Kamis, 16 Agustus 2018 07:02 WIB
pmk

Lifestyle

Arabika dan Robusta Favorit di Dunia Maya

Redaktur:

MERACIK SI HITAM-Tren menyeruput kopi di Indonesia meningkat tajam.

INDOPOS.CO.ID - Dalam beberapa tahun belakangan ini, popularitas kopi kian meningkat di dunia maya. Data yang dihimpun dari ICO (International Coffee Organization) mencatat, pertumbuhan rata-rata konsumsi kopi di Jakarta lebih besar daripada dunia pada umumnya.

Tren peningkatan konsumsi kopi ini juga tercermin di kanal jual beli online. Berdasarkan data Tokopedia, penjualan kopi di platform marketplace-nya meningkat hampir tiga kali lipat. Dari yang sebelumnya sekitar 40 ribu produk pada 2016 menjadi hampir 120 ribu produk selama 2017.

Co-Head Marketplace Tokopedia Garri Juanda menerangkan, di sini adalah surganya pecinta kopi. Karena hampir seluruh kopi-kopi terbaik berasal dari Nusantara seperti, kopi Luwak, Toraja, Wamena, dan Gayo. 

"Dengan misi pemerataan ekonomi secara digital, kami hadir sebagai ekosistem bagi para produsen dan pengusaha kopi yang tersebar di berbagai penjuru. Supaya mereka lebih mudah menjangkau pelanggan dimanapun mereka berada," jelasnya di Jakarta, Selasa (20/3). 

Saat ini, lanjut dia, pembeli bisa langsung mendapatkan kopi favorit di merchant Tokopedia yang ada di Kabupaten Mimika, Papua. Sebagai bentuk dukungan untuk petani di Indonesia, pihaknya mengundang petani-petani kopi lainnya di seluruh pelosok untuk dapat berjualan langsung melalui Tokopedia.

"Ke depan, kami berkomitmen mendukung produsen dan pengusaha kopi lokal dalam mengembangkan skala bisnisnya. Kami serius dalam memberikan pendampingan, akses dan edukasi yang dibutuhkan. Termasuk peningkatan kualitas produksi, pemasaran, branding, serta penyediaan fitur-fitur yang memudahkan merchant dalam menjalankan bisnisnya sehari-hari," bebernya.

Dengan dukungan dari hulu ke hilir, mereka berharap produsen dan pengusaha kopi lokal dapat terus tumbuh. Bahkan, kelak menjadi brand berskala nasional.

Dalam acara tersebut,  para pegiat kopi bisa belajar mengembangkan berbagai potensi bisnis terkait komoditas ini. Sedikitnya terdapat 15 nomenklatur bisnis kopi mulai dari penanaman, pengolahan paska panen, penjualan biji dan bubuk kopi, pengelolaan kedai kopi, desain dan perlengkapan kedai kopi, merchandise, oleh-oleh khas daerah, lukisan, pengharum ruangan, hingga bahan campuran pembuat pakaian.

Kopi United juga mendapat respon yang sangat baik. Diikuti puluhan pelaku bisnis kopi dari hulu ke hilir dengan transaksi biji kopi mencapai 4,5 ton.

Lebih dari 20 ribu pengunjung hadir selama tiga hari berlangsungnya Kopi United, dengan penjualan kopi mencapai 9.000 gelas. Peningkatan popularitas kopi ini juga menjadi peluang besar bagi produsen dan pengusaha kopi lokal yang menjadi merchant Tokopedia.

Berdasarkan data penjualan Tokopedia, kopi dari jenis biji kopi Arabika dan Robusta masih menjadi varian yang paling diminati oleh masyarakat selama tahun 2017. Tidak hanya itu, rupanya mulai banyak penikmat kopi yang tertarik untuk meracik kopi sendiri ala kafe. 

Ini terlihat dalam neraca penjualan di Tokopedia di mana terdapat tiga tipe produk yang menjadi favorit masyarakat, yakni pour over hand grip, grindel manual serta elektrik, dan saringan kopi. Khusus untuk para pecinta kopi, Tokopedia juga menyediakan laman khusus berupa Hot List Kopi Indonesia yang mempermudah Toppers (pengguna Tokopedia) mendapatkan kebutuhan produk kopi lokal. 

Hingga saat ini, Tokopedia memiliki lebih dari 4.000 seller kopi yang tersebar di seluruh Indonesia. Pada bulan Februari lalu, sebagai mitra pengembangan bagi Koperasi Komunitas Kopi Indonesia (Kokopi) dalam melaksanakan Kopi United, sebuah pameran kopi nasional yang bertujuan untuk mendorong industri kopi lokal, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan petani kopi. (ibl) 


TOPIK BERITA TERKAIT: #gaya-hidup 

Berita Terkait

Dukung Gaya Hidup Futuristik

Lifestyle

Higienis Kunci Anak Tidak Stunting

Lifestyle

Ini 9 Makanan yang Bisa Hilangkan Racun di Tubuh

Kesehatan

IKLAN