Rabu, 26 September 2018 06:06 WIB
pmk

Jakarta Raya

Warga Bantaran Sudah Disiapkan Hunian Pengganti

Redaktur:

Alat Berat - Banjir Kanal Barat (BKB) terus mengalami pengerukan untuk naturalisasi sungai

INDOPOS.CO.ID - JUMLAH unit rumah susun (rusun) yang dimiliki Pemprov DKI Jakarta mencapai 1.500. Saat ini, juga dibangun 24 tower rusun dengan jumlah sekitar 3.000 unit. Dengan begitu, warga yang tinggal di bantaran sungai dan akan direlokasi dalam upaya penanganan banjir, dapat dilaksanakan.

Pemprov DKI juga sedang membangun rumah hunian DP Rp 0, di Pondok Kelapa Jakarta Timur. Kemudian, juga merencanakan membangun di Kawasan Pusat Industri Kecil (PIK), Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) DKI Jakarta, Agustino Dharmawan, mengungkapkan selain di Pondok Kelapa, tahun ini pihaknya juga berencana membangun satu lagi hunian DP nol rupiah, yaitu di Kawasan PIK Penggilingan.

"Konsep hunian DP nol rupiah yang akan dibangun di Kawasan PIK tersebut nantinya tidak akan sama dengan yang saat ini tengah dibangun di Pondok Kelapa. Hunian DP nol rupiah yang dibangun di Kawasan PIK Penggilingan itu akan memiliki delapan tower. Masing-masing tower terdiri dari lima lantai. Totalnya nanti ada sebanyak 400 unit," ujar Agustino.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, berencana membangun rumah susun (rusun) dengan konsep hybrid. Konsep ini diharapkan dapat menggantikan konsep rusun yang terkesan kumuh.

Nantinya konsep rumah ini akan diuji coba di 17 RW di Penjaringan, Jakarta Utara. Karena wilayah tersebut masuk dalam kawasan kumuh di ibu kota. "Kita harapkan ada 2 proyek utama yaitu akses air dan juga sanitasi dan yang kedua rusun yang hybrid. Mungkin 5-6 lantai saja gantikan rumah warga yang kumuh miskin, kumuh padat yang timbulkan banyak permasalahan sosial," kata Sandiaga.

Sandiaga menambahkan, konsep rusun hybrid ini bakal dilengkapi fasilitas seperti apartemen yaitu tersedianya pendidikan dan peluang usaha. "Tadi kami dengar sendiri dari warga RW 17 cari lapangan kerja di sana susah dan harga bahan pokok meningkat luar biasa terutama bahan pangan. Jadi kami ingin ada juga peluang ekonomi," tuturnya. (wok)


TOPIK BERITA TERKAIT: #banjir #naturalisasi-sungai 

Berita Terkait

Cegah Banjir, Saluran Penghubung Dikeruk

Jakarta Raya

Dua Kabupaten Tenggelam

Nusantara

Aceh Jaya Dilanda Banjir, 640 Warga Mengungsi

Nusantara

IKLAN