Nasional

Cuti Sebulan hanya untuk Kasus Tertentu

Redaktur: Novita Amelilawaty
Cuti Sebulan hanya untuk Kasus Tertentu - Nasional

INDOPOS.CO.ID -  Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Herman Suryatman menanggapi pemberitaan terkait cuti satu bulan jika istri melahirkan. Herman menjelaskan, cuti bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) laki-laki yang mendampingi istrinya melahirkan bukanlah cuti tersendiri, tetapi merupakan salah satu jenis cuti, yakni cuti karena alasan penting.

“Cuti tersebut bukanlah cuti tersendiri semata-mata karena istri melahirkan. Tetapi, cuti karena alasan penting, yang antara lain dapat diambil untuk mendampingi istri apabila proses kelahirannya betul-betul membutuhkan pendampingan, seperti operasi caesar atau membutuhkan perawatan khusus,” ujar Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Herman Suryatman di Jakarta, Rabu (14/3). 

Dijelaskan bahwa pemberian cuti karena alasan penting terdiri dari 15 poin. Pada poin 3 berbunyi “PNS laki-laki yang isterinya melahirkan /operasi caesar dapat diberikan cuti karena alasan penting dengan melampirkan surat keterangan rawat inap dari Unit Pelayanan Kesehatan,” katanya.

Herman menambahkan, pengertian satu bulan itu merupakan waktu paling lama. Tidak selalu satu bulan, tetapi bisa kurang, disesuaikan dengan kondisi objektif dan alasan yang akuntabel.

Apalagi dengan perkembangan teknologi kedokteran masa kini, bisa memungkinkan orang yang melahirkan dengan operasi caesar bisa sembuh lebih cepat. "Jadi, cuti sampai satu bulan itu hanya untuk kasus-kasus tertentu saja, yang memang betul-betul membutuhkan pendampingan suami," pungkasnya. (nyc)

Berita Terkait

Headline / Administrasi Pemerintah Disorot

Jakarta Raya / Terapkan Tarif Parkir Baru di IRTI Monas

Nusantara / 14 PNS Positif Konsumsi Sabu


Baca Juga !.