Selasa, 25 September 2018 12:22 WIB
pmk

makanmakan

Berburu Kuliner Sehat di Festival Vegan Culinary

Redaktur: Redjo Prahananda

Foto : Istimewa

INDOPOS.CO.ID - Kudapan sehat sudah pasti dibutuhkan semua orang. Akan tetapi untuk mendapatkan makanan sehat tak semudah yang kita harapkan. Dalam festival vegan culinary 2018, digelar di Tribeca Central Park Mall, Jakarta Barat, pada 23-25 Maret mendatang dipastikan akan menyuguhkan makanan sehat.

"Melalui kegiatan festival vegan internasional ini, kami ingin memperkenalkan pola makan yang sehat dan mengkampanyekan gaya hidup yang ramah lingkungan dengan beralih ke pangan nabati,” kata Sekjen World Vegan Organization dan President Yayasan Tempe Internasional Susianto Tseng, di kantor Kementerian Pariwisata, Selasa (6/3).

Susianto mengatakan, even Vegan Culinary Festival 2018 menjadi media untuk memperkenalkan kepada masyarakat tentang pola makan yang sehat terutama dari bahan makanan kacang-kacangan. Menurut Susianto dalam laporan terbaru pada 2015, PBB merilis pergeseran global menuju pola makan vegan sangat penting untuk menyelamatkan dunia dari kelaparan. 
 
Menipisnya cadangan bahan bakar fosil, dan dampak terburuk dari perubahan iklim. Laporan tersebut mencatat bahwa preferensi Barat untuk makanan berat daging dan susu adalah tidak berkelanjutan (unsustainable), terutama karena populasi manusia diperkirakan akan tumbuh menjadi 9,1 miliar pada tahun 2050, sementara luas lahan di bumi adalah statis. 
 
"Untuk memproduksi 1 kg daging sapi dibutuhkan 16 kg padi-padian dan palawija Begitu banyak lahan yang dibutuhkan untuk pertanian, yang ironisnya hasil panennya dijadikan pakan ternak, bukan untuk makanan manusia," kata Susianto.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar, I Gde Pitana Brahmananda mengatakan festival vegan juga bisa menambah kunjungan wisatawan ke dalam negeri.

"Wisatawan dari komunitas vegetarian dan vegan di Indonesia dan mancanegara semakin banyak dan terus berkembang sehingga mendorong tumbuhnya rumah makan vegetarian di berbagai kota dan daerah di Indonesia,” kata I Gde Pitana di kantornya.

Dia juga mengatakan dari laporan Indonesia Vegetarian Society (IVS), tercatat lebih dari 1000-an rumah makan vegetarian dan vegan, baik yang berskala besar (restoran) hingga warung kaki lima tersebar di 34 provinsi Indonesia. Bahkan banyak rumah makan yang non-vegetarian/vegan kini juga menyediakan menu khusus vegetarian termasuk hotel-hotel, tempat wisata, maskapai penerbangan, rumah sakit, hingga kantin sekolah sehingga saat ini sudah cukup akomodatif bagi kaum vegetarian dan vegan.

“Kemenpar juga menginisiasi dan memberikan dukungan even vegetarian culinary festival yang setiap tahun digelar di Batam, dan mampu menarik banyak wisman cross border dari Singapura dan Malaysia,” pungkasnya. (nel)


TOPIK BERITA TERKAIT: #festival-vegan-culinary 

Berita Terkait

IKLAN