Rabu, 14 November 2018 01:56 WIB
pmk

Politik

PKB Akui Belum Deklarasi untuk Jokowi, Alasannya soal Teknis

Redaktur: Syahrir Lantoni

INCAR CAWAPRES: Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. foto: repro/jawapos

INDOPOS.CO.ID - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) telah resmi mendeklarasikan Ketua Umumnya Muhaimin Iskandar sebagai calon wakil presiden untuk Pilpres 2019. 

Kendati demikian, PKB hingga kini belum menyatakan ketegasan sikapnya untuk kembali mendukung Jokowi, Prabowo ataupun calon lain yang belum terlihat. Lalu kenapa PKB membuat strategi semacam itu?

Menurut Sekjen PKB Abdul Kadir Karding, ada dua alasan kenapa pihaknya mendeclare ketumnya atau yang karib dipanggil Cak Imin menjadi cawapres akan tetapi belum merapat ke parpol koalisi.

"Terus terang sebenarnya kalau menurut saya hanya soal teknis dan cara pandang melihat pileg dan pilpres yang dilakukan bersamaan," ungkap Karding dalam diskusi Para Syndicate di Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Jumat (16/3).

Dia menjelaskan, PKB sangat meyakini dengan apa yang disebut multi efek, dimana pengalaman beberapa negara seperti Ekuador dan Perancis itu, partai yang tumbuh besar adalah partai yang capresnya berasal dari parpol. Ini karena efek pelaksanaan pemilihan legislatif dan pemiluhan presiden yang dilakukan bersamaan.

"Ini beda kalau nggak bersamaan," tegas politisi Senayan itu.

Oleh karena itu, sambung Karding menegaskan, pihaknya harus hati-hati dalam mengambil keputusan agar tidak kalah sekaligus dalam dua pesta demokrasi bangsa ini.

"Jangan sampai KO di pilpres dan KO di pileg, ini bahaya pak. itulah salah satu mengapa PKB memilih mengajukan cawapres, kita realistis," ungkap dia.

Karding berargumen bahwa PKB menyadari perolehan kursi di DPR dan kondisi partainya sekarang ini yang tidak seperti PDIP. Akan tetapi, PKB berkeyakinan dalam berpolitik itu melakukan kaderisasi kepemimpinan dan salah satu tujuan berpolitik adalah berkuasa untuk kemaslahatan umat. 

"Oleh karena itu PKB mengukur diri dan mencalonkan ketum jadi cawapres, targetnya adalah kalau betul Pak Jokowi cocok ya alhamdulialh. Namanya juga usaha," pungkas Karding. (jaa)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pkb #pemilu-2019 

Berita Terkait

Caleg Berebut Pemilih Milenial

Politik

Gugatan Gerindra DKI Dikabulkan KIP

Politik

Jokowi: Timses Harus Tetap Kerja Keras

Politik

IKLAN