New in Depth

Muncul Nama Kimia Farma di Produk Zat Babi, Tapi Dibantah

Redaktur:
Muncul Nama Kimia Farma di Produk Zat Babi, Tapi Dibantah - New in Depth

INDOPOS.CO.ID - DIREKTUR Utama Kimia Farma Honesti Basyir mengklaim produk suplemennya bersih dari dugaan mengandung zat babi. Menurut Honesti, ketiga produk yang dialamatkan pada Kimia Farma bukan produk perusahaan pelat merah tersebut. Tetapi produk sejenis yang diproduksi kompetitornya.

"Produk mana itu? Tidak ada. Kami tidak dalam daftar permasalahan itu. Kami klir? Itu produk dari produksi perusahaan lain. Bukan kami punya. Produk kami tidak ada satu pun yang mengandung zat babi," ujar Basyir saat dicegat INDOPOS usai acara penerbitan surat utang jangka menengah atau medium term note (MTN) Tahap II di Jakarta, Senin (12/3).

Menurut Basyir, tidak ada produknya yang ditarik dari peredaran. Apalagi tidak diperpanjangnya ijin peredaran dari BPOM. “Tidak ada (BPOM) mencabut produk kami. Yang mana itu? Itu perusahaan lain. Klir ya?” kilah Basyir.

Sementara itu GM Corporate Secretary PT Kimia Farma (Persero) Ganti Winarno menegaskan komentar pimpinannya itu. Dia menjelaskan produk suplemennya bersih dari dugaan mengandung zat babi. “Tidak ada produknya yang ditarik dari peredaran. Apalagi tidak diperpanjangnya ijin peredaran atau dicabut oleh BPOM,” tegasnya.

Memang sempat muncul nama PT Kimia Farma yang memproduksi obat jenis Vitazym, Enzymfort, Pankreoflat, dan Pankreon Granul yang dicabut izin edarnya dan ditarik dari pasaran. Namun, pihak Kimia Farma menepisnya.

Namun, sedikit berbeda dengan pernyataan PT Hexpharm Jaya Laboratories yang memproduksi obat Librozym, dan Librozym Plus. Ketika di telepon mengatakan produk bukan miliknya. “Kami tidak mau berkomentar,” sanggah pihak manajemen perusahaan. (ers/dew)

OBAT DIDUGA MENGANDUNG DNA BABI

(2015-Februari 2018)


  1. Viostin DS (2018)
    2. Enzyplex (2018)
    3. Vaksin meningitis (2009)
    4. Vaksin polio khusus (IPV) pada 15 Juni 2002
    5. Vaksin polio oral (OPV) pada 25 Juli 2005

Tahun 2013-2015

  1. Excelase-E (PT Meiji).
    7. Gasflat (PT Pratapa Nirmala)
    8. Enzymfort, Pankreoflat, Pankreon Granul (PT Kimia Farma)
    9. Bernozym, Berzymplex (PT Bernofarm)
    10. Tripanzym (PT Sanbe Farma)
    11. Elsazym (PT Otto Pharmaceutical)
    12. Decazym (PT Harsen)
    13. Primperan Compositum (PT Soho Industri)
    14. Enzycomb (PT Erlimpex) 
    15. Vitazym (PT Kalbe Farma)
    16. Librozym, Librozym Plus (PT Hexpharm Jaya Laboratories)
    17. Flazymec (PT Ifars Pharmaceutical)

OBAT POSITIF DITARIK BPOM

Tahun 2013

  • Obat Somadril ditarik dari peredaran karena mengandung zat carisoprodol sejenis obat keras yang memiliki efek farmakoligis sebagai relaksasi otot.

Tahun 2015

1) Bahan kimia obat (BKO) dalam obat tradisonal macam Poetre Koening, Magic Penis, Daun encok, Mahhabbah, Xian tong, Lotus, Laba-laba Pace G, Extra Murinda, Tunjung Biru, Jaya Sakti, Tujuh daun, Bunga teratai, Tangkur cobra, Kunci mas, Bunga sakti. Tujuh daun, Asmulin, dan Extra binahong.

