Nasional

Ini Tata Cara Pembatalan Pendaftaran Ibadah Haji

Editor:

INDOPOS.CO.ID - Direktorat Jenderal Pelayanan  Haji dan Umrah (Ditjen PHU) telah resmi membuka kembali pendaftaran pembatalan ibadah haji. Menurut Kasubdit Pendaftaran, Noer Aliya Fitra, berikut adalah tata cara pembatalan pendaftaran ibadah haji.

Pembatalan nomor validasi dilakukan jamaah haji yang bersangkutan di Kantor kemenag Kabupaten/Kota dengan membawa persyaratan sebagai berikut:

BACA JUGA : Viral! Install Aplikasi Lazada sekarang dapat Diskon Hingga 80% dan Gratis Ongkir Selama Ramadhan

  • Surat permohonan pembatalan bermaterai Rp 6.000 yang ditujukan kepada Kepala Kantor Kemenag Kabupaten /Kota.
  • Bukti asli tanda bukti setoran awal BPIH yang dikeluarkan oleh BPS BPIH.
  • Asli aplikasi transfer setoran awal BPIH.
  • Jamaah wajib mencantumkan nomor telepon yang bisa dihubungi.
  • Fotokopi buku tabungan yang masih aktif atas nama jamaah haji yang bersangkutan dan memperlihatkan aslinya.
  • Fotokopi KTP dan memperlihatkan aslinya.

Khusus pembatalan nomor validasi jamaah haji yang telah meninggal dunia, dapat dilakukan oleh ahli waris/kuasa waris dengan membawa persyaratan sebagai berikut:

  • Surat permohonan pembatalan bermaterai Rp 6.000 dari ahli waris/kuasa waris jamaah haji yang meninggal dunia yang ditujukan kepada Kepala Kantor Kemenag Kabupaten atau Kota.
  • Surat keterangan kematian yang dikeluarkan oleh Lurah/ KepalaDesa/Rumah Sakit setempat.
  • Surat keterangan waris bermaterai Rp 6.000 yang dikeluarkan oleh Lurah/Kepala Desa dan diketahui oleh Camat.
  • Surat keterangan kuasa waris yang ditunjuk ahli wans untuk melakukan pembatalan validasi bermaterai Rp 6.000
  • Fotokopi KTP ahli waris/kuasa waris jamaah haji yang mengajukan pembatalan validasi dan memperlihatkan aslinya.
  • Surat pernyataan tanggungjawab mutlak dari ahli waris/ kuasa waris jamaah haji bermaterai Rp 6.000
  • Bukti asli setoran awal BPIH yang dikeluarkan BPS BPIH.
  • Asli aplikasi transfer setoran awal BPIH
  • Ahli waris/kuasa waris wajib mencantumkan nomor telepon yang bisa dihubungi.
  • Fotokopi buku tabungan yang masih aktif atas nama jamaah haji yang bersangkutan dan memperlihatkan aslinya.
  • Fotokopi buku tabungan ahli waris/kuasa waris yang masih aktif pada BPS BPIH yang sama dengan rekening jamaah wafat serta memperlihatkan aslinya.

Dalam hal bukti asli setoran awal BPIH dan atau asli aplikasi transfer setoran awal BPIH sebagaimana dimaksud dalam angka 1 huruf b dan huruf c dan angka 3 huruf g dan huruf h hilang, Jemaah Haji/ahli waris/kuasa waris wajib melampirkan surat keterangan kehilangan dari kepolisian dan fotokopi bukti setoran awal BPIH dan fotokopi aplikasi transfer setoran awal BPIH yang dilegalisir dari BPS BPIH.

