Sabtu, 17 November 2018 01:56 WIB
pmk

Banten Raya

BPN Tancap Gas Pengadaan Lahan Tol Serbaraja

Redaktur: Redjo Prahananda

Himsar,kepala kantor Pertanahan ATR/BPN Kabupaten Tangerang

INDOPOS.CO.ID - Pengadaan lahan untuk pembangunan jalan Tol Bumi Serpong Damai (BSD) – Balajara atau tol Serbaraja sepanjang 39 kilometer melintasi 32 desa di 8 kecamatan terus dikebut oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Tangerang, agar pertengahan tahun 2018 pembayaran ganti rugi lahan bisa terlaksana.

Kepala Pertanahan, Agraria,Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Tangerang, Himsar kepada INDOPOS, Senin (5/3) menjelaskan, pertengahan tahun ini semua lahan terdampak pembangunan Tol Serbaraja sudah dapat dilakukan pengumuman, untuk selanjutnya dilakukan taksiran harga ganti rugi oleh tim apraissal oleh Kementerian PUPR.

Himsar menjelaskan, lahan untuk pembangunan jalan tol terintergrasi dengan tol lingkar luar atau Jakarta Outer Ring Road (JORR) itu mencapai 4 ribu bidang, dan dilakukan pengukuran atau tervalidasi mencapai 3.626 bidang

Guna pengadaan lahan pembangunan tol Serbaraja tersebut, BPN Kabupaten Tangerang sebelumnya sudah membentuk empat tim Kelompok Kerja (Pokja) masing -masing anggota Pokja fokus di wilayah tempat dia ditugaskan yang berbasis desa dan bidang, agar penanganan untuk pengadaan lahan dapat lebih fokus.”Pokja untuk memudahkan rentang kendali pelaksanaan dan monitoring,” dia menegaskan.

Himsar menambahkan, BPN terus mengebut pengadaan lahan tol Serbaraja dengan mengacu kepada UU Nomor 5/2012, agar pertengahan tahun ini seluruh lahan yang terkena dampak pembangunan jalan tol Serbaraja sudah terukur semua.

Ia mengatakan, setelah nanti selesai pengukuran oleh tim Satgas BPN, akan dilakukan identifikasi lahan ke lapangan untuk selanjutnya digambar dan diumumkan, setelah itu baru dipersentasekan.

"Pengukuran dan pengumuman lahan untuk Tol Serbaraja ini kami targetkan rampung pertengahan tahun ini. Kalau semua proses berjalan lancar, pertengahan tahun 2018 ini sudah  mulai dilakukan pembayaran. Namun demikian,itu juga tergantung kepada tim appraissal yang nantinya akan menentukan harga ganti rugi, dan termasuk kesiapan pemerintah menyediakan uang ganti rugi lahan," tutur Himsar.

Himsar mengakui,adanya kendala dalam pembebasan lahan di enam Desa yang ada di Kecamatan Tigaraksa,karena hingga saat ini belum bisa melakukan pendataan di enam Desa tersebut, disebabkan perubahan traseoptimasi di wilayah tersebut datang dari konsultan perencanaan tol merupakan tim teknis.

” Kami masih menunggu hasil perubahan trase optimasi dari Kementerian PUPR. Padahal, masyarakat di desa tersebut sangat antusiasmendukung pembangun tol Serbaraja ini,” kata mantan Kepala BPN Kota Tangerang ini.   

Data  INDOPOS di Pemprov Banten, berdasarkan Penetepan lokasi (Penlok) dari Pemerintah Provinsi Banten Nomor : 596/Kep. 278-Huk/2017 pada tanggal 21 Juni 2017 tentang Penetapan Lokasi Pengadaan Tanah untuk Pembangunan Jalan Tol Serpong – Balaraja.

Jalan tol BSD-Balajara akan dibangun sepanjang 39,82 kilometer diatas lahan seluas 437,57 hektare  dengan jumlah bidang tanah sebanyak 4 ribu. Daerah terkena dampak pembangun jalan  tol Serbarajameliputi, Kelurahan Cilenggang,Kecamatan Serpong Kota Tangerang Selatan.

Sementara di Kabupaten Tangerang terdapat 32 Desa dalam 8 Kecamatan yang terdampak pembagunan Tol Serbaraja,yaitu,  Kecamatan Cisauk, di Desa Sempora, Kecamatan Pagedangan,  5 desa yang terdampak, Desa Pagedangan, Desa Situ Gadung, Desa Kadu Sirung, Desa Jatake, Desa Malang Nengah.

Selain itu,Kecamatan Legok  ada 4 desa yang terdampak,yaitu,Desa Ciracab, Desa Caringin, Desa Bojongkamal, Desa Palasari, danKecamatan Panongan, ada juga 4 desa Desa Mekar Jaya, Desa Serdang Kulon, Desa Ranca Iyuh, Desa Ranca Kalapa, serta Kecamatan Jambe ada 6 yang terdampak,yaitu,Desa Ancol Pasir, Desa Ranca Buaya, Desa Kutruk, Desa Tipar Raya, Desa Jambe, Desa Pasir Barat.

Kecamatan Solear,ada 2 desa,yaituDesa Munjul dan Desa Pasanggrahan.Sedangkan di  Kecamatan Cisokahanya ada 1 desa, Desa  Jeungjing.

Sementara Kecamatan Tigaraksa adalah wilayah paling banyak desa terdampak pembangunan tol Serbaraja yang mencapai 9 desa,  Desa Bantar Panjang, Desa Tapos, Desa Cileles, Desa Pete, Desa Tegalsari, Desa Pematang, Desa Cisereh, Desa Pasir Nangka, dan Desa Pasir Bolang. (yas)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pembangunan-jalan-tol 

Berita Terkait

IKLAN