Selasa, 13 November 2018 05:47 WIB
pmk

Politik

PDIP Diminta Cuci Mulut Dahulu Sebelum Cuci Muka

Redaktur: Ali Rahman

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Roy Suryo. Foto: Jaa Rizka Pradana/ Indopos.

INDOPOS.CO.ID - Tensi tegang antara PDIP dengan Partai Demokrat tak henti-hentinya menurun sedikit pun. Kali ini setelah partainya dianggap telah lakukan "cuci muka" terkait kasus korupsi e-KTP, Partai Demokrat membalas PDIP agar "cuci mulut" terlebih dahulu.

"Kalau ada yang mengatakan cuci tangan, mengatakan cuci muka lebih baik, kita sebelum bicara kita (harus) cuci mulut dulu. Jadi kata-kata yang dikeluarkan (nantinya) baik," ucap Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Roy Suryo yang ditemui usai mengikuti sebuah diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (25/3).

Menurut dia, meskipun kasus e-KTP terjadi ketika pemerintah SBY, tetapi korupsinya dilakukan oleh oknum. "Jadi apa yang terjadi pada kegiatan itu, yang resmi tidak akan menjadi masalah kalau tidak ada oknum," jelas Roy.

Politisi Senayan ini menerangkan bahwa penganggaran proyek e-KTP tidak hanya dilakukan eksekutif saja melainkan legislatif juga turut andil. Jadi, sambug Roy, tidak benar bahwa kalau ada pendapat yang melakukan hanya eksekutif, justru legislatif yang memang pemegang anggaran.

"Jadi mau oposisi atau tidak oposisi semuanya berpeluang. Kami begini dari Partai Demokrat senyum saja karena sebenarnya yang menyatakan statement itu kan Pak Setnov dari Golkar menyebut dua nama dri PDIP ya sudah kembali kesitu aja jangan yang lain lagi," papar mantan Menteri Pemuda dan OIahraga itu.

"Ibarat main bola ada bola tiba-tiba masuk ko tiba-tiba si penjaga gawang menyalahkan penonton gitu loh," tambahnya.

Sebelumnya politikus PDIP, Masinton Pasaribu, meminta kader Partai Demokrat yang menyebut pihaknya tengah cuci tangan dalam kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP untuk cuci muka lebih dahulu. (jaa)


TOPIK BERITA TERKAIT: #roy-suryo #pdip #demokrat 

Berita Terkait

Gunakan Ambulans untuk Bantu Warga

Nasional

PDIP Masih Unggul di Jakarta

Nasional

Demokrat Fokus di Pileg Ketimbang Pilpres

Nasional

IKLAN