Minggu, 18 November 2018 09:45 WIB
pmk

Wanita

Merayakan Women’s Day, Dunia Bisnis Makin Percaya Wanita

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID - Grant Thornton International merilis laporan tahunan bertajuk Women in Business 2018 terkait keragaman gender dalam dunia bisnis, Jumat (9/3). Momen Hari Perempuan Internasional yang dirayakan setiap 8 Maret dipilih sebagai momentum tepat untuk kembali mengangkat isu keragaman gender di dunia bisnis. 

Dari laporan tersebut terlihat ada kemajuan mengenai isu keragaman gender di dunia bisnis. Survei dilakukan terhadap 4.995 responden dari 35 negara pada periode Juli-Desember 2017.

Para responden adalah chief executive officer (CEO), managing director, chairman atau lebel eksekutif senior. Hasilnya, ditemukan adanya hasil positif dalam isu keragaman gender di dunia bisnis secara global, terutama jumlah perempuan di posisi manajemen senior pada satu perusahaan.

Global Leader for Network Capabilities and Sponsor of Women in Leadership Grant Thornton International Ltd Franscesca Lagerberg menjelaskan, ada korelasi kuat antara keragaman gender dalam kepemimpinan dan keberhasilan suatu perusahaan. Meski memiliki peran senior dalam bisnis meningkat, lanjut dia, namun penyebarannya masih sangat kecil.

''Hal ini masih menandakan konsentrasi bisnis yang terkotak-kotak sehingga keuntungan dari keragaman gender belum optimal,'' jelas Lagerberg.

Sementara itu, Managing Partner Grant Thornton Indonesia Johanna Gani menambahkan, keragaman gender tidak hanya soal adanya perwakilan wanita dalam kepemimpinan, tetapi bagaimana suara mereka dapat didengar dan memiliki kekuatan sama dengan pria. ''Perusahaan yang mampu mewujudkan lingkungan kerja inklusif akan menciptakan stabilitas di segala sisi operasional sehingga membuka lebar potensi kinerja perusahaan menjadi lebih baik,'' tukas Johanna. 

Di Jakarta sendiri, menurut Badan Pusat Statistik tahun 2016 mengungkapkan, tingkat kesempatan penduduk perempuan di DKI Jakarta meningkat. Badan Pusat Statistik Jakarta mencatat, tingkat kesempatan kerja perempuan meningkat 5,05 poin menjadi 95,8 persen dibanding tahun sebelumnya hanya 90,75 persen. 

Ini mengindikasikan bahwa setiap 100 angkatan kerja perempuan, sekitar 95 orang diantaranya  penduduk bekerja. Sementara sisanya penduduk yang sedang mencari kerja.

Makin banyaknya lowongan bagi para pekerja wanita di berbagai sektor membuat tingkat kesempatan kerja perempuan di Jakarta meningkat. Sylvia Gunadi, seorang pebisnis muda interior desain mengaku bangga bisa bekerja di bidang ini. Menurutnya, di bidang interior desain global masih banyak didominasi pria. Tapi, belakangan, makin banyak interior desain wanita.

”Keunggulan kami adalah sensitivitas. Wanita bisa lebih unggul dalam bidang art seperti ini, karena lebih bisa melihat seni dari berbagai sisi,” urai wanita lulusan universitas di Australia itu.

Dia pun berharap, keputusan wanita untuk bekerja tidak dipandang sebelah mata. ”Banyak orang mengira wanita bekerja, tapi toh kalau sudah menikah jadi ibu rumah tangga juga. Atau kalau yang sudah menikah, hanya semata-mata membantu perekonomian suami. Bukan, kami ingin bekerja secara profesional dan diakui karena kemampuan kami,” pungkasnya. (dew)

Wanita Karir Makin Banyak

  1. Dari survei yang dilakukan Grant Thornton International terlihat, setidaknya satu perempuan di posisi manajemen senior naik secara signifikan dari 66 persen di tahun lalu menjadi 75 persen pada tahun ini.
  2. Tetapi, dari sisi persentase wanita yang memegang posisi kepemimpinan senior mengalami penurunan sedikit yakni, dari 25 persen menjadi 24 persen pada  tahun ini. Penurunan sebesar satu persen ini membuka kemungkinan bahwa penunjukkan pemimpin perempuan hanya formalitas belaka agar tidak seluruh kepemimpinan dipegang oleh pria. 
  3. Kebijakan memberikan upah seimbang antara pria dan perempuan di jenjang sama paling banyak dilakukan yakni, 81 persen dari responden.
  4. Badan Pusat Statistik Jakarta mencatat, tingkat kesempatan kerja perempuan meningkat 5,05 poin menjadi 95,8 persen dibanding tahun sebelumnya hanya 90,75 persen. 
  5. Ini mengindikasikan bahwa setiap 100 angkatan kerja perempuan, sekitar 95 orang diantaranya  penduduk bekerja. Sementara sisanya penduduk yang sedang mencari kerja.

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #womens-day 

Berita Terkait

IKLAN