Kena OTT KPK, Aktivis Tak Dukung MS

INDOPOS.CO.ID – Tertangkapnya Calon Gubernur Nusa Tenggara Timur (Cagub NTT) Marianus Sae (MS) melalui Operasi Tangkap Tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT KPK) pada 12 Februari 2018 lalu sudah pasti mengubah peta politik di Pemilihan Gubernur (Pilgub) NTT.

Sejumlah pendukung, baik dari kalangan masyarakat maupun aktivis di NTT disinyalir banyak yang putar haluan. Karena bagi mereka, tertangkapnya MS melalui OTT KPK telah membuka mata banyak pihak di NTT, bahwa NTT harus berani keluar dari “cara lama” dalam memilih pemimpin.  Yakni, dalam memilih pemimpin jangan hanya dilihat dari popularitas dan kemampuan ekonomi yang dimilikinya, tapi lihat juga karakter dan kepribadian, integritas, maupun moralitasnya. Semua itu bisa dilihat dari track record sang calon pemimpin.

Baca Juga :

Seperti diungkapkan Falentinus Soa, aktivis NTT dalam menyikapi Pilgub NTT yang akan berlangsung di wilayahnya. Menurut Falentinus, sosok MS yang sebelumnya menjabat sebagai Bupati Ngada memang popular bagi masyarakat Kabupaten Ngada.

”Tapi kita sadar, kita, masyarakat Ngada pada khususnya, dan masyarakat NTT pada umumnya, harus realistis. Toh, MS kena OTT KPK. Dan sepengatahuan saya, kalau sudah terkena OTT KPK tidak ada yang bisa bebas atau lolos. Sudah bisa dipastikan masuk penjara. Jadi, sudah tidak ada artinya kalau masih mendukung MS,” ujar Falentinus.

Baca Juga :

Sementara, lanjut Falentinus, jika harus memilih calon bukan yang berasal dari daerah asalnya, sepertinya sulit. Ini karena yang bersangkutan dinilai akan mengalami banyak hambatan lantaran harus terlebih dahulu belajar wilayah tersebut untuk bisa memahami persoalan-persoalan yang ada.

Posisi dilema memang sempat dirasakan Falentinus dan sebagian besar masyarakat Ngada maupun NTT. Namun, Falentinus telah mengambil sikap tegas terhadap kondisi tersebut.  Ini agar NTT bisa berubah dan menciptakan banyak program pembangunan yang bisa dirasakan langsung oleh semua masyarakat NTT.

Baca Juga :

”Jadi sudahlah, saya juga mengimbau saudara-saudara saya dari Ngada maupun Nagekeo, dukung kandidat yang bisa mewakili kepentingan kita. Saya pikir figur dari Flores lebih pas mewakili kami. Dan menurut saya, kombinasi orang Flores dan Timor sangat pas untuk memimpin NTT ke depan,” tegasnya.

Sebelumnya, Pengamat Sosial Politik dan Rohaniawan Romo Benny Susetyo mengatakan terjeratnya sejumlah kepala daerah yang akan maju kembali di pilkada oleh kasus korupsi menjadi tregedi yang memilukan sekaligus memalukan. Salah satunya yang menimpa Bupati Ngada, NTT, Marianus Sae, yang terkena OTT KPK. Atas dasar itu, Romo Benny berpesan kepada Masyarakat NTT untuk lebih cerdas dan selektif dalam memilih calon pemimpinnya. ”Pilih calon pemimpin yang punya integritas, jujur, bersih dan punya moral,” tandasnya. (bry/jpg)

Komentar telah ditutup.