Selanjutnya pembatalan pendaftaran jamaah haji setoran awal BPIH Reguler yang pembatalannya dilakukan oleh jamaah haji yangbersangkutan di Kantor kemenag Kabupaten atau Kota dengan membawa persyaratan sebagai berikut:

  • Surat permohonan pembatalan bermaterai Rp 6.000 dengan menyebutkan alasan pembatalan, yang ditujukan kepada Kepala Kantor kemenag Kabupaten atau Kota.
  • Bukti asli setoran awal BPIH yang dikeluarkan oleh BPS BPIH.
  • Asli aplikasi transfer setoran awal BPIH.
  • SPPH.
  • Jamaah wajib mencantumkan nomor telepon yang bisa dihubungi.
  • Fotokopi buku tabungan yang masih aktif atas nama jamaah haji yang bersangkutan dan memperlihatkan aslinya
  • Fotokopi KTP dan memperlihatkan aslinya.

Apabila ada jamaah haji batal dengan alasan meninggal dunia sebelum keberangkatan ke Arab Saudi, pembatalan pendaftaran jamaah haji dilakukan di Kantor kemenag Kabuoaten atau Kota oleh ahli waris/kuasa waris dengan membawa persyaratan sebagai berikut:

  • Surat permohonan pembatalan bermaterai Rp 6.000 dari ahli waris/kuasa waris jamaah haji yang meninggal dunia yang ditujukan kepada Kepala Kantor kemenag Kabupaten atau Kota.
  • Surat keterangan kernatian yang dikcluarkan oleh Lurah/ KepalaDesa/ Rumah Sakit setempat.
  • Surat keterangan waris bermaterai Rp 6.000 yang dikeluarkan oleh Lurah/Kepala Desa dan diketahui olch Camat.
  • Surat keterangan kuasa waris yang ditunjuk ahli wans untuk melakukan pembatalan pendaftaran jamaah haji bermaterai Rp 6.000
  • Fotokopi KTP ahli waris/kuasa waris jamaah haji yang mengajukan pembatalan pendaftaran jamaah gaji dan memperlihatkan aslinya.
  • Surat pernyataan tanggung jawab mutlak dari ahli waris/kuasa waris jamaah haji berrnatcerai Rp 6.000
  • Bukti asli setoran awal BPIH yang dikeluarkan BPS BPIH
  • Asli aplikasi transfer setoran awal BPIH;
  • SPPH
  • Ahli waris/kuasa wans wajib mcncantumkan nomor telepon yang bisa dihubungi.
  • Fotokopi buku tabungan yang masih aktif atas nama jamaah haji yang bersangkutan dan memperlihatkan aslinya.
  • Fotokopi buku tabungan ahli waris/kuasa waris yang masih aktif pada BPS BPIH yang sama dengan rekening jamaah wafat atau rekening sesuai dengan permintaan ahli waris/kuasa serta memperlihatkan aslinya.

Dalam hal bukti asli setoran awal BPIH dan atau asli, aplikasi transfer setoran awal BPIH sebagaimana dimaksud dalam huruf g dan huruf h hilang, jamaah haji/ ahli waris/ kuasa waris wajib melampirkan surat keterangan kehilangan dari kepolisian dan fotokopi bukti setoran awal BPIH dan fotokopi aplikasi transfer setoran awal BPIH yang dilegalisir dari BPS BPIH.

Sedangkan untuk pembatalan pendaftaran jamaah haji setoran lunas BPUH Reguler, apabia pembatalan pendaftaran haji dilakukan oleh jamaah haji diKantor kemenag Kabuoaten atau Kota dengan mernbawa persyaratan sebagai berikut :

  • Surat permohonan pembatalan bermaterai Rp 6.000 dengan menyebutkan alasan pembatalan, yang ditujukan kepada Kepala Kantor kemenag Kabupaten atau Kota.
  • Bukti asli setoran awal dan setoran Junas BPIH yang dikeluarkan BPS BPIH.
  • Asli aplikasi transfer setoran awal dan setoran lunas BPIH.
  • SPPH.
  • Jamaah wajib mencantumkan nomor telepon yang bisa dihubungi.
  • Fotokopi buku tabungan yang masih aktif atas nama jamaah haji yang bersangkutan dan memperlihatkan aslinya.
  • Fotikopi KTP dan memperlihatkan aslinya.

