Jumat, 16 November 2018 08:37 WIB
pmk

Nasional

Keamanan Data Bocor dari Registrasi Kartu Prabayar, Kominfo: Hoax !

Redaktur: Redjo Prahananda

KONFIRMASI: Staf Ahli Menkominfo Bidang Hukum, Henri Subiakto dalam sebuah acara diskusi terkait keamanan data registrasi prabayar di kawasan cikini raya pada Sabtu (10/3) _ ft : muhammad rifani / INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Beredar info data warga bocor dari program registrasi kartu prabayar yang digalakkan pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo). Pihak Kominfo mengklarifikasi itu berita palsu atau hoax.

"Tidak ada kebocoran data, kalau ada oran mengatakan seperti itu, itu pelintiran atau bisa dikatakan hoax," kata Staf Ahli Menkominfo Bidang Hukum, Henri Subiakto dalam acara diskusi di kawasan Cikini Raya pada Sabtu (10/3).

Misalkan ditemui ada kebocoran data juga, Henri menegaksma kalau itu adalah ada orang tak bertanggungjawab memanfaatkan data bukan data pribadi.

"Muncul individu memanfaatkan data pribadi orang lain, NIK dan KK  sudah tersebar, karena masyarakat terbiasa menyebarkan data pribadi, ketika di hotel-hotel, atau katakanlah untuk kredit dimana-mana," papar Henri.

Makanya dia mengatakan jika ada kebocoran data itu bukan buntut dari program Kominfo dalam hal pendaftaran kartu prabayar yang sampai saat ini sudah mencapai angka 339 juta registrasi dari warga.

"Kalau terjadi kebocoran-kebocoran itu jangan lalu disalahkan program ini, program ini sudah dijamin tidak ada kebocoran data seperti berita-berita hoax itu," tegas dia.(rvn)


TOPIK BERITA TERKAIT: #registrasi-kartu #kemenkominfo 

Berita Terkait

IKLAN