Nasional

Biaya Haji 2018 Disepakati

Editor:

INDOPOS.CO.ID - Panitia Kerja BPIH bersama Komisi VIII DPR sepakat menetapkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 1439H/2018M. Kesepakatan tersebut dibuat dalam rapat terbuka yang dipimpin oleh Ketua Komisi VIII Ali Taher.

Dalam sambutan pembukaannya, Ali Taher mengungkapkan kesepakatan BPIH rata-rata perjemaah haji tahun ini ditetapkan rata-rata sebesar Rp 35.235.602,- per jemaah haji. Biaya tahun ini ada kenaikan sebesar Rp345.290 atau 0,9%.

BACA JUGA : Viral! Install Aplikasi Lazada sekarang dapat Diskon Hingga 80% dan Gratis Ongkir Selama Ramadhan

Di tempat yang sama, Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin menyebut ada tiga faktor yang mempengaruhi kenaikan biaya operasional penyelenggaraan ibadah haji tahun ini dibanding tahun 2017.

Pertama, adanya kebijakan Pemerintah Arab Saudi terkait pemberlakuan pajak pertambahan nilai (PPn) sebesar 5% untuk semua barang dan jasa yang dikonsumsi dan dipergunakan di Arab Saudi.

Kedua, kenaikan harga bahan bakar minyak dan tarif listrik di Arab Saudi serta trend kenaikan harga avtur atau bahan bakar pesawat, lebih dari 50 persen biaya haji dihabiskan untuk keperluan bahan bakar pesawat.

Ketiga, perubanan nilai tukar rupiah terhadap Dollar Amerika dan Saudi Riyal.

Kenaikan ini dinilai Menag sangat wajar karena selain tiga komponen di atas ada peningkatan layanan seperti konsumsi di Makkah dan kepada jemaah haji lainnya. Satu diantaranya untuk menambah jumlah makan, yang sebelumnya hanya 25 kali saja, kini bertambah menjadi 40 kali. Biaya haji pada dasarnya bersumber dari dua hal, pertama dari BPIH yang disetor oleh jemaah (direct cost) dan berasal dari dana optimalisasi (indirect cost).

"Secara keseluruhan memang ada kenaikan biaya sebenarnya sekitar 66 juta tapi jemaah hanya membayar pada kisaran rata-rata 35 juta, sehingga penggunaan indirect cost lebih tinggi dari tahun sebelumnya," jelas Menag.

Selanjutnya, dengan ditetapkannya BPIH sebesar itu, menurut Ali Taher, penggunaan dana optimalisasi mencapai Rp 6,327 triliun. Dana optimalisasi merupakan dana bagi hasil BPIH dalam satu tahun. Meskipun kenaikan BPIH tidak signifikan, DPR dan Kemenag bekomitmen tetap meningkatkan kualitas layanan, pembinaan, dan perlindungan kepada jemaah haji.

Kenaikan BPIH lebih banyak pada biaya penerbangan karena kenaikan bahan bakar pesawat. Ketua Panitia Kerja DPR RI merinci komponen BPIH hingga muncul angka besaran BPIH ditetapkan.

Sedangkan penambahan jumlah petugas menjadi 4.100 orang, penambahan jumlah makan jemaah haji di Makkah dari 25 kali menjadi 40 kali, dan penambahan waktu tinggal jemaah menjadi 41 hari dari tahun lalu 39 hari. Selain itu ada juga peningkatan kualitas koper, batik, penambahan fasilitas Armuzna, serta upgrade bus masyair.

Kemudian setelah Kemenag dan DPR meyepakati BPIH tahun 2018 maka secara resmi BPIH akan ditetapkan melalui Keputusan Presiden. Dalam waktu dekat juga akan segera diumumkan jemaah haji berhak melunasi BPIH melalui website resmi Kemenag dan langsung ke Kanwil Kemenag se-Indonesia. (*/fol)

Berita Lainnya

Banner

Facebook

Twitter