Rabu, 26 September 2018 04:18 WIB
pmk

Headline

Pertalite Naik, Ribuan Mahasiswa Kepung Dewan

Redaktur:

PROTES-Gabungan mahasiswa dari BEM se-Provinsi Riau, turun ke jalan dan menguasai gedung DPRD, kemarin. Mereka protes harga Pertalite yang tinggi

INDOPOS.CO.ID – Protes kenaikan sejumlah bahan bakar minyak (BBM) khususnya Pertalite mulai muncul dari Provinsi Riau. Gabungan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Provinsi Riau, negeri nan berlimpah minyak bumi itu, turun ke jalan dan menguasai gedung DPRD.

Dalam aksi, Senin (5/3) itu, Jumlah mahasiswa diperkirakan mencapai dua ribu orang.  Setelah melakukan long march, mahasiswa menerobos masuk gedung DPRD Riau, di Jalan Sudirman, sekitar pukul 16.00 wib.

Mereka meminta penjelasan soal kelangkaan bahan bakar minyak jenis bensin dan harga Pertalite yang mahal di lumbung minyak.

Sebelum masuk ke gedung wakil rakyat, mahasiswa sempat bersitegang dengan aparat keamanan di depan gerbang. Kalah jumlah, pagar yang terbuat dari besi itu berhasil dijebol.

Tidak hanya sampai disitu, mahasiswa yang berhasil masuk langsung menuju ruang rapat paripurna DPRD. Pintu utama ruangan sempat rusak. Lantaran mahasiswa membuka dengan cara paksa.

Dalam peristiwa yang berlangsung cepat itu sempat terjadi beberapa insiden. Dimana salah seorang mahasiswa diamankan oleh pihak Kepolisian karena diduga menjadi provokator saat aksi.

Mahasiswa tersebut ditarik paksa oleh aparat. Kemudian dimasukan ke dalam mobil dan dibawa menuju Mapolresta Pekanbaru. Saat itu sempat terjadi kontak fisik ringan antara petugas dan mahasiswa. Karena beberapa orang mahasiswa tidak terima rekannya dibawa oleh Polisi.  Dalam kejadian itu salah seorang aparat Kepolisian juga sempat terluka.

Insiden tersebut tidak berlangsung lama. Beberapa menit di dalam Gedung DPRD, pintu ruang rapat paripurna yang sebelumnya terkunci berhasil dibuka mahasiswa. Seketika ruangan tersebut langsung penuh.

Tidak ada seorangpun dewan disana. Karena sidang paripurna yang membahas Peraturan Daerah (Perda) No.4/2015 Pasal 24 ayat (2) tentang pajak Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi selesai siang hari.

Di dalam ruang rapat paripurna, satu per satu perwakilan BEM melakukan orasi. Setelah itu, mahasiswa melakukan sidang rakyat. Dimana dalam sidang tersebut, sebanyak 65 orang mahasiswa menjadi wakil dari jumlah anggota DPRD. Kemudian mengesahkan pajak BBM non subsidi dari 10 persen menjadi 5 persen.

Presiden Mahasiswa BEM Universitas Riau Rinaldi Pare Pare kepada Riau Pos, Jawa Pos Group mengatakan, tuntutan yang diminta mahasiswa sama dengan yang diminta pada kedatangan sebelumnya. Menurut dia, selama kurang lebih 1 bulan DPRD mewacanakan revisi Perda, belum satupun ada progres yang siginifikan.

Padahal kondisi masyarakat Riau semakin terpuruk dengan harga pertalite yang mencapai Rp 8 ribu. "Coba kita bandingkan dengan Sumatera Barat. Di sana harga pertalite Rp7.600. Kenapa di Riau bisa menjadi semahal ini?. Belum lagi bensin yang sudah tidak ada di negeri kaya minyak ini," tegasnya.

Ia bahkan menyayangkan batalnya paripurna rencana revisi Perda BBM non subsidi pada pekan lalu. Alasan dewan yang lebih memilih pergi kampanye dibanding kepentingan masyarakat sangat tidak logis. Bahkan ia juga sempat mengecam ketidak hadiran dewan saat aksi berlangsung.

"Tadi kami juga mendapat kabar bahwa paripurna yang dilaksanakan hari ini sudah menyepakati pajak turun sebesar 5 persen. Jadi ini akan terus kami kawal. Dewan berjanji akan menuntaskan hingga 15 hari kedepan. Jika tidak, akan ada aksi yang lebih besar lagi daripada hari ini," ancamnya.

Sementara itu Sekretaris Komisi C DPRD Riau Suhardiman Amby mengatakan bahwa pihaknya sudah berencana untuk menemui mahasiwa. Namun karena suasana tidak kondusif, maka atas saran pihak keamanan dewan diminta tidak menemui demonstran.

Namun begitu, ia memastikan bahwa rencana revisi Perda akan berlangsung dengan cepat sesuai dengan harapan masyarakat. "Kami tadi ada di dalam semua. Karena tidak kondisif saran aparat keamanan, kami ga jadi temui. Kami ada 6 orang standby, termasuk Ketua DPRD," ungkapnya. (egp/nda)


TOPIK BERITA TERKAIT: #demonstrasi #bbm 

Berita Terkait

Rupiah Anjlok, Mahasiswa Gelar Demo

Ekonomi

Rusia Tolak Kebijakan Pensiun

Internasional

Ribuan Mahasiswa Tuntut Jokowi Diturunkan

Nasional

Desak Bebaskan Dua Wartawan, Warga Rohingya Ikut Demo

Internasional

Pertanyakan Kasus e-KTP, Jari 98 Sambangi Kejagung RI

Nasional

IKLAN