Kamis, 15 November 2018 11:41 WIB
pmk

Wanita

Menakar Impian Si Kecil, Jangan Dipaksa Bunda, Fasilitasi Saja

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID - Setiap anak pasti punya cita-cita. Namun tak jarang orangtua lebih suka memaksakan kehendak mereka kepada buah hati.

Padahal, tugas orangtua adalah melihat dan memfasilitasi bakat anak. Psikolog Anak, Remaja, dan Keluarga Roslina Verauli menjelaskan, setiap anak memiliki impian tersendiri. Peran orangtua sangat penting dalam membantu anak membangun impian yang sesuai dengan potensi bakatnya masing-masing.

Terkadang, menemukan bakat anak tak bisa dianggap mudah. Banyak orangtua yang masih meraba-raba apa sebenarnya bakat anak, terutama jika anak tak menunjukkan kecenderungan minat pada bidang keahlian tertentu.

''Salah satu cara terbaik melihat bakat anak adalah memberikan kepercayaan padanya,'' ujar psikolog yang akrab disapa Vera ini dalam acara tahunan Cussons Bintang Kecil dengan tema "Impian Sang Bintang" di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, akhir pekan lalu.

Dengan memberikan kepercayaan, lanjutnya, akan memberi dorongan kepada anak untuk memiliki mimpi. Namun jika anak belum memiliki mimpi, orangtua dapat menjelaskan apa itu mimpi dan apa pentingnya sebuah mimpi.

''Setiap individu sejak awal mereka lahir sudah memiliki dorongan untuk memiliki mimpi. Maka itu, sebagai orangtua wajib memberikan kepercayaan agar anak merasa percaya diri akan apa yang ia miliki,'' imbuhnya.

Selain memberikan kepercayaan, menurut Vera yang harus dilakukan adalah memberikan fasilitas kepada sang anak. Orangtua dapat melihat, hal apa saja yang menjadi kelebihan sang anak atau kegiatan apa saja yang menonjol, dan pandai dilakukan anak.

''Jika Anda sudah melihat hal-hal apa saja yang menonjol, atau kegiatan apa yang disukai dan anak dapat melakukannya dengan baik, disitulah bakat anak tersebut. Orangtua tinggal memberikan rasa percaya dan fasilitas agar bakat sang anak dapat tersampaikan dan lebih percaya diri akan apa yang ia miliki,'' katanya.

Vera menambahkan, khususnya bagi anak-anak generasi alfa yang besar di era digital, yang mampu beradaptasi dengan perubahan dan menyerap informasi dengan sangat cepat. Mereka dianjurkan untuk memiliki keterampilan dan keahlian yang spesifik, dengan mengikuti berbagai kegiatan positif seperti ajang kompetisi sejak kecil.

Setiap kegiatan itu pun, lanjutnya, tidak bisa dipaksa. ''Dengan ini anak-anak akan memperoleh perubahan positif dari lingkungannya untuk membangun kepercayaan diri mereka atas kemampuannya dan menjadi bintang di masa depan,'' ujarnya.

Senior Group Brand Manager PZ Cussons Indonesia Bunadi Wijaya menambahkan, pihaknya percaya bahwa setiap anak memiliki kesempatan dan kemampuan untuk menjadi seorang bintang di masa depan. Karena itu, Cussons Bintang Kecil Season 6 hadir dengan format yang lebih istimewa dan mengusung tema 'Impian Sang Bintang'.

''Ajang ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk membantu mewujudkan mimpi anak-anak dengan memberikan yang terbaik untuk anak-anak Indonesia. Kami mendukung komitmen tersebut di dunia pendidikan, kami menjalankan misi sosial dengan mendukung program 'Bersama Cerdaskan Anak Bangsa' dengan Yayasan Kick Andy dan Super Indo,'' tutupnya.

Sebagai bagian dari rangkaian acara Grand Final Cussons Bintang Kecil Season 6 yang di selenggarakan selama 3 hari (23–25 Februari 2018) di Grand Atrium Mall Kota Kasablanka, Cussons Baby & Cussons Kids menggelar acara diskusi media yang bertajuk "Kenali Impian & Kembangkan Bakat dari Generasi Alfa". (dew)

Tips Melihat Potensi Buah Hati

  1. Persiapan dan pengenalan bakat. Kenali bakat anak sejak dini, apakah dia punya talenta menyanyi, olahraga, atau menggambar. Baru kemudian diarahkan dengan memberikan anak pendidikan ekstra seperti kegiatan ekstrakurikuler atau les.
  2. Libatkan anak pada minatnya. Jika anak ingin menjadi penari, sesekali ajaklah mereka menonton pementasan tari. Ikutkan juga ia ke dalam lomba, agar anak dapat melihat kompetisi yang terjadi di dalamnya. Jika anak merasa menjadi penari adalah hal yang benar-benar dia inginkan, percayalah, anak akan berusaha sekuat tenaga menunjukannya.
  3. Ketertarikan bisa juga muncul karena mood. Di sinilah peran orangtua dibutuhkan. Misalnya, sesekali ajak anak menonton pertandingan olahraga. Minatnya terhadap olahraga bisa jadi akan muncul belakangan.
  4. Perluas wawasan. Dulu, orang biasanya mengaitkan kesuksesan dengan orang yang bekerja di perusahaan hebat dalam kurun waktu lama dan punya gaji besar. Sementara itu, profesi seperti pelukis atau pemusik hanyalah pekerjaan main-main. Pemikiran semacam ini sudah kuno! Menjadi orang besar di sebuah perusahaan yang bisa menggaji dan menyejahterakan banyak orang nilainya lebih tinggi,  lho. Karena itu, perluaslah pemikiran dan wawasan ortu bahwa zaman sekarang sudah modern, bukan zaman kolot lagi.

Dari berbagai sumber

Ini Dia Cita-Cita Anak Millenial

Moms, mungkin cita-cita anak millenial akan berbeda dari impian ortu semasa kecil. Ortu jangan kaget, jika anak kita sudah memiliki cita-cita yang unik dan berbeda. Mungkin dengan mengetahui cita-cita anak millenial sekarang, Moms bisa lebih open minded dengan rencana cita-cita anak di masa depan ya.

Hasil survei mengungkap bahwa berbagai jenis pekerjaan yang terkait dengan industri IT dan keuangan menjadi semakin populer di kalangan pelajar masa kini, termasuk di bidang sains dan teknik. Jenis pekerjaan tersebut mampu menggeser kepopuleran dokter/ suster, polisi/ tentara militer, dan guru/ dosen, yang merupakan pekerjaan impian yang favorit pada generasi sebelumnya. 

Berikut urutan pekerjaan favorit anak-anak Indonesia dalam generasi milenial.

  1. Wiraswasta atau pengusaha
  2. Spesialis di bidang IT
  3. Akuntan
  4. Bidang financial atau perbankan
  5. Ilmuan atau insinyur

Dari berbagai sumber


TOPIK BERITA TERKAIT: #bakat-anak 

Berita Terkait

IKLAN