Rabu, 21 November 2018 09:30 WIB
pmk

Nasional

Program Bagi Sertifikat Dinilai Kebohongan Jokowi

Redaktur: Redjo Prahananda

Foto : Istimewa

INDOPOS..CO.ID - Anggota Komisi II DPR RI Mohammad Hatta membenarkan tuduhan Amien Rais yang menyebutkan program bagi-bagi sertifikat tanah sebagai kebohongan. 
 
Pasalnya ada 74 persen tanah di negeri ini dikuasai oleh kelompok tertentu. Hal tersebut diungkapkan Hatta ketika menghadiri diskusi yang bertema Sertifikat Tanah Manipulasi atau Reformasi Agraria di Kantor DPP Partai Aman Nasional (PAN), Jakarta Selatan, Rabu (21/3).

Hatta mengatakan, pernyataan Amien Rais adalah bentuk kritik dan berdasarkan data. Menurutnya, program reformasi agraria yang dicanangkan dalam nawacita telah melenceng dan sekadar bagi-bagi sertifikat tanah."Yang disampaikan Pak Amien benar, terjadi pergeseran sehingga reforma agraria berubah menjadi bagi-bagi sertifikat," ujar politikus PAN itu.

Dia melanjutkan, bagi-bagi sertifikat bukanlah kerja eksekutif atau presiden. Hatta juga menyindir, program bagi-bagi sertifikat tanah pantas dilakukan legislatif atau anggota DPR.
"Bagai-bagi sertifikat, bagi-bagi realtor untuk petani, itu seharusnya kelas DPR untuk menaikkan elektabilitas. Bukan dilakukan eksekutif," terangnya.

Hatta menambahkan, sertifikasi tanah memiliki dampak negatif. Salah satunya, karena memegang sertifikat tanah, masyarakat lebih berani berurusan dengan bank maupun rentenir dengan menjadikan sertifikat tanah sebagai agunan.
"Mereka justru akan terjerat rentenir. Asetnya akan hilang," pungkasnya. (yua)
 
 

TOPIK BERITA TERKAIT: #program-bagi-sertifikat #amien-rais 

Berita Terkait

IKLAN