Minggu, 23 September 2018 08:11 WIB
pmk

Kesehatan

Insomnia Bikin Orang Lebay, Lalu Depresi

Redaktur:

EDUKASI-Kegiatan peringatan World Sleep Day  yang digelar AMLIFE mengusung tema ”Join the Sleep World, Preserve Your Rhythms to Enjoy Life” di Four Points Hotel, Jakarta Pusat, Senin (12/3). Foto: Joesvicar Iqbal/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Gangguan tidur atau insomnia banyak dialami warga modern perkotaan. Khususnya mereka para pekerja.

Insomnia dipicu oleh gaya hidup warga Jakarta yang sibuk, stress, dan berkembangnya produk elektronik, sehingga membuat seseorang kekurangan kualitas tidur. Buruknya kualitas tidur karena insomnia, seringkali diabaikan dan dianggap hal biasa.

Padahal, insomnia berkepanjangan bisa berdampak negatif terhadap kesehatan individu. Tercatat, ada 10 persen dari jumlah populasi atau sekitar 28 juta orang yang mengalami insomnia di Indonesia. Karena besarnya kasus insomnis di masyarakat modern, maka setiap 16 Maret diperingati sebagai "World Sleep Day" (WSD) sebagai bentuk edukasi pentingnya menjaga kualitas tidur.

Beberapa penelitian menyatakan bahwa perbandingan kualitas tidur dibandingkan kuantitas tidur memiliki pengaruh yang lebih besar pada kualitas hidup dan fungsi tubuh di siang hari.  "Gangguan tidur tidak hanya diderita oleh orangtua, tapi juga mempengaruhi orang pada usia produktif terkait gaya hidup masa kini, tekanan hidup, kafein dan faktor lainnya. Dalam jangka panjang, orang-orang dengan insomnia ditakutkan dapat mengurangi produktivitas dan kualitas hidup mereka," ujar Psikolog Klinis Aurora Lumbantoruan dalam kegiatan peringatan WSD yang diprakarsai AMLIFE dan mengusung tema ”Join the Sleep World, Preserve Your Rhythms to Enjoy Life” di Four Points Hotel, Jakarta Pusat, Senin (12/3).

Dia menambahkan, insomnia banyak didominasi oleh perempuan usia lanjut, perempuan yang telah manepouse, dan umumnya dari ekonomi kelas menengah dan menengah atas. Kebiasaan kerja orang Jakarta yang tinggi, lanjutnya, mengakibatkan tingkat stres meningkat sehingga membuat seseorang mengalami depresi dan berujung pada insomnia. 

Kalau sudah terkena insomnia, masalah efeknya berkaitan dengan medis. Secara psikologis prilaku dan pikiran kita terganggu dan kemudian mengandalkan atau bergantung pada meletakkan kontrol kita.

"Jika kita tidak berdaya maka akan berakibat stres. Jika bergantung pada obat maka akan stres cycle. Makanya perlu pendampingan dan perlu diperiksa ke dokter," anjurnya.

Dia menambahkan, kurang tidur 2 jam saja belum tentu bisa diganti. Lalu kenapa pekerja di kota besar, seperti Jakarta mudah terkena insomnia?

Aurora menjelaskan bahwa orang Jakarta ini biasa tidur hanya 6 jam. "Sedangkan yang diperlukan adalah masa istirahat dan kerja yang terus menerus akan mudah terkena insomnia, susah tidur," bebernya.

Dampak insomnia (kurang tidur) bagi kesehatan mental. Dia menyebutkan, ada riset tentang kemampuan optimal dalam bidang militer ditentukan dengan tidur sebagai komponen penting. Kesehatan fisik dan mental, insomnia kita mulai sulit tidur disebut mon resoratif ketika bangun tidak refresh. 

Kita perlu menyadari konsekuensi yang terjadi jika insomnia akan mempengaruhi kepuasan hidup dan merembet pada berkurangnya kepuasan terhadap pekerjaan namun karena sulit tidur tingkat kepuasan itu yang berkurang. 

Orang yang mengalami depresi karena ada gangguan kurang tidur banyak dialami warga Jakarta. "Jika kita kurang tidur, cenderung memiliki reaksi emosional yang meningkat. Jika insomnia maka kita akan lebay, dan lebih rentan depresi. Jika ditegur atasan maka akan berhari-hari depresi," tambahnya. 

Dia menyarankan, tidurlah 8 jam dalam sehari. Lepaskan semua beban pikiran, matikan hp. Pendiri AMLIFE International Lew Mun Yee menambahkan, ada tiga titik penting menghindari insomnia. Dimulai dari makanan, olahraga, dan istirahat (kualitas tidur).

"Dari penelitian saya ke beberapa negara ternyata banyak orang mengalami fasilitas tidur yang buruk. Sehingga mereka harus minum suplemen dan olahraga," katanya. 

Menurutnya, orang yang insomnia akan terpengaruh kinerjanya. ”Kinerja menurun dan mengurangi hubungan keluarga dan teman-teman. Terlebih mempengaruhi kualitas hidup kita," ujarnya. 

Orang insomnia umumnya pengguna gadget aktif. ”Kualitas tidur berkurang, karena memilih main smartphone ketimbang istirahat,” imbuhnya.

Sementara itu, Konsultan Kesehatan Edward Yong menjelaskan, insomnia membawa dampak serius pada kesehatan fisik. Seperti nafsu makan yang menyebabkan obesitas dan diabetes, jantung koroner, hipertensi, gangguan sistem kekebalan tubuh, dan hipertensi menjadi salah satu penyakit dengan pengobatan serius. (ibl) 

 

 

 

 

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #insomnia #kesehatan 

Berita Terkait

Lawan Stigma dengan Lari Marathon

Lifestyle

Sunglasses Tangkal Katarak Dini

Kesehatan

Seksi Sixpack Tanpa Sit Up

Kesehatan

Ketua MUI : Vaksin MR Wajib

Nasional

Lasik, Tindakan Cepat Persiapan Lama

Kesehatan

IKLAN