Jumat, 21 September 2018 05:35 WIB
pmk

Fashion

Indonesia Fashion Week 2018 Usung Warisan Indonesia

Redaktur:

BERAGAM-Sejumlah desainer memperkenalkan berbagai koleksi yang bakal dihadirkan di ajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2018. Foto: Adrianto/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Indonesia Fashion Week (IFW) kembali hadir tahun ini di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan. Gelaran ini hadir mulai 28 Maret sampai dengan 1 April 2018.

Masih mengusung kebudayaan lokal, tema tahun ketujuh ini adalah ”Cultural Identity”. ''Tema cultural identity mengingatkan agar warisan Indonesia harus kita gali. Selain untuk menambah nilai pada ekonomi kerakyatan dan identitas, juga sebagai salah satu cara melawan globalisasi,'' ujar Presiden Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) dan IFW Poppy Dharsono dalam preevent gathering IFW 2018 di Kemang Village, Jakarta Selatan, Kamis (15/3).

Sekaligus mendorong industri fashion dari kalangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Produk mereka banyak yang berkualitas, tapi kurang dipromosikan.

Menurut Poppy, melalui ajang IFW ini sekaligus membuka keran promosi untuk produk rancangan desainer lokal. Tahun ini, Rumah Kreatif BUMN (RKB) juga turut berpartisipasi.

''IFW adalah ajang yang penting bagi UMKM binaan RKB untuk akses ke pasar. Agar bisa memperluas jaringan dan meningkatkan usaha dan pemerataan ekonomi,'' kata Staff Khusus II Kementerian BUMN Judith Jubilina Dipodiputro di acara yang sama.

Dia melanjutkan, saat ini telah dibangun 202 RKB di seluruh Indonesia dengan 475 ribu lebih produk telah teregistrasi. Ajang promosi fashion tahun ini di IFW mengangkat budaya dari tiga kawasan yaitu Danau Toba dari Tanah Batak (hari pertama), Borobudur dari Jawa Tengah (hari kedua), dan Labuhan Bajo dari Nusa Tenggara (hari ketiga).

Poppy menambahkan, pemilihan tiga kawasan tersebut karena lebih seksi dan purba. ''Misalnya, Danau Toba dulunya adalah gunung yang meletus. Ini ada pada zaman dahulu sekali,'' tukasnya.

Penyelenggaraan ketujuh ini akan berkolaborasi dengan 200 perancang mode (lokal dan internasional), 460 peserta pameran merek fashion dan tekstil, workshop dengan pakar, kuliner dan oleh-oleh panganan dari berbagai daerah di Indonesia. Diantaranya, Norma dan Etu menjanjikan koleksi yang masih mengusung ciri khas mereka, namun dengan sisipan kejutan membuatnya terlihat berbeda dari biasa.

Barli Asmara bakal memamerkan busana-busana yang terinspirasi dari siluet pakaian perempuan era 1920-1950. Sementara Dian Pelangi masih berkreasi dari kain songket namun dengan pilihan warna yang disebutnya 'tidak biasa'. (dew)

 

 

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #ifw-2018 #fashion 

Berita Terkait

WICSF 2018 Padukan Kuliner dan Fashion

Fashion

Fall Winter 2018 yang Customizes

Fashion

IKLAN