Jumat, 21 September 2018 11:45 WIB
pmk

Nusantara

Kejar Pengerjaan Tol di Seksi II

Redaktur:

MULUS - Tol Palembang Indralaya (Palindra) seksi 1 (Palembang-Pemulutan) yang beroperasi.

INDOPOS.CO.ID – Target menyelesaikan fisik konstruksi jalan Tol Palembang-Inderalaya, Sumatera Selatan pada Maret ini, tak tercapai PT Hutama Karya. Setidaknya, baru dapat diselesaikan Mei mendatang. Sementara ini, progres pembangunan Tol Palindra sudah mencapai 80 persen.

Manajer Proyek Hutama Karya Divisi Tol Palindra, Hasan Turcahyo, mengaku tidak tercapainya target lantaran sempat terkendala pada lahan. Terutama di seksi II. “Tapi sekarang seluruh lahan sudah bebas sehingga tidak ada halangan untuk bekerja," ungkapnya, kemarin.

Tinggal tergantung kondisi cuaca di lapangan. Hujan dapat mengganggu pengerjaan vacuum consolidation method (VCM) dan pengerasan. ”Ya kalau hujan, terpaksa pada titik itu (seksi II, red) ditunda,” katanya.

Dipaparkan, progres Tol Palindra seksi I sudah rampung 100 persen. Sepanjang 7,10 km yang menghubungkan Palembang-Pemulutan, bahkan sudah operasional. Begitupun seksi III sepanjang 9,93 km yang menghubungkan KTM Rambutan-Inderalaya, sudah mencapai 97 persen. “Tinggal finishing, berupa pemasangan marka jalan, penerangan jalan dan lainnya,” urainya.

Tinggal mengejar seksi II yang masih proses konstruksi, baik berupa pengaspalan maupun perapian. Namun seksi II ini hanya 4,9 km, menghubungkan Pemulutan-KTM Rambutan. Lanjut Hasan, setelah secara keseluruhan selesai Mei, akan dilakukan uji kelayakan jalan oleh badan jalan tol. Setidaknya butuh waktu satu hingga dua minggu.

Begitu semua selesai, Juli Tol Palindra sudah dapat dioperasionalkan seluruhnya oleh masyarakat. Biasanya, sambung Hasan, jelang dan sesudah Lebaran, ada instruksi dari Presiden RI Joko Widodo untuk ruas jalan tol difungsikan. ”Artinya pada saat musim mudik Lebaran ini, Sumsel telah memiliki tol sepanjang 22 km,” tuturnya.

Untuk menjaga kelancaran pembangunan proyek tol tersebut, PT Hutama Karya memasang sejumlah CCTV atau kamera pengintai. Sehingga semua aktivitas dan lalu lintas di ruas jalan tol terpantau dan terekam. ”Sekarang ini, CCTV untuk mengawasi dan memonitor proyek. Nantinya, dialihkan ke pengamatan lalu lintas di tol,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Cabang Operasional Tol Palindra, Darwan Edison,  mencatat ada sekitar 5 ribu kendaraan masuk tol pada Januari 2018. Menurun jadi sekitar 3.800 kendaraan ada Februari. ”Penurunan ini mungkin karena akses tol masih pendek, hanya 7 km (seksi I, red). Kalau sudah 22 km dari Palembang hingga Inderalaya, insya Allah ramai,” harapnya.

Terkait pengguna jalan tol, Darwan menyebut rata-rata kendaraan golongan I. Didominasi oleh mobil pribadi sekitar 89 persen. Golongan II sekitar 10 persen, selebihnya golongan III, IV, dan V.  "Rentang kendaraan yang lewat tercatat banyak pada pagi hingga sore hari. Rata-rata didominasi kendaraan berpelat Sumsel," ulasnya. (yun/air/ce1)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pembangunan-jalan-tol 

Berita Terkait

IKLAN