Rabu, 21 November 2018 01:28 WIB
pmk

Ekonomi

Saat Rupiah Anjlok, Menko Darmin Malah Bilang Begini

Redaktur:

Ilustrasi.

INDOPOS.CO.ID – Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) tak kunjung perkasa hingga Jumat (2/3) kemarin. Data Bloomberg menyatakan, rupiah pukul 16.24 WIB di pasar spot exchange berada di level Rp 13.757 per dolar AS atau terdepresiasi 9 poin (0,07 persen) dibandingkan perdagangan sebelumnya Rp 13.748 per USD.

Sementara itu berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah pada perdagangan hari ini berada di kurs tengah Rp 13.746 atau terapresiasi 47 poin dari perdagangan sebelumnya Rp 13.793.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, pelemahan itu saat ini tidak mempengaruhi perekonomian dalam negeri. Menurutnya, saat ini pasar hanya tengah mempersiapkan diri atas pernyataan Gubernur Bank Sentral AS (Fed) yang baru, Jerome Powell soal rencana menaikkan suku bunga acuan (Fed Fund Rate).

"Secara fundamental ekonomi kita lihat ga ada persoalan, tapi kan ada pemicunya, Powell ngomong begini ngomong begitu menaikkan empat kali, belum tentu sebenarnya. Tapi kan orang udah mulai pasang kuda-kuda," kata Darmin di kantornya, Jumat (2/3) kemarin.

"Mereka kan akan menaikkan, tapi karena belum menaikkan ya (Rupiah) naik dulu dikit, tapi kan nanti akan tenang lagi. Kalau dinaikkan ya nanti ada riak-riak sedikit, bukan gejolak lah," sambungnya.

Dia menambahkan, Indonesia sejatinya bukan tanpa pengalaman terhadap kasus tersebut. Sejak dua tahun terakhir, pelemahan rupiah kerap terjadi. Namun, kata Darmin, permasalahan tersebut hanya bersifat sementara dan akan segera reda kembali.

"Kita sudah mengalami ini sudah dua tahun terakhir, bukan sesuatu yang akan membuat gejolak. Memang ada pengaruh terhadap ekspektasi orang yang punya duit, itu iya. Tapi tidak akan melahirkan gejolak, mungkin akan naikkan (suku bunga acuan) 0,25 persen di sana. Ada pengaruhnya, tapi nanti reda lagi," pungkasnya. (jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #nilai-tukar-rupiah 

Berita Terkait

Pasar Optimistis, Investasi ‘Wait and See’

Headline

Saving Rendah karena Ada Kebocoran

Headline

IKLAN