Jumat, 20 Juli 2018 06:17 WIB
BJB JULI V 2

utama

Myanmar Minta Bukti Tuduhan Negaranya Lakukan Genosida

Redaktur:

MENCARI TEMPAT YANG LAYAK - Pengungsi Rohingya berjalan setelah melintasi sungai Naf dari Myanmar ke Bangladesh di Whaikhyang. AFP PHOTO / FRED DUFOUR

INDOPOS.CO.ID - Myanmar ingin melihat bukti yang jelas atas tuduhan kalau pihaknya melakukan pembersihan etnis maupun kejahatan genosida terhadap Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine.

"Banyak Muslim Rohingya yang masih tetap tinggal di Rakhine," kata Penasihat Keamanan Nasional Myanmar, Thaung Tun seperti dilansir Reuters, Jumat, (9/3).

"Jika kami melakukan genosida, mereka semua pasti sudah diusir," tambahnya.

Thaung Tun mengatakan, tuduhan pembersihan etnis dan genosida sangat serius bagi Pemerintah Myanmar.

"Kami sering mendengar banyak tuduhan bahwa ada pembersihan etnis atau genosida di Myanmar. Ini bukan kebijakan pemerintah, kami bisa buktikan kalau kami tidak melakukan hal itu," terangnya.

Seperti dilansir AFP, hingga saat ini, Myanmar belum mengizinkan penyidik PBB untuk melakukan penyelidikan. Misi pencari fakta PBB akan melakukan penyelidikan karena adanya temuan berdasarkan wawancara dengan korban yang selamat di Bangladesh dan negara lain.

Thaung Tun menambahkan, Myanmar bersedia menerima kembali orang-orang yang telah melarikan diri dan memberikan keamanan dan martabat bagi mereka.

Menurutnya, Muslim Rohingya melarikan diri karena adanya ancaman dari Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) atau pemberontak Rohingya. Ia menuduh ARSA memaksa penduduk desa bergabung dalam serangan mereka.

Menurut Thaung Tun, jika Muslim Rohingya kembali maka mereka akan disambut dengan baik bila mereka juga bersedia untuk berpartisipasi dalam kehidupan bernegara, misalnya dengan mempelajari bahasa Burma.

"Kami sangat senang menyambut mereka yang ingin menjadi warga negara Myanmar, tapi harus melalui proses. Tidak bisa otomatis mendapat kewarganegaraan," katanya. (ina/ce1/iml/trz/JPC)


TOPIK BERITA TERKAIT: #myanmar #rohingya 

Berita Terkait

IKLAN