Minggu, 16 Desember 2018 12:06 WIB

Indobisnis

Dongkrak Investasi Migas, Terapkan ISO 37001

Redaktur: mm

Terapkan sistem manajemen Anti suap di SKK migas. Foto: Deri Ahirianto/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Jenderal (Purn) Moeldoko meminta stakeholder di industri minyak dan gas (migas) mengimplementasikan SNI ISO 37001:2016. Yakni tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP). Dengan begitu, hambatan investasi dapat dihilangkan. Serta dapat mendongkrak investasi di sektor energi.

Adapun SNI ISO 37001:2016 adalah sebuah instrumen yang dirancang untuk membantu sebuah organisasi mengembangkan, mengimplentasikan, dan memperbaiki program anti suap. Instrumen ini berisi serangkaian tindakan, kontrol, atau prosedur yang harus dilakukan untuk mencegah, mendeteksi, dan mengatasi suap.

"Penerapan ISO 37001 akan mendorong investasi. Sebab transparansi terjaga," ujar Moeldoko di acara Seminar ISO 37001:2016 yang diselenggarakan SKK Migas bersama dengan Kantor Staf Presiden (KSP) dan Badan Standardisasi Nasional (BSN) di Jakarta, Selasa (27/3).

Lebih lanjut Moeldoko mengatakan, sektor migas merupakan tempat hajat hidup banyak orang. Karena itu, mantan Panglima TNI meminta semua pihak tidak membiarkan suap jadi penghambat investasi dan persaingan tidak sehat.

"Hadirnya ISO 37001 akan membuat semangat untuk efisiensi. Serta menarik minat investor. Sebelumnya enggan datang karena biaya tinggi. Dengan adanya ISO 37001 ada kepastian," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi

(SKK Migas) Amien Sunaryadi mengatakan di hulu migas, dengan penerapan ISO tersebut maka investor saat mengambil keputusan investasi tidak terganggu suap menyuap.

"Jadi investasi akan meningkat. Kalau melihat kasus, termasuk di dunia internasional yang kena denda karena suap, juga banyak perusahaan migas," jelas Amien.

Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya telah mulai mengimplementasikan SNI ISO 37001:2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) dalam menjalankan pengawasan dan pengendalian industri hulu migas. Langkah ini diharapkan akan membantu terciptanya industri hulu migas yang transparan dan efisien sehingga bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi negara.

"Saat ini kita sudah masuk dalam tahapan implementasi. SKK Migas sudah mulai mengintegrasikan SNI ISO 37001:2016 ke dalam proses bisnis SKK Migas serta mengomunikasikan SNI ISO 37001:2016 baik ke internal maupun eksternal," ujar Amien.

Pihaknya telah melakukan beberapa langkah diantaranya menerbitkan aturan yang mempertegas larangan menerima dan memberikan suap yang berlaku kepada manajemen, pegawai, dan tenaga alih daya di SKK Migas. Langkah ini akan ditindaklanjuti dengan adanya verifikasi dan uji kelayakan terhadap seluruh sumber daya manusia di SKK Migas.

Selain itu, SKK Migas juga telah melakukan sosialisasi penerapan SNI ISO 37001:2016 kepada penyedia barang dan jasa di lingkungan SKK Migas.

"Penerapan SNI ISO 37001:2016 membantu menciptakan industri hulu migas yang lebih efisien sehingga dapat berkontribusi maksimal untuk penerimaan negara," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) Bambang Prasetya mengapresiasi langkah SKK Migas menerapkan SNI ISO 37001:2016. " Sebab dengan begitu membantu menciptakan industri hulu migas yang transparan dan efisien. Sehingga bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi negara," pungkasnya. (dai)


TOPIK BERITA TERKAIT: #investasi-migas 

Berita Terkait

IKLAN