Ekonomi

Pemerintah Terus Desak Bulog Serap Beras Lokal

Redaktur:
Pemerintah Terus Desak Bulog Serap Beras Lokal - Ekonomi

KARARUNG-Suasana bongkar muat beras di Gudang Bulog Jakarta. Toni Suhartono/Indopos

INDOPOS.CO.ID - Pemerintah meminta Badan Urusan Logistik (Bulog) menyerap beras petani. Pasalnya, perusahaan BUMN tersebut baru menyerap beras petani sekitar  150 ribu ton.

"Jumlah itu masih kecil sekali. Padahal sudah diputuskan  supaya Bulog menyerap 2,2 juta ton beras petani sampai Juni. Kenapa sampai Juni? Sebab ritme produksi padi setingginya pada bulan itu," ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Hendriadi di sela diskusi Komitmen dan Tantangan Ketahanan Pangan Nasional di Jakarta, Rabu (21/3).

"Adapun untuk target serapan selama setahun mencapai 3,7 juta ton," imbuhnya. Lebih lanjut Agung mengatakan, ada sekitar 229 kabupaten yang panen di bawah harga pembelian yang ditetapkan pemerintah. Adapun harga pembelian yang ditetapkan untuk beras sebesar Rp 7.300 perkilo dan gabah Rp 3.700.  Ada juga fleksibilitas.

"Itu kami sampaikan ke Bulog. Sebab kalau tidak langsung diserap nanti pedagang yang melakukan itu. Mereka bisa mengendalikan pasar," pungkas Agung.

Sementara itu, Direktur Operasional dan Pelayanan Publik  Bulog Karyawan Gunarso mengatakan, harga gabah saat ini sudah mendekati Rp 5.000. "Bulog membeli sesuai harga yang ditentukan pemerintah. Bulog bisa membeli beras di atas HPP (Harga Pembelian Pemerintah) kalau untuk keperluan komersil, atau bisnis. Bulog membeli gabah itu dari pinjaman bank, bukan dari APBN. Jadi Bulog harus menanggung bunga. Lebih satu triliun rupiah setahun," jelasnya.

"Kami juga ada gerakan stabilisasi pangan, jumlah sesuai kebutuhan. Itu massif.

Beras dengan kemasan 5-10 kilogram," pungkasnya.

Seperti yang pernah dibertakan, kinerja Bulog dalam menyerap gabah dari petani terus jadi sorotan. Bagaimana tidak, hingga Maret ini angkanya baru 98.318 ton gabah atau setara 49.159 ton beras. Padahal Bulog ditarget menyerap 4,4 juta ton gabah atau 2,2 juta ton beras dari petani. ”Kalau ini sih namanya nafsu gede, tenaga kurang. Kalau serapannya baru capai satu persen saja, bagaimana bisa jadi stabilisator harga di pasaran,” kata Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin, Rabu (8/3) lalu.

Menurutnya, ini menunjukkan bahwa kinerja Bulog saat ini tidak bisa diandalkan. Selain kewenangannya tidak kuat, anggaran juga terbatas. Berdasarkan pantauannya ke sejumlah daerah, Bulog sangat pasif dalam menyerab gabah dan beras. Padahal, gudang-gudang milik BUMN itu kosong melompong.

”Maunya beli sesuai HPP sementara pedagang kita ini berani di atas HPP. Makanya kan petani kita juga tidak mau jual ke Bulog. Jadi perlu dipertanyakan kebijakan pemerintah ini,” katanya.

Dia pun was-was dengan kecilnya serapan gabah ini akan membuat stok beras pemerintah terus menipis. Sehingga akan berdampak pada harga pada Ramadan atau bulan puasa ini. ”Bagaimana mau operasi pasar kalau barangnya tidak ada. Ini memang jadi dilematis. Jangan-jangan ujungnya minta impor lagi. Alasannya tidak ada beras di gudag supaya cadangan beras kita ada,” sesalnya.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi menuturkan, untuk mengisi cadangan beras pemerintah sekaligus menjaga harga gabah tidak jatuh menjelang dan saat panen raya, pemerintah melalui Tim Sergab melalukan pembelian langsung gabah petani di lapangan.

"Serab gabah yang kami lakukan ini agar petani tidak sengsara. Kalau petani sengsara dan tidak mau menanam karena rugi, bangsa ini mau makan apa?" katanya seusai menginisiasi traksaksi pembelian gabah di tiga lokasi di provinsi di Nusa Tenggara Barat, Rabu (7/3) lalu. (dai/dil)

TAGS

Berita Terkait

Ekonomi / Anggaran Bawang Putih Rp 500 Miliar

Nasional / Bulog Kirim Bantuan CSR dan Salurkan CBP untuk Jayapura

Nasional / Tekan Harga, Darmin Minta Bulog Impor 100 Ribu Ton Bawang Putih

Ekonomi / Bulog Telah Gulirkan 190 Ribu Ton Beras

Ekonomi / Bulog Telah Gulirkan 190 Ribu Ton Beras

Daerah / Bulog Tulungagung Fokus Serap Beras Komersil


Baca Juga !.