Rabu, 25 April 2018 05:44 WIB
citraland

Total Football

Menunggu Aksi Individual Para Debutan di Agenda Ujicoba Internasional

Redaktur:

Patrick Cutrone.

INDOPOS.CO.ID - Pada uji coba internasional ini ada beberapa wajah baru yang dipanggil untuk membela negaranya. Ada yang berusia awal 20-an namun ada juga yang terbilang telat dilirik. Usianya mendekati kepala tiga.

Pada tur pramusim AC Milan di tanah Tiongkok musim panas lalu, penyerang Patrick Cutrone masih belia. Ia berusia 19 tahun. Dengan status baru lulus dari Primavera, kemampuan Cutrone hanya dipandang sebelah mata. Apalagi Milan baru menebus bintang baru Portugal Andre Silva dari FC Poprto dengan mahar EUR 40 juta (Rp 677, 13 miliar).

Tapi brace Cutrone ke gawang Bayern Muenchen ketika Milan menang 4-0 (18/7) pada turnamen bertajuk International Champions Cup (ICC) itu mengubah segalanya. Pemain yang dipanggil Pokemon itu kini menjadi pilihan utama allenatore Gennaro Gattuso dibandingkan Silva.

Koleksi 15 gol di Milan musim ini membuat pelatih interim Italia Luigi Di Biagio jatuh hati. Cutrone dipanggil untuk mengenakan seragam Gli Azzurri saat melawan Argentina (24/3) dan Inggris (28/3).  “Debut bersama Italia ? Hal itu akan sangat menyenangkan. Saya tak mengharapkan hal ini datang secepat ini. Saya nyaris tak percaya,” ucap Cutrone kepada Milan TV, Selasa (20/3).

Sebelum bergabung timnas senior, Cutrone sebetulnya sudah mengenakan kostum Italia U-21. Kebetulan pula, interim Italia Di Biagio merupakan pelatihnya di Italia U-21.  Pemain yang juga dijuluki Como Inzaghi tersebut punya insting tajam untuk mengonversi setiap peluang menjadi gol. Kebetulan Cutrone merupakan anak didik Filippo Inzaghi di tim Primavera Milan.

Selain Cutrone yang digadang-gadang diberi kesempatan bermain oleh Di Biagio adalah Federico Chiesa (20 tahun). Dari nama belakangnya bisa ditebak kalau dia memang anak penyerang Italia era 1990-an Enrico Chiesa. Lucunya keberhasilan Cutrone masuk tim senior ini diklaim entrenador Sevilla Vincenzo Montella sebagai hasil kreasinya. Kepada Radio Anch’io Sport kemarin (20/3),  Montella mengatakan ada andil dari dirinya pada proses kebintangan Cutrone saat ini.

 “Kami bekerja keras untuk meningkatkan kemampuannya. Lantas ditambah niat besar darinya dalam berlatih untuk berimprovisasi maka jadilah dia seperti ini,” ucap Montella. Montella adalah sosok pelatih yang memberinya kepercayaan tampil musim ini di Milan sebelum akhirnya akhir Desember lalu bergabung dengan Sevilla.

Nah, kalau Cutrone dan Federico adalah pemain yang menerima panggilan ketika masih usia 20-an tahun, maka tidak demikian dengan dua nama lain. Yakni Wissam Ben Yedder (Prancis) dan Marcos Alonso (Spanyol).  Ben Yedder menerima panggilan dari entraineur Prancis Didier Deschamps pada usianya yang memasuki 27 tahun. Sedangkan Alonso dipanggil entrenador Spanyol Julen Lopetegui pada usia yang sama dengan Ben Yedder, 27 tahun.

Marca menulis pemanggilan Alonso ini sesungguhnya sangat terlambat sekali. Sejak musim lalu atau ketika Alonso mengantar Chelsea juara Premier League, peran Alonso di posisi bek kiri tak bisa diremehkan. Kemampuan Alonso yang sangat apik dalam membantu pertahanan bisa membuatnya bersaing dengan Jordi Alba.   “Semua pemain punya mimpi untuk bermain di Piala Dunia, tak terkecuali saya. Semoga saja pemanggilan (bulan ini) adalah bagian dari kerangka tim di Rusia mendatang,” tutur Alonso kepada Mundo Deportivo. (dra)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pertandingan-ujicoba #friendly-match 

Berita Terkait

Brasil Sukses Putus Tren Positif Jerman

Total Football

Isco Torehkan Hattrick, Ini Komentar Pelatih Spanyol

Total Football

Timnas Belanda Akhirnya Kalahkan Portugal

Total Football

Meski Cedera, Southgate Tetap Bawa Pemain Liverpool Ini

Total Football

Mahalnya Harga Laga Ujicoba

Total Football

IKLAN


1. Ditjen PHU akan Kerjasama dengan Ditjen Bimas Islam Adakan Penyuluh Haji    2. Di Anggap Prospektif, Dirjen Nizar Minta Prodi Manajemen Haji dan Umrah Masuk Fakultas Ekonomi Syariah    3. 2019, Di Targetkan Seluruh Pembimbing Manasik Haji Bersertifikat    4. Hasilkan Pembimbing Haji Profesional, Ditjen PHU MoU dengan IAIN Purwokerto    5. Beri Kuliah Umum, Dirjen Nizar Minta Pembimbing Haji Bersertifikasi dan Profesional    6. 1.096 Jemaah Haji Khusus Masuk Pelunasan Tahap II    7. Layanan Armina Bakal Meningkat    8. Dirjen Nizar: Relokasi Anggaran ke APBN Demi Azaz Keadilan    9. Petugas Haji Bertambah, Pelayanan Optimis Meningkat    10. 2019, Pembimbing Haji Bersertifikasi dan Profesional    11. Temui Direktur Proyek E Hajj Arab Saudi, Tim Pelayanan Haji Bahas Kesiapan Layanan Haji    12. Permudah Pendataan, Ditjen PHU Siapkan Gelang QR untuk Jemaah Haji    13. FK-KBIH Teken Pakta Integritas Manasik Haji    14. Saat Ini di Ditjen PHU Sudah Ada Advokasi Haji    15. Tim harus Jaga Integritas, Komitmen dan Soliditas Tugas    16. Kemenag Merilis Daftar Nama Jemaah Haji Berhak Lunas    17. Seleksi Petugas Haji 1439 H/2018 M Dibuka 20 Maret    18. Biaya Haji 2018 Disepakati    19. Pembinaan Haji Inheren Kesehatan    20. Haji Rescue Team terus Berikan Pelayanan Maksimal    21. Asrama Haji Bermetamorfosis Menjadi Hotel Berbintang    22. Sertifikasi Haji, Kemenag Gandeng UIN Suska Riau    23. Rekrutmen Petugas Haji secara Online    24. Kemenag Targetkan Indeks Kepuasan Haji Naik    25. Cek Perkiraan Berangkat Haji Khusus via Online    26. Pedoman Pembatalan Pendaftaran Haji Reguler 2018 Kembali Dibuka    27. Ini Tata Cara Pembatalan Pendaftaran Ibadah Haji    28. Kuota Haji 2018 Sama dengan 2017    29. Diseminasi Advokasi Haji Dimulai di Bogor, Daerah Lain Menyusul    30. Rangkul Muspida, Advokasi Haji akan Lakukan Diseminasi