Jumat, 21 September 2018 05:36 WIB
pmk

Nusantara

Jangan Pecah, Serukan Warga Flores Bersatu

Redaktur:

PERINGATAN-Suasana upacara HUT RI di Desa Foeka, NTT, dekat perbatasan dengan Timor Leste.

INDOPOS.CO.ID - Terjeratnya Calon Gubernur Nusa Tenggara Timur (Cagub NTT) Marianus Sae (MS) dalam Operasi Tangkap Tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT KPK) beberapa waktu lalu, dinilai telah mengubah peta politik di ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di wilayah tersebut.

Masyarakat pemilih di NTT diduga kuat banyak yang ‘putar haluan’ dalam memberikan dukungan. Sebagian besar dari mereka mengambil langkah tersebut karena demi menjaga persatuan dan kebersamaan serta memperjuangkan aspirasi pembangunan di daerah mereka.  Demikian dikatakan Juru Bicara Masyarakat Flores Bersatu (MFB) Yulius Sebastian di Flores, NTT, Senin (12/3).

Menurut dia, paska penangkapan MS oleh KPK menyebabkan calon dari daerah Flores hanya ada satu pasangan calon (paslon). Karena itu, ia menyerukan supaya masyarakat Flores jangan sampai terpecah belah dan terus menjaga semangat persatuan kewilayahannya.

Hal ini, lanjut Yulius, supaya bisa menyuarakan aspirasi dukungan kepada kandidat yang berasal dari Flores. Ia menegaskan, kombinasi Flores dan Timor dinilai sudah sangat cocok dan tepat, sebab Flores memiliki jumlah penduduk yang lebih banyak ketimbang Timor. ”Kalau yang terpilih orang Timor, belum tentu dia bisa memahami dan bisa memperjuangkan kepentingan orang Flores yang notabene merupakan mayoritas penduduk di Provinsi NTT,” ujar Yulius.

Selanjutnya, Yulius menjelaskan, kombinasi pasangan Flores dan Timor, di sisi lain menyebabkan kepentingan dan aspirasi masyarakat Flores terakomodasi. Sehingga dalam hal ini bisa memberikan kesejukan bagi masyarakat yang selama ini mengaspirasikan berdirinya Flores sebagai provinsi tersendiri.(riy/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pilkada #ott-kpk 

Berita Terkait

IKLAN