Jumat, 21 September 2018 04:07 WIB
pmk

Jakarta Raya

Jual Makanan Kadaluwarsa, Pemilik Ruko di Tambora Dicokok Polisi

Redaktur: Redjo Prahananda

INDOPOS.CO.ID - Aparat Polres Jakarta Barat menangkap pemilik toko makanan produk kemasan berinisial AA. Penamgkapan dilakuak di ruko milik AA di Jalan Raya Kalianyar 1 Nomor 16 - 17 Jembatan Besi Tambora Jakarta Barat.

AA tertangkap tangan saat sedang asyik mengganti label tenggat waktu penggunaan makanan yang sudah kadaluwarsa. Dalam penangkapan yang dilakukan Senin siang (19/3) itu, polisi menemukan ratusan bungkus makanan produk kemasan seperti mayones, biskuit, chiki, dan keju yang sudah kadaluwarsa. Total ada 60 item merk yang label tanggat waktu atau masa kegunaan yang sudah kadaluwarsa diganti pelaku.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Edi Suranta Sitepu menjelaskan, makanan kedaluwarsa itu hendak dijual kembali kepada konsumen setelah label kadaluwarsanya diganti.

“Setelah kami mendapat informasi adanya toko yang menjual barang kadaluwarsa langsung kami lakukan penyelidikan," terang Edi di Mapolres Jakarta Barat, Senin (19/3).

Benar saja, setelah diselidiki beberapa hari, ternyata ada sebuah ruko penjual makanan kemasan didapati tengah mengganti label-label masa kegunaan makanan produk kemasan.

Caranya, pelaku mengubah menghapus tulisan digital 'expired' dengan cairan M3 dan kain lap. Lalu menggunakan alat sablon memasang label baru menggunakan alat sablon agar terlihat seperti barang baru. Setelah itu, barang tersebut langsung dipasarkan ke beberapa daerah.

Menurut Edi, selain menangkap pemilik toko berinisial AA, pihaknya polisi menyita ratusan botol makanan kedaluwarsa sebagai barang bukti.

Seluruh barang bukti berikut pelaku langsung diangkut ke Mapolres Jakarta Barat untuk menjalani penyidikan. Dalam pemeriksaan terungkap kalau pelaku sengaja mengganti label makanan dan menggantinya dengan yang palsu. Lalu menjual produk kadaluwarsa itu dengan harga lebih murah dari harga resmi.

"Hasil pemeriksaan sementara, AA sengaja mengubah tanggal kadaluwarsa pada dagangannya lalu dijual lagi. Saat ini masih kami kembangkan penyidikannya untuk mengungkap kemana saja makanan kadaluwarsa itu diedarkan, karena AA mengakui sudah dua tahun menjalankan kegiatan ini," pungkas Edi.

Ditegaskan Edi, edua pelaku dijerat Pasal 62 ayat (1) junto Pasal 8 ayat (1) dan Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen serta Pasal 143 junto Pasal 99 UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara. (ind)


TOPIK BERITA TERKAIT: #makanan-kedaluarsa 

Berita Terkait

IKLAN