Selasa, 13 November 2018 07:48 WIB
pmk

Nasional

Mengenang Kepergian Probosutedjo, Pengusaha yang Sarat Komitmen dan Kemandirian 

Redaktur:

BERDUKA-Wakil Presiden Jusuf Kalla melayat Probosutedjo, Senin (26/3). Foto: Dhika/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Senin (26/3). sekitar pukul 07.15 WIB suasana duka menyelimuti keluarga besar Probosutedjo, 87, di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Para dokter telah berusaha keras, tapi siapa yang dapat melawan takdir. Probosutedjo akhirnya pergi selamanya setelah dua dasawarsa melawan kanker tiroid. Pria kelahiran 1 Mei 1930 itu meninggalkan empat putri dan dua putranya.

Suasana rumah yang tampak luas di Jalan Diponegoro Nomor 22, Jakarta seolah-olah menjadi berubah. Tuan rumah yang pada era Orde Baru (Orba) itu tampak gagah, sekarang terbujur kaku di ruang tengah. Terlihat berkumpul sanak famili, handai tolan membacakan doa. Lantunan doa itu tak lagi terdengar berbisik. Seakan penuh sedih mengenang kedekatan mereka. Pakaian berwarna hitam tanda berduka menghiasi. Muka sejumlah orang terlihat sibuk mempersiapkan pemandian jenazah yang sudah pucat tak berekspresi. Begitu pula anaknya. Banyak termenung, datar, seolah hati bercampur aduk antara mengikhlaskan dan menderita karena kehilangan.

”Penyakit bapak sudah lama diderita, 20 tahun lamanya. Kami sudah mengikhlaskan bapak,” ujar Rindangsari Kurniawati, anak keempat (alm) Probosutedjo tak banyak bicara dengan pewarta yang terus mencoba mengorek fakta, Senin (26/3).

Pengusaha yang pantang untuk menyerah memang tercermin sejak dirinya dirawat terakhir kali di RSCM. Saudara se-ibu dari Presiden RI ke-2 Soeharto itu sebelumnya dirawat dari Kamis, (22/3). Probosutedjo tak mau tunduk pada maut, meskipun akhirnya harus melepas ruh adalah keniscayaan baginya.

Pukul 10.00 WIB, karangan bunga sudah panjang membentang tanda bela sungkawa. Begitupun di dalam pagar pekarangan rumahnya. Kendaraan roda empat tak biasa terlihat padat di depan rumahnya. Keluarga yang baru datang tampak berjalan cepat memasuki pagar satu persatu dengan cepat. Mungkin mereka tak mau kehilangan momen terakhir melihat jenazah pengusaha yang banyak memberikan tenaga dan pikirannya di dunia pendidikan ini. Sebut saja salah satunya, Probosutedjo adalah pendiri Universitas Mercu Buana, Jakarta.

Anak-anak Soeharto juga tampak di dalam rumah duka. Bambang Triatmojo dan Titiek Soeharto tak dapat berkata-kata. Dirinya enggan memberikan sepatah kata pun kepada awak media meskipun hanya ucapan bela sungkawa. Selain itu, tampak pula hadir kawan selama jadi pengusahanya dulu, Jusuf Kalla (JK), yang kini menjabat Wakil Presiden RI. Bahkan ada yang tak biasa, Puan Maharani pun ikut dalam rombongan JK melayat untuk terakhir kalinya. Seperti biasa Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) itu tak banyak bicara.

Setelah rombongan Istana pergi, penguasa Jakarta saat ini pun tak mau ketinggalan berbela sungkawa. Gubernur DKI Anies Baswedan serta Wakilnya, Sandiaga Uno pun melayat. Menurut Anies, Probosutedjo merupakan tokoh yang sangat fokus dalam pendidikan, membangun anak-anak bangsa untuk kemajuan negara. ”Insya Allah doa anak-anak saleh akan terus mendoakan dan amal jariyahnya terus mengalir menjadi pahala yang tak akan pernah putus bagi almarhum. Semoga keluarga diberikan ketabahan,” ujarnya.

Sandiaga mengatakan, bangsa telah kehilangan pengusaha yang sarat akan komitmen dan mandiri. Seorang pengusaha yang rasional dan memiliki daya gedor untuk kalangan pribumi. Dari kalangan militer juga datang melayat. Terlihat mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Tampak pula mantan Wakil Presiden Tri Sutrisno Tentu kenangan baik melekat pada sanubari mereka saat melepas kepergian adik dari seorang jenderal bintang lima.

Setelah salat Dzuhur, jenazah Probosutedjo dimandikan. Kemudian, kain kafan sebagai pakaian terakhir disematkan. Lalu di ruang tengah itu juga jenazah disalatkan tanda siap untuk dimakamkan. Suami dari Ratmani ini akan disemayamkan di pemakaman keluarga yang berada di Pemakaman Gedong Kemusuk, Bantul, DI Jogjakarta. Jenazah akan diterbangkan dari Bandara Halim Perdana Kusuma pukul 16.00 WIB. Lalu kemudian beristirahat dengan tenang sekitar pukul 18.00 WIB di alam sana. (cr-1)


TOPIK BERITA TERKAIT: #probosutedjo-meninggal-dunia #feature 

Berita Terkait

Ketika Tingkat Perceraian Makin Tinggi di Bogor

Megapolitan

Dahnil Rela Mundur sebagai ASN, untuk Prabowo-Sandi

Nasional

Ketika Cukai Rokok untuk BPJS Kesehatan

Nasional

Bayi Satu Mata Lahir di Mandailing Natal

Nusantara

IKLAN