45 WIB dinyatakan tidak dapat untuk dilewati," ucapnya.

Agus menjelaskan untuk pelayanan penumpang, KAI melakukan rekayasa pola operasi overstapen atau diantar menggunakan bus. Penumpang yang mendapatkan pelayanan tersebut antara lain kereta Tegal Bahari yang harusnya berakhir di Stasiun Tegal harus berakhir di Cirebon.

Selanjutnya Kereta Tegal Ekspres tujuan Stasiun Tegal, berakhir di Cirebon Prujakan. Sedangkan KA Tegal bahari yang seharusnya berangkat dari Stasiun Tegal,  diberangkatkan dari Stasiun Cirebon.

"Untuk penumpang KA 1 Argo Anggrek tujuan Stasiun Gambir, penumpang dipersilahkan untuk turun di Stasiun Tanjung kemudian para penumpang diangkut bus ke Stasiun Cirebon untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan dengan KA 2 Argo Anggrek," ujarnya.

Penumpang KA Sawunggalih Pasar Senen-Kutoarjo, penumpang turun di Stasiun Cirebon.  Kemudian para penumpang overstapen ke Stasiun Tegal untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan ke Stasiun Kutoarjo dengan KA 121 Sawunggalih. Rekayasa yang sama juga diberlakukan untuk arah sebaliknya.

Agus melanjutkan untuk penumpang KA Argo Lawu di Stasiun Prupuk overstapen ke Stasiun Cirebon. Perjalanan dilanjutkan dengan KA Dwipangga. "Bagi para penumpang apabila ingin membatalkan perjalanan dengna tiket yang telah dibeli, KAI akan mengembalikan 100 persen untuk kereta yang terdampak banjir di wilayah tersebut," ujar Agus.

Sedangkan untuk perbaikan jalur, PT KAI menambah material batu balas. Kemarin sekitar pukul 16.50 WIB, dari barat ke timur antara Stasiun Ciledug-Ketanggungan sudah bisa dilewati dengan kecepatan 5 kilometer/jam. "KA pertama yang berhasil melintas yakni KA Gayabaru Selatan,"tuturnya. (lyn)


TOPIK BERITA TERKAIT: #banjir 

Berita Terkait

Dua Kabupaten Tenggelam

Nusantara

Aceh Jaya Dilanda Banjir, 640 Warga Mengungsi

Nusantara

IKLAN