Hapus Diskriminasi Perempuan di Mata Hukum dengan Perma No 3/2017

INDOPOS.CO.ID – Masih banyaknya kasus diskriminasi yang dihadapi di pengadilan melahirkan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 3 Tahun 2017. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Mahkamah Agung HM Syarifuddin dalam seminar di Hotel Aryaduta, Tugu Tani, Jakarta Pusat, Kamis (8/3).

Dia mengakui, banyak hakim yang masih tidak menggunakan perspektif gender dalam memutuskan suatu perkara. Sehingga, di beberapa kasus masih ada diskriminasi dalam pengambilan keputusan.

Baca Juga :

“Misalnya dalam kasus pelecehan, biasanya teman-teman itu memutuskan lebih ringan karena perempuannya menggunakan pakaian mini atau disebabkan keluar malam. Dengan adanya Perma ini itu tidak boleh terjadi lagi,” tegasnya.

Dia juga berharap kerja sama dari masyarakat untuk melaporkan jika ada tindakan diskriminasi terhadap kasus dengan korban perempuan. Khususnya sering terjadi di pengadilan daerah.

Baca Juga :

Sehingga secara bertahap kesetaraan gender dan azas keadilan bisa dirasakan setiap perempuan. Seminar dilaksanakan oleh Mahkamah Agung yang bekerja sama dengan family cort Australia untuk merayakan Hari Perempuan Internasional. (rvn)

Komentar telah ditutup.