Jakarta Raya

Kesenian Betawi Butuh Perhatian

Redaktur:
Kesenian Betawi Butuh Perhatian - Jakarta Raya

KESENIAN – Penari Topeng Betawi tengah beraksi menampilkan kebolehannya, dalam sebuah pentas seni di Jakarta beberapa waktu lalu. ISMAIL POHAN/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Kesenian Betawi semakin tergerus eksistensinya dari waktu ke waktu. Dari sekitar 35 jumlah kesenian asli Jakarta yang tercatat, hanya tinggal satu dua jenis kesenian saja yang muncul, itupun sudah sangat jarang bisa dinikmati, karena ditampilkan dalam komunitas kecil. Padahal, sejumlah kesenian seperti gambang kromong, lenong, tanjidor, palang pintu, ondel-ondel hingga tari ronggeng blantek, dan tari topeng Betawi adalah kesenian yang sangat berjaya di era 1980 an ke bawah.

“Fenomena yang paling mudah dilihat adalah semakin sedikitnya penampilan maupun pementasan kesenian Betawi, bahkan sekadar tayangan bentuk audio saja juga nyaris tidak ada. Ini tentu sangat memprihatinkan, dan membutuhkan perhatian dari semua pihak,” ujar anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Steven Setiabudi Musa, Selasa (13/3).

Melihat kondisi tersebut, Steven yang memang membidangi pendidikan dan kesenian di Komisi E DPRD itu, menggagas pertunjukan Konser Musik Batavia Fanfare-Tribute to Benyamin Suaeb (KMBFTB), sebagai upaya menghidupkan kembali kesenian asli Betawi. Dalam kegiatan tersebut, pihaknya menggandeng Yayasan Perguruan Cikini yang ada di kawasan Menteng Jakarta Pusat. “Rencananya pentas ini akan digelar di Gedung Kesenian Jakarta pada tanggal 18 April 2018 mendatang,” kata anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI ini.

Menurutnya, seni musik Betawi memang tidak hanya gambang kromong dan lagu-lagu Benyamin S saja, tetapi juga ada banyak yang lainnya, misalnya tanjidor, keroncong Betawi, atau lagu-lagu karya komponis Betawi, Ismail Marzuki. “Saya sangat mengapresiasi apabila ada perseorangan atau lembaga yang telah bergerak nyata melakukan aksi-aksi pengembangan dan pelestarian seni budaya Betawi, termasuk mengumandangkan kembali gambang kromong dan lagu-lagu Benyamin S,” ungkapnya.

Ketua Pelaksana Pertunjukkan KMBFTB, Merwyn Nainggolan mengatakan konser ini didukung oleh Yayasan Gita Jaya Semesta dan Yayasan Perguruan Cikini (YPC).

"Kami juga akan didukung oleh sejumlah artis yang juga alumni YPC diantgaranya Wizzy Williama, Abby Ghalabby, Ricad Hutapea, Daffa Pranadjaja, Putri Marlin serta Wind Ensemble Percik," ungkapnya.

Merwyn mengungkapkan, pihaknya akan menyebar 400 undangan di acara ini. 

"Termasuk keluarga Benyamin Suaeb sendiri," tutur Merwyn.

Selain itu, grup Gambang Kromong SMK Musik Perguruan Cikini, Orkestra Perguruan Cikini, pemain Keroncong Alumni SMK Musik Perguruan Cikini dan Bentara Muda Choir yang merupakan kelompok paduan suara binaan Bentara Budaya Jakarta (Kompas Gramedia) bakal tampil di acara KMBFTB.

Sementara itu, Music Director KMBFTB, Hari Poerwanto mengatakan pihaknya sudah berlatih serius mempersiapan pertunjukkan tersebut. "Waktu dua jam kami siapkan di acara ini, tentunya seperti biasanya, setiap pertunjukkan yang kami tampilkan, waktu dua jam sepertinya tidak cukup," tuturnya. Diakuinya, kolaborasi musik Gambang Keromong dan Orkestra di pertunjukkan KMBFTB bisa dinikmati setiap penonton. "Ada kekayaan harmonisasi musik dengan tampilnya Gambang Keromong dan Orkestra di acara ini yang akan mengiringi 24 judul lagu Benyamin Suaeb," tandasnya. (ibl)

Berita Terkait

Nasional / Dari Tari Jaranan hingga Menari 12 Jam Penuh

Megapolitan / Tempel Foto Provokator Tawuran

Megapolitan / Pergantian Pimpinan dari Demokrat

Megapolitan / Kadis Bina Marga Mendadak Bungkam


Baca Juga !.