Minggu, 18 November 2018 07:43 WIB
pmk

Nasional

Produsen Berita Hoax, Murni Berlatar Ekonomi

Redaktur: Redjo Prahananda

Foto : Istimewa

INDOPOS.CO.ID - Maraknya berita Hoax di Indonesia menjadi tantangan khusus Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo). Ternyata berita tersebut sengaja diproduksi khusus untuk keperluan segelintir orang atau kelompok. Hal ini terungkap dalam diskusi  ‘Media di Antara Pusaran Pilkada dan Hoax’ di Wisma PKBI, Jakarta Selatan, Rabu (28/2) siang. 

Dirjen Aptika Kemenkominfo, Samuel Abrijani Pangarepan mengatakan sumber berita hoax tersebut ada industri tersendiri dengan ada yang membuatnya sesuai dengan kebutuhan pesanan orang tertentu. Bahkan para pembuat berita negatif tersebut bisa mengumpulkan uang per bulan hingga Rp 50 juta. "Ini pengakuan dari orang yang membuat berita negatif sejak 2009 lalu. Jadi mereka membuat dan menyebarkan sampai berita negatif itu jadi viral. Tujuannya murni untuk mendapatkan keuntungan saja," ucap Samuel.

Jika memang ada pembuat berita hoax yang memihak pada ideologi tertentu biasanya Website yang dipakai selalu berubah-ubah. Atau menutupi akun mereka dengan konten yang berbeda. "Sehingga mereka tidak langsung terang-terangan. Jadi memang ada pasarnya karena ada penjual dan pembeli," bebernya. 

Ia menyebut setiap tahun pengguna internet di Indonesia semakin meningkat. Pengguna internet saat ini lebih 54 persen, mayoritas berusia 35 tahun.

Namun, sayangnya peningkatan penguna internet itu tidak sejalan dengan peningkatan kualitas literasi penggunaanya. Sehingga, akibatnya adalah masyakarat gampang percaya dengan informasi-informasi yang tidak jelas bertebaran di media sosial. “Pengguna internet semakin tinggi, namun literasi belum jalan dengan baik,” katanya. 

“Peningkatan yang tajam itu dengan literasi rendah itulah yang menjadi banyak perbedaan di masyarakat saat ini. Masyarakat mudah berpengaruh dengan hoax. Ini yang kita hadapi saat ini,” tandas Samuel. (hfz)


TOPIK BERITA TERKAIT: #berita-hoax #kemenkominfo 

Berita Terkait

IKLAN