Rabu, 19 September 2018 08:10 WIB
pmk

Nasional

Rupiah Anjlok, Bamsoet Waswas soal Cicilan Utang Negara

Redaktur: Redjo Prahananda

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo mengingatkan pemerintah memperhatikan kemampuan membayar utang. Politisi Partai Golkar itu menyampaikan peringatan itu seiring depresiasi rupiah terhadap dollar Smerika (USD).

Bamsoet, sapaan akrab Bambang Doesatyo mengatakan, utang luar negeri pemerintah hingga akhir Februari lalu sudah mencapai Rp4.754 triliun. Menurutnya, depresiasi kursi rupiah bisa berimbas ke beban dalam membayar utang.

Bamsoet menambahkan, meski rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) masih di bawah 30 persen, tapi anjloknya kurs rupiah bisa berimbas ke APBN. “Imbasnya ke pembayaran cicilan utang luar negeri yang makin membebani APBN,” ujarnya, Rabu (7/2).

Karena itu, Bamsoet meminta Komisi XI DPR mendorong pemerintah untuk berhati-hati dalam mengelola utang negara. Politikus berlatar pengusaha itu juga mengingatkan pemerintah agar menggunakan dana hasil utang untuk sektor-sektor produktif. “Sehingga mampu menghasilkan penerimaan negara,” harapnya.

Lebih lanjut Bamsoet mengatakan, Kementerian Keuangan harus memperhatikan persoalan tentang rendahnya penerimaan negara sekaligus mencari solusinya. “Agar Kementerian Keuangan terutama Direktorat Jenderal Pajak untuk memenuhi target penerimaan pajak 2018,” pungkasnya. (aen)


TOPIK BERITA TERKAIT: #rupiah-anjlok #bamsoet 

Berita Terkait

IKLAN