Kamis, 20 September 2018 07:56 WIB
pmk

Kesehatan

Pengguna KB Berpotensi Hipertensi

Redaktur:

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INDOPOS.CO.ID - Hipertensi masih menjadi momok bagi masyarakat Indonesia. Menurut Survei InaSH (Indonesian Society of Hypertension) pada Mei 2017, Indonesia berada di urutan keempat sebagai pengumpul data terbanyak terkait

masalah hipertensi. Oleh karena itu, upaya pencegahan dan pengontrolan penyakit hipertensi di Indonesia masih terus ditingkatkan.

Ahli kesehatan menyarankan Pengecekan Tekanan Darah di Rumah (Ceramah) secara rutin untuk mendeteksi hipertensi sejak dini. ''Pengukuran di rumah lebih menggambarkan tekanan darah 

sebenarnya, as dilakukan benar. Bukan berarti tidak perlu konsultasi ke dokter. Bawalah hasil tes di rumah sehingga dokter mengetahui. Ini penting tetapi komplementer,'' kata Spesialis Syaraf dari Fakultas Kedokteran Universitas Katolik (Unika) 

Atma Jaya, Dr dr Yuda Turana, Sp.S di Jakarta, baru-baru ini. Yuda menjelaskan, hasil pemeriksaan tekanan darah di klinik umumnya lebih tinggi ketimbang di rumah, sehingga bisa saja hasil itu tidak sepenuhnya mencerminkan tekanan darah pasien. 

Sebelum memeriksa sendiri tekanan darah, lanjutnya, sebaiknya alat pemeriksa terlebih dulu dicek, memastikan pengukur tekanan sudah divalidasi dulu, dan mempersiapkan diri. "Duduk istirahat selama dua menit. Posisi duduk dianjurkan berbarinv. Jangan minum kopi, buang air dulu. Kalau sedang meminum obat tertentu, jangan dikonsumsi,'' sarannya.

Pengukuran paling bagus dilakukan pagi dan malam, satu jam setelah bangun dan sebelum tidur, sebelum meminum obat apapun. Dia juga menyarankan pengukuran dilakukan pada lengan atas bukan jari, pergelangan tangan atau leher sebanyak dua sampai tiga kali.

''Lengan kanan dan kiri dengan beda waktu satu menit. Pengukuran pagi lebih bagus daripada di sore hari. Bila angka menunjukkan 135/85 dan diatasnya, sudah disebut hipertensi," paparnya.

"Harus dilengan atas bukan dijari, pergelangan tangan atau leher. Pengukuran di rumah untuk deteksi hipertensi terselubung, white coat hypertension,'' imbuhnya.

Dia menambahkan, pengukuran tekanan darah di rumah penting untuk menghindari komplikasi hipertensi salah satunya stroke. Masalah hipertensi, ternyata tak hanya menghantui laki-laki tetapi juga perempuan. 

Kesadaran untuk melakukan pengecekan tekanan darah rutin juga perlu dilakukan oleh perempuan, khususnya perempuan yang menggunakan kontrasepsi hormonal seperti pil KB, suntik KB dan susuk KB. ''Pada perempuan, terutama yang muda-muda, ibu-ibu yang mengkonsumsi pil KB, suntik KB, sering-seringlah ukur tekanan darahnya," beber Ketua 12th Scientific Meeting of InaSH dr Rossana Barack, SpJP, FIHA.

Rossana mengatakan, kontrasepsi hormonal seperti pil KB, suntik KB maupun susuk KB pada dasarnya merupakan obat yang tidak hanya terdiri dari estrogen. Kombinasi di dalam obat kontrasepsi ini, lanjut Rossana, dapat mempengaruhi metabolisme.

Salah satu metabolisme yang dipengaruhi oleh ketiga jenis kontrasepsi hormonal ini adalah pengaturan tekanan darah. Beberapa metabolisme lain yang juga dapat dipengaruhi pil KB, suntik KB maupun susuk KB adalah pengaturan gula darah dan pengaturan kolesterol.

Pengaruh terhadap metabolisme ini membuat ketiga jenis kontrasepsi hormonal ini dapat mempengaruhi kenaikan tekanan darah. Untuk itu, penting bagi perempuan pengguna kontrasepsi hormonal untuk memeriksa tekanan darah secara rutin, baik di klinik maupun di rumah dengan alat tensimeter yang akurat.

Meski bisa mempengaruhi tekanan darah, bukan berarti penggunaan kontrasepsi hormonal ini buruk. "Penggunaan kontrasepsi hormonal sudah terbukti aman dan diterima di seluruh dunia. Di samping itu, kontrasepsi juga sangat bermanfaat dalam mewujudkan keluarga berencana," imbuhnya.

Hanya saja, urainya, pemeriksaan tekanan darah rutin pada perempuan pengguna kontrasepsi hormonal bermanfaat dalam upaya pencegahan hipertensi. Manfaat ini akan semakin terasa jika perempuan yang bersangkutan sejak awal sudah memiliki beberapa faktor risiko hipertensi. "Dengan mengetahui pola tekanan darah, upaya pencegahan hipertensi akan lebih mudah untuk dilakukan," pungkasnya. (dew)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kesehatan #pengguna-kb 

Berita Terkait

Mengetahui Manfaat Daun Kelor

Kesehatan

Krisis Obat Ancam Keselamatan Pasien

Jakarta Raya

Jauhi 5 Makanan yang Membuat Kulit Rusak dan Berjerawat

Kesehatan

IKLAN