Rabu, 25 April 2018 05:42 WIB
citraland

Nusantara

Habis Ngumpet di Kebun, Bonita Geser ke Hutan

Redaktur:

Harimau Bonita saat berkeliaran di perkebunan kelapa sawit. Foto riau

INDOPOS.CO.ID - Tembakan bius sudah pernah menancap di tubuh Bonita beberapa hari yang lalu. Namun itu hanya membuat harimau betina ini tidur sebentar. Lalu bangun lagi, dan kabur. Ternyata, tembakan bius masih dalam dosis rendah. Oleh karena itu, tim penyelamatan harimau sumatera di Kecamatan Pelangiran, Indragiri Hilir (Inhil), Riau menambah dosis bius.  "Kami juga lakukan penambahan dosis," kata Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah I, Mulyo Hutomo, Rabu (21/3).

Dia mengaku penembakan pertama pada Jumat (16/3) lalu, sempat membuat Bonita pingsan. Namun sebentar pingsan, Bonita bangun lagi. Ketika itu, tiba-tiba mobil tim terpuruk ke dalam lumpur. Belum selesai mobil keluar, Bonita bangun, dan langsung kabur.

"Pada saat penembakan pertama, kami gunakan bius dengan dosis rendah. Ini sengaja kami lakukan, rencananya agar kami bisa mendekat. Setelah itu barulah kami lakukan tembakan dosis kedua. Namun karena mobil terpuruk itu, Bonita keduluan bangun," sebutnya.

Tak mau hal yang sama terjadi, tim medis di lapangan, sudah menambah bius. Bius ini akan berefek untuk membuat harimau tertidur dalam waktu sekitar satu jam. Saat ini, ada sebanyak tujuh anggota tim tembak bius yang merangkap sebagai dokter dan paramedis.

Sementara itu, dari laporan tim di lapangan, kata Hutomo, harimau Bonita sudah mulai bergeser ke kawasan hutan atau green belt. Sebelumnya, harimau yang sudah menewaskan dua warga ini, sempat lama bersembunyi di kebun Eboni, PT THIP. "Hari ini (Rabu, Red) teman-teman kami di sana melakukan patroli dan terpantau Bonita mulai masuk ke kawasan hutan," kata Hutomo.

Dia menjelaskan, kawasan hutan yang dimaksud merupakan jalur hijau atau green belt yang berbatasan langsung dengan perkebunan sawit PT THIP. Selama dua bulan terakhir, Bonita terus berkeliaran di perkebunan sawit milik perusahaan Malaysia itu. Tepatnya areal Eboni 62, 63, dan 64.

Dikatakan Hutomo, pada Rabu (21/3) Bonita diperkirakan mulai memasuki kawasan jalur hijau yang tidak jauh dari Eboni 68 PT THIP. Kawasan hutan itu memiliki luas sekitar 22 kilometer persegi. Hutomo menegaskan, meskipun Bonita tidak lagi berada di kawasan perkebunan sawit dan mulai bergeser ke hutan, dia memastikan tim gabungan penyelamat harimau terdiri dari TNI, Polri, BBKSDA serta Pemerintah setempat terus berupaya melakukan pencarian dan penyelamatan.

"Jadi meski telah memasuki kawasan hutan, tetap kami akan berupaya melakukan pencarian dan penyelamatan. Itu mutlak dilakukan karena Bonita dalam keadaan sakit (mengalami perubahan perilaku, Red)," ujarnya.

Saat ini, ada sekitar 50 orang tim gabungan dari TNI, Polri, BBKSDA serta pemerintah daerah masih terus berupaya melakukan pencarian Bonita. Strategi pencarian dilakukan dengan membentuk tiga tim. Penyisiran dilakukan siang malam dengan menyisir jalur Bonita yang telah dipetakan oleh tim sebelumnya. "Melihat kondisi itu, kita sekarang lakukan pengepungan. Ada yang di sisi timur, ada yang di barat, ada yang di sini selatan. Sehingga gerakannya terpantau oleh tim tembak bius kita," ujarnya.

Tim juga memancing harimau ini dengan meletakkan pakan di tepi green belt. Pakan ini diolah dari tumbuhan, dan menghasilkan aroma yang kuat. Sehingga mampu menarik perhatian Bonita. "Ini akan menarik Bonita keluar dari persembunyiannya. Umpan yang sudah diolah dari tumbuhan ini sudah mengandung zat adiktif. Ini akan membuat harimau lemas jika mengkonsumsinya," sebutnya. (dal/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #harimau-bonita 

Berita Terkait

IKLAN


1. Ditjen PHU akan Kerjasama dengan Ditjen Bimas Islam Adakan Penyuluh Haji    2. Di Anggap Prospektif, Dirjen Nizar Minta Prodi Manajemen Haji dan Umrah Masuk Fakultas Ekonomi Syariah    3. 2019, Di Targetkan Seluruh Pembimbing Manasik Haji Bersertifikat    4. Hasilkan Pembimbing Haji Profesional, Ditjen PHU MoU dengan IAIN Purwokerto    5. Beri Kuliah Umum, Dirjen Nizar Minta Pembimbing Haji Bersertifikasi dan Profesional    6. 1.096 Jemaah Haji Khusus Masuk Pelunasan Tahap II    7. Layanan Armina Bakal Meningkat    8. Dirjen Nizar: Relokasi Anggaran ke APBN Demi Azaz Keadilan    9. Petugas Haji Bertambah, Pelayanan Optimis Meningkat    10. 2019, Pembimbing Haji Bersertifikasi dan Profesional    11. Temui Direktur Proyek E Hajj Arab Saudi, Tim Pelayanan Haji Bahas Kesiapan Layanan Haji    12. Permudah Pendataan, Ditjen PHU Siapkan Gelang QR untuk Jemaah Haji    13. FK-KBIH Teken Pakta Integritas Manasik Haji    14. Saat Ini di Ditjen PHU Sudah Ada Advokasi Haji    15. Tim harus Jaga Integritas, Komitmen dan Soliditas Tugas    16. Kemenag Merilis Daftar Nama Jemaah Haji Berhak Lunas    17. Seleksi Petugas Haji 1439 H/2018 M Dibuka 20 Maret    18. Biaya Haji 2018 Disepakati    19. Pembinaan Haji Inheren Kesehatan    20. Haji Rescue Team terus Berikan Pelayanan Maksimal    21. Asrama Haji Bermetamorfosis Menjadi Hotel Berbintang    22. Sertifikasi Haji, Kemenag Gandeng UIN Suska Riau    23. Rekrutmen Petugas Haji secara Online    24. Kemenag Targetkan Indeks Kepuasan Haji Naik    25. Cek Perkiraan Berangkat Haji Khusus via Online    26. Pedoman Pembatalan Pendaftaran Haji Reguler 2018 Kembali Dibuka    27. Ini Tata Cara Pembatalan Pendaftaran Ibadah Haji    28. Kuota Haji 2018 Sama dengan 2017    29. Diseminasi Advokasi Haji Dimulai di Bogor, Daerah Lain Menyusul    30. Rangkul Muspida, Advokasi Haji akan Lakukan Diseminasi