Tahun 2018

1) Obat suplemen tulang merk Vioseten DS, dan obat sakit lambung merk Enzi Plek. Berdasarkan hasil uji laboratorium, ditarik dari peredaran oleh BPOM karena mengandung DNA babi.

2) Obat-obatan mengandung sibutramin, adalah senyawa obat yang digunakan dalam terapi penurunan kelebihan berat badan (overweight dan obesitas), bersamaan dengan diet dan olahraga. Memiliki efek samping pada penggunanya, yakni kardiotoksik atau toksik bagi jantung. BPOM membatalkan izin edar.

3) Obat-obatan mengandung dextromethorphan sediaan tunggal, adalah molekul obat yang bersifat antitusif atau meredakan batuk. BPOM batalkan izin edar. Jika diminum pada dosis 5-10 kali dosis normal, dapat muncul efek sedatif-disosiatif, dengan manifestasi berupa halusinasi, perasaan linglung, dreamy state, hingga psikosis atau keinginan untuk melukai diri.

4) Albothyl, ditarik karena efek samping yang dilaporkan selama obat tersebut dipakai. Penggunaan pada penderita sariawan, akan muncul efek samping berupa sariawan yang membesar dan berlubang, hingga menyebabkan infeksi.

DUA MEKANISME PENGAWASAN BPOM

  1. Pengawasan pre-market (sebelum memiliki izin edar)
  • Aktifitas produksi
  • Sarana produksi
  1. Pengawasan post-market (dilakukan oleh seluruh balai POM di seluruh wilayah Indonesia, salah satunya Balai BPOM DKI Jakarta)
  • Dilakukan untuk memastikan mutu jenis produk yang beredar di masyarakat
  • Memastikan mutu sama setelah izin edar produk kelar

MEKANISME PENGAWASAN PRODUK

1. Pengawasan rutin dilakukan pada sarana produksi macam inspeksi mendadak (sidak)

2. Menentapkan standar mutu yang wajib diikuti setiap produsen, sehingga industri obat dan distribusi obat tersertifikasi

3. Balai BPOM di wilayah melakukan pengujian sarana produksi dan distribusi dan melakukan sampling acak berdasarkan analisis risiko kepada produk yang beredar

4. Melakukan pengujian di laboratorium

BEBERAPA PENYEBAB MUTU OBAT BERBEDA

  • Sub standar atau senyawa aktif yang berfungsi untuk obat tidak sampai standar atau bahkan melebihi standar.
  • BPOM akan memberikan peringatan sebelum melakukan penarikan dari masyarakat.

PERINGATAN TERHADAP PRODUSEN

  • Produsen melakukan pembelaan dengan menguji atau studi banding (tidak berkaitan pada mutu jenis produk)
  • BPOM memberikan waktu 30 hari untuk penarikan produk di masyarakat (berkaitan dengan mutu jenis produk)

SELEKSI BPOM DALAM MENENTUKAN IZIN EDAR

  • Uji administrasi,
  • Pemasok bahan
  • Bahan dasar yang wajib bersertifikasi

SARAN DOKTER

  • Tidak perlu panik karena DNA babi pada prinsipnya sama dengan manusia. Dilarang karena haram (bagi yang terlanjur mengonsumsi)
  • Bukan termasuk obat emergency artinya tidak usah dikonsumsi jika tidak halal
  • Sering berkonsultasi dengan dokter

Baca Juga


Berita Terkait

Lifestyle / Obat Umum Berisiko Peningkatan Penurunan Fungsi Otak bagi Lansia

Headline / Libatkan BPOM, Makanan dan Minuman di RPH MK harus Steril

Lifestyle / Mitos, Makan Diselingi Minum Bakal Ganggu Kesehatan

Banten Raya / Dua Persen Warga Kabupaten Tangerang Menderita Diabetes


Baca Juga !.