Nasional

Pelunasan BPIH Reguler tahun 2018

Editor: Ali Rahman

Foto : Ilustrasi Jawa Pos

INDOPOS.CO.ID - Kementerian Agama merilis persiapan pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Regular Tahun 1439 Hijirah/2018 Masehi.

Untuk besaran biaya rata-rata pembayaran BPIH reguler tersebut adalah sebesar Rp 35.235.290,00. Biaya masing-masing embarkasi haji ini sendiri akan ditetapkan lebih lanjut dalam Keppres.

Adapun untuk pelunasan BPIH reguler ini dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama diperuntukkan bagi jamaah haji yang telah melakukan pelunasan BPIH pada tahun 1438 H/2017 M ataupun tahun sebelumnya yang menunda keberangkatan.

Selain itu tahap pertama ini juga bagi jamaah haji yanh masuk dalam kouta haji 1439 H/2018 M.yang belum pernah berhaji dan telah berusia 18 tahun ataupun sudah berstatus menikah.

Untuk tahap kedua dilaksanakan jika pada pelunasan tahap pertama masing ada sisa kouta pada masing-masing provinsi. Tahap kedua ini sendiri diperuntukkan bagi jamaah haji yang mengalami kegagalan sistem pelunasan BPIH tahap pertama. Kemudian kepada mereka yang berstatus pernah berhaji yang telah berusia 18 tahun atau sudah menikah.

Tahap ini juga diperuntukkan untuk pengajuan pendamping jemaah haji lanjut usia (lansia) minimal berusia 75 tahun yang sudah melunasi BPIH tahap satu.

Tak hanya itu, tahap kedua ini juga diperuntukkan untuk pengajuan penggabungan suami/istri atau anak kandung/orang tua terpisah yang salah satunya telah melunasi ditahap satu.

Lalu, tahap ini juga diperuntukkan untuk pengaman lanjut usia (lansia) berusia minimal 75 tahun yang dapat dlsertal dengan satu orang pendamping. Tak ketinggalan tahap kedua ini juga diperuntukkan untuk cadangan yang berasal dari jamaah haji yang berhak lunas tahun 1440 H/2019 M sebanyak 5 persen.

Perihal pengajuan percepatan pemberangkatan haji, Kemenag mengaturnya dalam beberapa ketentuan.

Pertama adalah jemaah yang mengajukan penggabungan suami/istri atau anak kandung/orang tua terpisah harus telah memiliki nomor porsi haji reguler dan mendaftar sebelum tanggal 1 Januari 2016.

Kedua, bagi jemaah yang mengajukan lansia minimal berusia 75 tahun dan pendampingnya harus telah memiliki nomor porsi haji reguler dan mendaftar sebelum tanggal 1 Januari 2016. Pendamping Jemaah Haji lanjut usia ini adalah suami/istri/anak kandung/adik kandung dari jamaah yang bersangkutan.

Ketiga, untuk surat permohinan percepatan pemberangkatan disampaikan ke kantor Kemenag tingkat kabupaten/kota tempat mendaftar hani reguler. Jangan lupa juga dilampiri dengan buku pendukung yang valid dan relevan serta akan diinput dalam aplikasi Siskohat.

Ketentuan terakhir adalah penentuan keberangkatan jamaah haji tergantung dari sisa kuota pada masing masing provinsi/kabupaten/kota yang diambil berdasarkan urutan nomor pendaftaran (nomor porsi).

Terkait waktu pelunasaan sendiri Kemenag menginformasikan kalau itu dilakukan pada beberapa tahap. Adapun tahap kesatu dilaksanakan pada hari kerja yaitu di tanggal 3 sampai 20 April 2018. Untuk tahap kedua sendiri dilaksanakan pada tanggal 8 sampai 18 Mei 2018 pada hari kerja.

Adapun untuk kedua tahap tersebut diatur dalam beberapa pembagiam waktu di Indonesia. Pertama Waktu Indonesia Bagian Barat (WIB) adalah pada pukul 08.00 - 16.00 WIB. Untuk Waktu Indonesia Bagian Tengah (WITA) pada pukul 09.00-17.00 WITA. Terakhir untuk bagian Timur adalah pukul 10.00-18.00 WIT.

Ada lima prosesur pelunasan BPIH ini. Pertama jamaah jaji wajib melakukan pemeriksaan kesehatan tahap kedua pada rumah sakit/puskesmas yang ditunjuk oleh tim kesehatan kabupaten/kota untuk mendapatkan status Istitha'ah kesehatan haji.

Prosedur selanjutnya jamaah haji  yang telah mendapatkan status lstitha'ah haji segera melakukan pelunasan dl BPS BPIH sesuai  tempat mendaftar atau BPS BPIH pengganti (bagi nasabah eks BPIH) di kabupaten/kota,

Kemudian jamaah haji melakukan pelunasan BPIH reguler sebesar selisih kekurangan antara besaran BPIH reguler dengan jumlah setoran awal BPIH dengan terleblh dahulu menunjukkan bukti asli setoran awal BPIH lembar pertama pada petugas BPS BPIH

Jamaah haji yang telah melakukan pelunasan BPIH reguler,  mendapatkan bukti setoran lunas BPIH yang dicetak dari aplikasi Siskohat,  buku manasik haji, seragam bank dan untuk pria mendapatkan kain ihram serta wanita mendapatkan mukenah.

Prosedur terakhir adalah jamaah haji yang telah melakukan pelunasan, harus segera melaporkan diri dengan membawa bukti setoran pelunasan BPIH reguler ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota

Info selanjutnya yang diterangkan Kemenag adalah Bagi jamaah haji yang telah melakukan pelunasan BPIH reguler tahun 1439 H/2018 M diharapkan telah membuat paspor di kantor imigrasi setempat dan menyerahkannya ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota untuk diproses penertiban visanya.

Bagi jamaah haji yang telah melakukan pelunasan BPIH reguler namun belum menjadi anggota BPJS diwajibkan untuk menjadi anggota BPJS. Kewajlban Ikut menjadi anggota BPJS hanyalah untuk jamaah haji yang bersangkutan (tidak temasuk anggota keluarga lainnya dalam satu Kartu Keluarga) sesuai dengan MoU antara Kementerian Agama dengan BPJS.

Ketentuan lebih lanjut tentang pelaksanaan pelunasan BPIH reguler akan ditetapkan dalam Peraturan Menteri Agama dan Keputusan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah. (*)

Berita Lainnya kan

Banner



Twitter