Kamis, 20 September 2018 04:37 WIB
pmk

Nusantara

Blokir 71 Juta Simcard, Pelanggan Protes Selalu Gagal Registrasi

Redaktur:

Rudiantara

INDOPOS.CO.ID - Masa registrasi simcard (kartu prabayar) resmi berakhir, kemarin (28/2). Data Kemenkominfo ada sebanyak 305 juta kartu terdaftar dari 376 juta kartu aktif. Artinya ada 71 juta simcard belum diregistrasi bakal diblokir.

Pelanggan sendiri beralasan belum mendaftarkan kartu simcard-nya karena kartu sekali pakai. Ada juga yang mengaku selalu gagal registrasi. Di kondisi itu, banyak pelanggan lalu datangi langsung counter layanan provider. Tak heran di hari terakhir layanan customer service provider di Metropolis terpantau cukup ramai. Seperti yang terlihat di GraPARI Telkomsel MDP store. Sejumlah pelanggan pun harus sabar antri menemui CS.

Ternyata rata-rata pelanggan yang datang langsung karena sudah registrasi ulang via SMS ke 4444 tapi selalu gagal. "Sudah coba berkali-kali gagal terus. Disebut NIK (nomor induk kependudukan) tidak valid," ujar Sari, 23, warga Jl Angkatan 45 di kantor GraPARI, kemarin.

Maka inisiatif langsung datang ke counter layanan. "Takut kena blokir, ini kan hari terakhir (kemarin, red)," ujar mahasiswi PTN ini. Ada juga yang menganggap registrasi itu terlalu repot. "Nggak ngerti daftar sendiri, nanti salah," terang Zulkarnain, 28, warga Jl Jepang, kemarin. "Apalagi sayang ini kartu lama. Teman-teman dan keluarga tahunya nomor ini," cetusnya.

Tak berbeda di gerai XL Center Jl Angkatan 45. Antrian terpantau ramai di pagi hari, namun tetap kondusif. Padahal sebenarnya, XL sendiri sudah membuka layanan registrasi ulang tak hanya lewat XL center terdekat, juga bisa via SMS ke 4444 atau aplikasi myxl dan website XL.co.id/registrasi. "Gagal terus via SMS. Makanya lebih baik datang ke gerai-nya ketimbang kartu hangus," terang Ria Apriani (27), warga Jl Sukarela Km 7 di gerai XL, kemarin.

Pelanggan di daerah ternyata juga banyak alami kegagalan yang sama. "Sudah berulang kali diregistrasi via SMS, tapi tidak berhasil juga. Jawaban yang diterima justru NIK salah. Padahal hari ini (1/3) hari terakhir," kata Atien Ningsih, salah satu staf instansi di Kecamatan Sungai Lilin, kemarin.

Karena masalah itu, beberapa warga justru melapor ke Kantor Camat Sungai Lilin menanyakan registrasi simcard gagal gara-gara NIK. "Banyak yang lapor. Ya kita arahkan konsolidasi manual ke Disdukcapil, tapi ada juga yang kita bantu," kata Kalis, petugas KTP Elektronik Kecamatan Sungai

Lilin, kemarin. Karena masalah itu, pihaknya bahkan berencana buka posko aduan pelanggan yang gagal registrasi. "Tapi kita koordinasi dulu dengan Disdukcapil," cetusnya.                 Dirjen Penyelengaraan Pos dan Informatika Kemenkominfo, Ahmad Ramli menerangkan mulai (1/3) pihaknya memblokir sebagian akses komunikasi bagi pemilik kartu prabayar yang belum melakukan registrasi. Total jumlahnya 71 juta simcard belum terdaftar.

Pemilik nomor yang belum teregistrasi itu tidak bisa melakukan panggilan keluar (ongoing call) dan mengirim SMS. ”Kalau menerima telepon dan SMS masih bisa, paket data internet juga masih bisa,” ungkapnya, kemarin.

Para pemilik kartu yang tidak teregistrasi diberi waktu sampai sebulan atau akhir Maret 2018. Jika pada 1 April 2018 belum juga melakukan pendaftaran, pemilik nomor tidak akan bisa menelpon dan mengirim SMS, juga menerima telepon maupun SMS. “Tapi paket data masih bisa. WhatsApp-nya masih aktif, Line-nya, buka Facebook juga masih bisa,” imbuh Ramli.

Jika pemilik kartu belum juga melakukan registrasi hingga akhir April 2018, pada 1 Mei 2018 diberlakukan pemblokiran total terhadap seluruh akses komunikasi. Meliputi panggilan, SMS, maupun paket data. ”Semua akses akan ditutup total,” ujarnya. Ramli berharap masyarakat yang belum mendaftarkan nomornya segera mendatangi gerai-gerai operator terdekat.

Registrasi harus dilakukan secara legal dan sesuai dengan prosedur. Sebab, saat ini banyak beredar cara registrasi menggunakan NIK dan nomor KK yang tersebar di internet. ”Jangan registrasi dengan cara itu, pelanggaran hukum,” tambahnya. Ramli juga menugaskan setiap operator untuk melaporkan secara berkala progres pendaftaran pelanggan kartu prabayar miliknya pada Kemenkominfo.

Sementara itu, Menkominfo Rudiantara mengatakan, pemerintah sudah melakukan sosialisasi cukup lama, yakni empat bulan. Dia juga berterima kasih kepada media yang membantu menyosialisasikan keharusan registrasi SIM card itu. “Namun jika masih ada masyarakat yang tidak mengetahui kebijakan tersebut, pemerintah tidak bertanggung jawab,” timpalnya.

Ditanya soal sulitnya masyarakat melakukan registrasi karena ketidakcocokan NIK dan nomor KK, Rudiantara tidak memberikan solusi yang rinci. Dia mengaku sejauh ini sudah ada 200 juta lebih masyarakat yang berhasil melakukan registrasi. Datang ke gerai (operator) saja, gerainya malah senang didatangi,” ungkapnya. Melalui registrasi tersebut, pemerintah saat ini sebetulnya juga sedang mencocokkan dan menghitung jumlah pelanggan operator seluler. (ran/cj10/chy/kur/tau/rin/oki/fad)


TOPIK BERITA TERKAIT: #registrasi-simcard #kemenkominfo 

Berita Terkait

IKLAN