Kamis, 20 September 2018 12:20 WIB
pmk

news in depth

Asupan Gizi yang Utama, Hemoglobin Juga Wajib Dijaga ya Bumil

Redaktur:

Ilustrasi. Foto: INT

INDOPOS.CO.ID – Proses kehamilan tidak mudah, perlu berbagi persiapan bagi pasangan yang ingin punya anak. Apalagi, bagi calon ibu yang kali pertama hamil. Dr. dr. Ali Sungkar, SpOG(K), Ketua Perkumpulan Perinatologi Indonesia (Perinasia) mengungkapkan, wanita hamil perlu memperhatikan asupan gizi, terutama sebelum masa kehamilan dan rutin melakukan pemeriksaan atau screening saat hamil.

Karena jika kadar hemoglobin rendah, ibu hamil berisiko mengalami keguguran. ”Ibu hamil yang memiliki kadar hemoglobin rendah berisiko mengalami abortus, pendarahan pasca persalinan, kelelahan dan bahkan kematian. Sedangkan risiko bagi janin yaitu pertumbuhan janin yang terhambat, prematuritas, kemungkinan bayi lahir cacat bawaan dan kematian,” terang dr. Ali Sungkar.

Karenanya, lanjut dia, setiap kehamilan penting untuk dipersiapkan sebelum masa hamil. ”Karena persiapan tersebut dapat menjadi investasi ketika melahirkan, mulai dari fisik, mental, emosi dan juga gizi,” ujarnya juga.

Pemenuhan gizi dapat dicukupi dengan mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang yaitu cukup secara kuantitas, cukup secara kualitas, mengandung berbagai zat gizi yang diperlukan tubuh. Hal ini untuk menjaga kesehatan dan untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

”Jika terdapat suatu kondisi ketika ibu tidak mendapatkan kebutuhan gizi yang cukup, seperti defisiensi zat besi, maka calon ibu dapat mencukupi kekurangan tersebut dengan suplemen yang dianjurkan oleh dokter,” paparnya.

Anggota Dewan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia cabang DKI Jakarta ini juga menjelaskan, selama kehamilan dan menyusui, para ibu mengalami perubahan dan tantangan fisik dan psikologis. ”Mereka (ibu hamil, Red) membutuhkan dukungan dari lingkungan sosialnya dan nutrisi yang tepat,” ungkapnya juga.

Hal tersebut, lanjutnya, merupakan aspek penting yang akan memengaruhi kesehatan ibu supaya nantinya dapat merawat anak dan keluarganya. ”Hari pertama kehamilan, merupakan fondasi penting bagi masa depan anak, oleh karena itu sangat penting untuk memberikan dukungan yang diperlukan oleh ibu dan bayi,” tambahnya.

Kurangnya penyesuaian psikososial dan emosional selama fase penting kehidupan berpotensi menimbulkan resiko bagi kesehatan ibu dan kurangnya peluang bayi untuk mendapatkan eksklusif air susu ibu. Salah satu faktor resiko penting yang memengaruhi kesehatan ibu selama dan setelah kehamilan adalah kurangnya dukungan sosial.

Pentingnya sistem pendukung sosial yang sehat selama masa kehamilan dan menyusui tidak boleh remehkan. ”Stabilitas sosial dan partisipasi sosial dapat memberikan dukungan emosional yang berperan untuk mengurangi dampak stres kehidupan dan tantangan sehari-hari hari para ibu,” cetusnya juga. (dew)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #news-in-depth 

Berita Terkait

IKLAN