Jumat, 20 Juli 2018 06:17 WIB
BJB JULI V 2

Nasional

JSIT Resmikan Temporary School dan Bantuan Perlengkapan Sekolah untuk Anak-anak Rohingya

Redaktur: Ali Rahman

INDOPOS.CO.ID -  Bangladesh, Pendidikan merupakan salah satu hak dasar bagi anak dan seringkali menjadi hal yang terabaikan dalam situasi krisis. Hal ini juga dialami oleh anak-anak dari keluarga pengungsi Rohingya. Krisis kemanusiaan yang dialami mereka telah menghindarkan anak-anak dari akses terhadap pendidikan. Padahal sebagian besar dari para pengungsi merupakan anak-anak. Anak-anak tersebut kelak akan menjadi generasi penerus bagi keberlangsungan etnis Rohingya.

Merespon hal ini, Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) bekerjasama dengan PKPU Human Initiative mendirikan sekolah sementara untuk anak-anak pengungsi Rohingya yang berada di Kamp Pengungsian Balukhali 2. Sekolah tersebut secara simbolis diresmikan pada Sabtu, 10 Maret 2018. Pada saat yang sama dibagikan paket perlengkapan sekolah untuk para murid berupa tas dan perlengkapan sekolah. Peresmian dihadiri dan diresmikan langsung oleh Sahroni, Ketua Departemen Sosial & Kemanusiaan JSIT Indonesia, serta Yuli Sugiarto Ketua JSIT Indonesia Wilayah Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Ketua Departemen Sosial & Kemanusiaan JSIT, Sahroni, berharap sekolah tersebut dapat membantu pendidikan anak-anak di pengungsian. “Semoga sekolah ini dapat membantu anak-anak yang ada disini untuk terus dapat belajar walaupun entah sampai kapan belum tahu mereka berada di tempat ini," ungkap Sahroni.

Dalam wawancara, salah satu guru mengungkapkan bahwa sebelum ada sekolah ini anak-anak tidak mendapat pendidikan. "Saat ini mereka bisa belajar dengan tenang dan mendapat perlengkapan sekolah yang dapat menunjang proses belajar mereka di Sekolah,” ungkap sang guru.

“Ini adalah Temporary School yang dibangun atas dana yang dikumpulkan oleh teman-teman JSIT seluruh Indonesia”.

Sahroni mengungkapkan lebih lanjut. Sekolah ini merupakan hasil kontribusi dari masyarakat Indonesia melalui JSIT. Di sekolah ini terdapat 200 siswa beserta para guru yang juga berasal dari para pengungsi. Ada 5 mata pelajaran yang diajarkan di Sekolah, yakni: Bahasa Inggris, Bahasa Burma, Bahasa Arab, Matematika, serta Menggambar. (*/atr)


TOPIK BERITA TERKAIT: #jsit #rohingya 

Berita Terkait

IKLAN