Selasa, 25 September 2018 10:27 WIB
pmk

Nusantara

Destinasi Wisata Baru, Pulo Tegalsari Jadi Kampung Warna Warni

Redaktur:

KREATIF- Para mahasiswa mengecat dinding tembok warga agar terlihat lebih indah.

INDOPOS.CO.ID - Mempercantik kampung saat ini menjadi tren di kota-kota besar pada umumnya, tak terkecuali di Kota Surabaya. Upaya itu tidak hanya dilakukan oleh Pemkot Surabaya namun juga elemen yang peduli akan wisata kampung.

Seperti yang di lakukan oleh gabungan BEM mahasiswa Universitas Pelita Harapan (UPH), Universitas Kristen Petra (UKP), dan Universitas Surabaya (UBAYA), di kampung Pulo Tegalsari, Wonokromo. Minggu, (4/3).  Kampung Pulo Tegalsari, kini tampak indah dan asri setelah di cat warna-warni seperti kampung lain di Surabaya, salah satunya adalah kampung Bulak yang ada di pesisir Kenjeran.

Kegiatan para mahasiswa ini merupakan kegiatan tahunan yanhg sudah dilakukan sebanyak 5 kali oleh ketiga universitas tersebut. Dalam kegiatan itu tidak hanya mempercantik kampung, tetapi juga memberikan edukasi bagi anak-anak Pulo Tegalsari.

Selain itu para mahasiswa juga memberikan pendidikan pada anak-anak kampung Pulo Tegalsari, mulai dari umur 7-12 tahun. Mahasiswa dari ketiga BEM tersebut tidak hanya memberikan pendidikan formal tetapi juga berbagai game sebagai hiburan di sela-sela pembelajaran.

Ketua umum panitia pelaksana kegiatan Triple U 2018, Efraim Leonardo menjelaskan tujuan diadakannya kegiatan ini merupakan inisiatif anggota BEM dari tiga Universitas yaitu Ubaya, UPH, dan UKP.

Sebagai pelayanan pada masyarakat terhadap lingkungan, dan pendidikan ketiga universitas tersebut memperindah  kampung Pulo Tegalsari dengan berbagai macam gambar mural.  "Jadi pelayanan masyarakat ini kami adakan setiap tahun dari segi pendidikan pun kami mengajari anak-anak kampung Pulo Tegalsari ini dengan pelajaran bahasa inggris, dan bernyanyi", jelas Efraim.

Di Kampung Pulo Tegalsari terdapat 12 RT namun masih lima RT yang sudah di percantik dengan cat warna-warni yaitu RT 12, 13, 9, 8, dan 7. Dengan adanya kegiatan ini, Iin Rochim selaku Ketua RW 7 mengatakan, ia sangat bersyukur dengan kegiatan seperti ini karena kebanyakan masyarakat setempat yang notabene perekonomian menengah kebawah dapat terbantu, selain terbantu dari segi kecantikan kampung dan lingkungan  juga terbantu dari segi pendidikan.

”Kami bersyukur, karena wilayah kami ini kan kebanyak masyarakat ekonomi kebawah dan pendidikannya juga menengah kebawah, keadaan lingkungan juga sedikit memprihatinkan. Alhamdulillah sekarang sudah semakin bersih kampung kami,  saya ingin lingkungan kampung ini bersih dan sehat, kalau lingkungannya bersih otomatis masyarakatnya pun ikut sehat,” kata Iin Rochim, salah satu warga.

Untuk rencana kedepannya, Iin berharap kampung Pulo Tegalsari menjadi objek wisata seperti kampung kampung lainnya, selain dengan kebersihan lingkungan dan warna-warni mural, ia ingin menonjolkan wisata air perahu getek yang digunakan sebagai penyebrangan tak hanya itu saja ia juga akan memberdayakan warganya untuk mengikuti pembinaan UKM Lontong Balap sebagai kuliner khas kampung Pulo Tegalsari.

”Rencananya pemerintah kota akan mengecat keseluruh kampung ini, masih ada 12 RT yang belum di cat. Nantinya bakal jadi tempat wisata juga. Dengan adanya itu perekonomian warga di sini bisa semakin meningkat,” imbuhnya. Di sepanjang bantaran sungai Jagir kampung Pulo Tegalsari kedepannya akan ada 73 rumah yang akan di cat dengan corak warna warni oleh pemerintah kota sebagai ikon wisata baru. "Ini sudah di cat sebenarnya oleh warga secara swadaya tapi masih kurang cantik ya karena keterbatasan dana juga," pungkasnya.  (rud)


TOPIK BERITA TERKAIT: #wisata-bahari 

Berita Terkait

IKLAN