Nasional

Raih ISO 22327, Begini Perjalanan LEWS

Redaktur: Syahrir Lantoni
Raih ISO 22327, Begini Perjalanan LEWS - Nasional

BENCANA: Salah saru area longsor di Indonesia. foto: dok/indopos

INDOPOS.CO.ID - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei menjelaskan proses yang telah dilalui LEWS untuk mendapatkan ISO 22327.

Proses tersebut dibeberkan Willem di Plenary Meeting ISO Sydney, Australia melalui rilisnya kepada INDOPOS, Jumat (16/3).

Willem menuturkan, pada awal dibentuk LEWS diuji coba di lebih dari 150 lokasi di Indonesia. Kemudian dikembangkan lagi untuk mendapakan Standar Nasional Indonesia (SNI) yang akhirnya ditetapkan pada tahun 2017. 

"Bersamaan dengan proses penyusunan SNI tanah longsor tersebut, pada tahun 2014 Indonesia juga mengajukan usulan untuk penyusunan Standar Internasional melalui ISO," 

Kemudian,Usulan tersebut disetujui dan masuk dalam komite ISO/TC 292: Security and Resilience pada Working Group 3: Emergency Management, sebelum akhirnya mendapatkan ISO 22327.

Menurutnya, proses panjang untuk mendapatkan ISO sejak 2014 ini tidak terlepas dari inisiatif dan upaya bersama BNPB, Badan Standardisasi Nasional (BSN) dan UGM. Namun demikian, LEWS ini pada akhirnya diharapkan dapat berkontribusi signifikan dalam konteks bahaya longsor di Indonesia. 

"Lebih dari 40 juta masyarakat di 274 kabupaten/kota terpapar bahaya longsor. Longsor sendiri merupakan bencana paling mematikan di Indonesia," tandasnya. (awa)

 

Berita Terkait

Headline / Kenali Ancaman Bencana agar Selamat

Nasional / Selama Empat Bulan Terjadi 1.586 Bencana

Daerah / Imbau Warga Waspada Banjir Susulan

Nusantara / Situasi Masyarakat Sudah Kondusif Pascagempa Banggai

Nasional / Rekonstruksi Pascabencana Sulteng Butuh Rp 36 T

Daerah / Awal Musim Kemarau, Siaga Antisipasi Karhutla


Baca Juga !.