Minggu, 18 November 2018 01:44 WIB
pmk

Nusantara

Mengunjungi Air Terjun Sulok, Primadona Wisata Baru

Redaktur:

SEJUK - Objek wisata Air Terjun Sulok menawarkan panorama yang indah dan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Ketinggian air terjun ini mencapai 12 meter. RACHMAD RHOMADHANI/RADAR KALTARA

INDOPOS.CO.ID - Air Terjun Sulok saat ini menjadi primadona bagi masyarakat di Kecamatan Tanjung Palas Utara, Bulungan, Kalimantan Utara. Pasalnya, air terjun itu menyuguhkan panorama yang begitu indah. Namun, di balik keindahan itu bagaimana asal mula ditemukannya Air Terjun Sulok. Berikut liputannya.

Terletak di tengah hutan belantara di Desa Pimping, Kecamatan Tanjung Palas Utara. Objek wisata Air Terjun Sulok saat ini menjadi sorotan masyarakat di dunia maya karena keindahan panoramanya. Bahkan, belakangan dengan lajunya teknologi. Air Terjun Sulok tak hanya dikunjungi wisatawan. Bahkan, wisatawan mancanegara juga tak luput menikmati objek wisata yang masih ”perawan” atau belum tersentuh tangan manusia ini.

Padahal, diketahui untuk menuju wisata air terjun yang memiliki ketinggian sekitar 12 meter itu cukup jauh. Dari perkampungan berjarak sekitar 12 kilometer (km) dan wisatawan harus berjuang cukup keras. Ini dikarenakan jalur yang dilalui masih terbilang alami atau hanya melewati jalan setapak.

Jika wisatawan mencoba pada alternatif kedua, yakni menggunakan jalur sungai dengan perahu kecil berkapasitas lima hingga enam orang. Wisatawan harus siap siaga karena sepanjang sungai terdapat ratusan ranting pohon yang bertebaran. Ditambah jika kondisi air tengah surut. Maka, terpaksa wisatawan harus mendorong perahu karena sungai mengalami pendangkalan.

Namun, berdasarkan pantauan penulis saat mengikuti perjalanan di lokasi secara langsung. Tampak, objek wisata itu dipenuhi puluhan bahkan ratusan masyarakat. Para pecinta wisata ini tentunya tak luput mengabadikan momen dengan berfoto dan mandi diguyuran air tersebut. Dan beberapa masyarakat juga memasak di lokasi dengan peralatan seadanya.

Sementara, ditemui di lokasi Air Terjun Sulok. Kepala Desa (Kades) Pimping Alan Bilung menjelaskan, objek wisata di desanya ini diakuinya tak pernah sepi setiap akhir pekan. Banyak masyarakat pecinta wisata alam berkunjung secara langsung di lokasi. Bahkan, ada yang dari Jerman yang sempat berkunjung dan memintanya untuk bersama melihat lokasi Air Terjun Sulok tersebut. “Objek wisata ini juga masih sangat alami. Termasuk untuk jalan menuju ke lokasi hingga saat ini,” ungkap Alan.

Dikatakannya juga, mengenai sejarah ditemukannya Air Terjun Sulok. Alan menjelaskan bahwa kala itu ada salah seorang warga lokal yang tengah berburu di dalam hutan belantara. Saat tengah berburu, warga tersebut tak sengaja menemukan air terjun yang megah. Sehingga sempat ia memberitahukan warga lainnya. “Untuk tahun diperkirakan pada 1980. Warga lokal di sini yang menemukan,” ujarnya.

Akan tetapi, karena saat itu masyarakat menganggap letak objek wisata cukup jauh. Ditambah jalur yang dilalui juga masih belum jelas. Sehingga objek wisata itu sempat ditinggalkan atau dilupakan. ”Tahun 2000-an ke atas baru masyarakat lokal coba masuk lagi ke lokasi untuk memastikan. Dan seperti saat ini dapat dilihat secara perlahan objek wisata ini menjadi primadona,” katanya.

Mengenai sumbangsih desa terhadap perkembangan objek wisata tersebut. Alan mengatakan bahwa pihaknya terkadang mengajak warganya untuk bersama membersihkan dan membuat jalan setapak. “Dengan adanya jalan setapak, harapannya wisatawan yang ke sini tak sampai tersesat,” ucapnya.

Sedangkan, mengenai nama sulok sendiri. Disebutkannya bahwa itu diambil dari nama sungai yang ada di Desa Pimping yakni Sungai Sulok. ”Rencana ke depan akan ada perubahan nama. Cuma ini masih wacana kami,” bebernya. Dalam hal ini, Alan akan memastikan terkait perkembangan objek wisata yang menjadi kebanggaan di desanya. Oleh karenanya, dengan semakin seringnya diekspos atau dipromosikan. Maka, pemerintah kabupaten ataupun provinsi akan turut serta membantu perkembangan yang ada.

”Kalau dari kami mungkin hanya sekadarnya dalam melakukan pengembangan. Seperti yang baru-baru ini kami lakukan dengan bergotong-royong membuat jalan setapak agar lebih jelas arahnya,” pungkasnya. (RACHMAD RHOMADHANI, Bulungan)


TOPIK BERITA TERKAIT: #wisata-bahari 

Berita Terkait

IKLAN