Apabila untuk jamaah haji yang meninggal dunia sebelum keberangkatan ke Arab Saudi, pembatalan pendaftaran haji dilakukan di Kantor kemenag Kabupatena atau kota oleh ahli waris/kuasa waris dengan membawa persyaratan sebagai berikut:

  • Surat permohonan pembatalan bermaterai Rp 6.000 dari ahli waris/kuasa waris jamaah haji yang meninggal dunia yang ditujukan kepada Kepala Kantor kemenag Kabuoaten atau Kota.
  • Surat keterangan kematian yang dikeluarkan oleh Lurah/KepalaDesa/ Rumah Sakit setempat.
  • Surat keterangan waris berrnaterai Rp 6.000 yang dikeluarkan oleh Lurah/Kepala Desa dan dikctahui oleh camat.
  • Surat keterangan kuasa waris yang ditunjuk ahli wans untuk melakukan pembatalan pendaftaran jamaah haji bermaterai Rp 6.000
  • Fotokopi KTP ahli waris/kuasa waris jamaah haji yang mengajukan pembatalan pendaftaran jamaah haji dan memperlihatkan aslinya.
  • Surat pernyataan tanggung jawab mutlak dari ahli waris/kuasa warisJemaah Haji bermaterai Rp 6.000
  • Bukti asli setoran awal dan setoran lunas BPIH yang dikeluarkanBPS BPIH.
  • Asli aplikasi transfer sctoran awal dan setoran lunas BPIH.
  • SPPH
  • Ahli waris/kuasa wans wajib mencantumkan nomor telepon yang bisa dihubungi
  • Fotokopi buku tabungan yang masih aktif atas nama jamaah haji yang bersangkutan dan memperlihatkan aslinya.
  • Fotokopi buku tabungan ahli waris/kuasa waris yang masih aktif pada BPS BPIH yang sama dengan rekening jamaah atau rekening sesuai dengan permintaan ahli waris/kuasa waris serta memperlihatkan aslinya.

Dalam hal bukti asli setoran awal BPIH dan atau asli aplikasi transfer setoran awal BPIH sebagairnana dimaksud dalam angka 1 huruf b dan huruf c dan angka dua huruf g dan huruf h hilang, jamaah haji/ahli waris/kuasa waris wajib dapat mencetak ulang di BPS BPIH tempat setor awal dengan ketentuan:

  • melampirkan surat laporan kehilangan dari kepolisian setempat
  • melampirkan surat keterangan dari Kantor Kementerian Agama Kab/Kota domisili; c. melampirkan salinan bukti setoran awal yang telah ditempel foto Jemaah Haji bersangkutan.

Pembatalan Pendaftaran Jemaah Haji Setoran Lunas BPIH Secara Sistem

Terakhir untuk pembatalan pendaftaran jamaah haji setoran lunas BPIH secara sistem. Dalarn hal jaaah Haji sudah melunasi BPIH namun karena sesuatu hal tidak dapat berangkat, jamaah haji tersebut menjadi daftar tunggu pada tahun berikutnya. Daftar tunggu sebagaimana dimaksud pada angka 1 berlaku paling lama2 (dua) kali musim haji. Dalam hal daftar tunggu sebagaimana dimaksud itu telah melewati dua kali musim haji, pendaftaran yang bersangkutan dibatalkan secara sistem apabila telah selesai dilakukan verifikasi.

Selanjutnya pembatalan secara sistem sebagaimana dimaksud diatas dilakukan dengan terlebih dahulu memverifikasi data jamaah haji yang bersangkutan dan ditetapkan berdasarkan Keputusan Direkturtur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah.

Pembatalan secara sistem sebagaimana dimaksud pada angka 3 tidak berlaku bagi hamaah haji yang menunda keberangkatan dengan alasan:

  • masih berusia di bawah 18 tahun dan belum menikah
  • alasan kesehatan yang direkomendasikan tim kesehatan haji dan menunggu mahram. (*/fol)

Berita Lainnya

Banner

Facebook

Twitter