Selasa, 18 September 2018 11:16 WIB
pmk

Nusantara

Kisah Anak Petani yang Sukses Jadi Polisi

Redaktur:

PERJUANGAN - Sulaiman Kurdi (kiri) saat diperkenalkan oleh Kapolda Kalsel Brigadir Jendral Polisi Rachmat Mulyana, usai upacara penutupan pendidikan pembentukan l Brigadir Polri TA 2017/2018 di SPN Polda Kalsel, kemarin.

Nasib seseorang memang tak bisa ditebak, seperti halnya Sulaiman Kurdi. Pria berusia 21 tahun ini, berhasil lulus menjadi anggota polisi. Meski terlahir sebagai anak petani yang tergolong tak mampu secara ekonomi.

Sulaiman Kurdi, Selasa (6/3) kemarin berdiri gagah bersama 198 temannya saat mengikuti upacara penutupan pendidikan pembentukan l Brigadir Polri TA 2017/2018 di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kalsel, Banjarbaru.

Tak ada yang menyangka, bahwa pria asli Kotabaru yang ikut dilantik menjadi bintara tersebut hanyalah seorang anak petani. Yang selama ini bekerja serabutan, karena sadar orangtuanya tak mampu. kemarin, dia diperkenalkan Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan Brigadir Jendral Polisi Rachmat Mulyana, usai upacara. Sulaiman Kurdi mengaku menghadapi jalan yang berliku untuk bisa menjadi polisi. "Saya tahun 2014 sudah mendaftar dan tidak lulus," katanya.

Karena tak lulus seleksi, dia memutuskan untuk merantau ke Batulicin, Tanah Bumbu. Di sana anak pasangan Salindri dan Erni ini bekerja sebagai pembantu rumah tangga. "Sekitar tahun 2016, saya kemudian ke Banjarmasin. Di sana saya berjualan nasi pecel di Pelabuhan Trisakti," ujarnya. Memasuki tahun 2017, dia mendapatkan kabar bahwa Polda Kalsel kembali membuka pendaftaran pendidikan pembentukan l Brigadir Polri TA 2017/2018. Dirinya pun berencana kembali mendaftar. "Selama proses pendaftaran saya bekerja di Pasar Sudimampir sebagai penjaga toko, untuk mengumpulkan ongkos," ungkapnya.

Harapannya pun terkabul, dia lolos seleksi dan berhak mengikuti pendidikan selama tujuh bulan. "Alhamdulillah saya lulus dalam pendidikan dan sekarang dilantik menjadi polisi," katanya.

Dia mengaku tertarik menjadi anggota polisi, lantaran ingin mengangkat derajat orangtuanya. "Ini semua berkat doa kedua orangtua, akhirnya impian saya terkabul," tuturnya. Sementara itu, Rachmat Mulyana mengatakan, keberhasilan Sulaiman Kurdi menjadi bukti bahwa masuk polisi tak perlu menggunakan uang ataupun menyogok.

"Sulaiman Kurdi sangat membanggakan, ini juga bukti dalam rekrutmen tidak menggunakan uang," ujarnya. Selain Sulaiman Kurdi, seluruh anggota lain yang baru saja dilantik juga membuat Polda Kalsel bangga. Sebab, nilai akademisi, mental dan fisik mereka sangat baik. Hingga, 20 diantaranya langsung diambil Densus 88. "Perbaikan prestasi ini sudah terjadi sejak tiga tahun terakhir," pungkasnya. (Sutrisno, Banjarbaru)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #polisi #boks 

Berita Terkait

IKLAN